logotrias
  • Tentang Kami
  • Layanan
  • Portofolio
  • Publikasi
  • Artikel
Contact Us
Kutipan, Media

Reshuffle Kabinet dan Isu Bersih-bersih Loyalis Jokowi, Soliditas Prabowo–Gibran Diuji?

February 11, 2026 admin
Reshuffle Kabinet dan Isu Bersih-bersih Loyalis Jokowi, Soliditas Prabowo–Gibran Diuji?
KABINET MERAH PUTIH - Para menteri anggota Kabinet Merah Putih saat pelantikan di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (21/10/2024). Kali ini muncul isu reshuffle kabinet pemerintahan Prabowo-Gibran.

Isu perombakan kabinet kembali mencuat di tengah spekulasi adanya penyisiran terhadap figur-figur yang selama ini dianggap dekat dengan Presiden ke-7 RI Joko Widodo.

Situasi ini memunculkan pertanyaan publik mengenai soliditas hubungan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.

Direktur Eksekutif Trias Politika Strategis Agung Baskoro menilai reshuffle yang beredar saat ini tidak serta-merta dapat dimaknai sebagai upaya “bersih-bersih” loyalis Jokowi di kabinet.

Menurut dia, Presiden Prabowo memiliki gaya politik yang selama ini cenderung merangkul berbagai kekuatan.

“Namun yang perlu diingat bahwa Presiden Prabowo memiliki mahzab politik ‘Rangkulisme’ yang senantiasa merangkul kawan bahkan lawan politik secara proporsional – profesional,” kata Agung.

Ia menyebut, dalam konteks reshuffle, perubahan komposisi kabinet lebih merupakan bagian dari evaluasi kinerja dan penyesuaian kebutuhan pemerintahan.

“Mestilah ada yang bertahan ada yang keluar. Tapi ini obyektifitas Presiden Prabowo sebagai pemilik hak preogatif untuk memastikan peforma kabinet optimal,” ujarnya.

Agung juga menilai poros-poros politik, termasuk kelompok yang selama ini diasosiasikan dengan Jokowi, tetap akan memperoleh ruang yang proporsional dalam pemerintahan.

“Poros Solo akan tetap menerima insentif politik yang pas dan pantas ketika orang-orangnya direshuffle,” ucapnya.

Peluang pecah kongsi

Analis komunikasi politik Jamiluddin Ritonga memandang peluang terjadinya perpecahan antara Prabowo dan Gibran relatif kecil, terutama jika kinerja pemerintahan tetap mendapat dukungan publik.

Menurut dia, elektabilitas Prabowo saat ini masih berada di posisi tertinggi dibanding elite politik lainnya.

Selain itu, tingkat kepuasan publik terhadap kinerja pemerintahan juga menjadi faktor penentu arah politik ke depan.

“Bagi Gerindra juga kemungkinan akan sulit menerima Gibran sebagai pendamping Prabowo. Sebab, kalau itu terjadi sama saja Gerindra memberi karpet merah kepada Gibran pada Pilpres 2034,” jelasnya.

residen Prabowo Subianto menggelar pertemuan dengan sejumlah menteri Kabinet Merah Putih
Presiden Prabowo Subianto menggelar pertemuan dengan sejumlah menteri Kabinet Merah Putih di kediamannya, Hambalang, Bogor, Jawa Barat, Minggu (25/1/2026). (Sekretariat Presiden)

Ia menilai selain Gerindra, partai-partai koalisi lainnya juga berpotensi tidak sepakat apabila Gibran kembali diusung sebagai cawapres.

“Selain Gerindra, partai lain juga tampaknya akan menolak Gibran,” katanya.

Jamiluddin menjelaskan sejumlah partai koalisi memiliki kader yang dinilai memiliki elektabilitas lebih kompetitif.

Ia menyinggung Partai Amanat Nasional (PAN) yang telah menawarkan Ketua Umumnya, Zulkifli Hasan, serta Partai Demokrat dengan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).

“Ketumnya AHY yang elektabilitasnya terus meningkat, tentu tak ingin mengusung sosok lain yang elektabilitasnya lebih rendah,” ucapnya.

Dari sisi elektoral, ia juga menyebut posisi Gibran dalam sejumlah survei belum menunjukkan daya saing kuat dibanding tokoh lain.

“Elektabilitas Gibran sangat rendah, bahkan masih di bawah elektabilitas Agus Harimurti Yudhoyono (AHY),” katanya.

Menurutnya, kondisi tersebut akan menyulitkan Gibran untuk kembali diterima sebagai pendamping Prabowo, terutama jika partai-partai koalisi mengedepankan pertimbangan elektabilitas dan peluang kemenangan.

“Tidak ada partai politik mau mengusung calon hanya untuk kalah,” ujarnya.

Ia menambahkan, peluang Gibran untuk maju secara mandiri juga dinilai tidak besar apabila tidak didukung partai besar.

“Kalau pun Gibran maju, tampaknya tidak ada partai besar yang mengusungnya. Selain PSI, kemungkinan Gibran hanya didukung partai gurem lainnya,” tandasnya.

Hingga kini, ada sejumlah nama loyalis Jokowi yang sudah terkena reshuffle oleh Presiden Prabowo.

Diantaranya, Ketua Relawan Projo, Budi Arie Setiadi yang sempat menjabat sebagai Menteri Koperasi RI dan Abdul Kadir Karding yang dicopot dari Menteri Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI).

Ke depan, santer isu Pratikno yang juga loyalis Jokowi akan kena reshuffle dari Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK).

Namun hingga kini Pratikno masih tidak memberikan respons terkait kabar tersebut.

Tak hanya dia, ada sejumlah nama lain yang juga dikabarkan akan terkena reshuffle kabinet. Mereka adalah Menteri HAM Natalius Pigai hingga Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana.

Saat dikonfirmasi, Menteri Hak Asasi Manusia (HAM) Natalius Pigai, mengatakan bahwa isu tersebut tidak dia ketahui.

“Memang ada itu (reshuffle)?” tanya Pigai.

Dia mengatakan Mensesneg Prasetyo Hadi sudah menegaskan bahwa tidak ada reshuffle kabinet.

“Kalau Mensesneg bilang tidak ada, itu tidak mungkin akan ada. Mensesneg mengatakan tidak ada. Berarti tidak mungkin akan ada,” kata Pigai.

Dia mengatakan bahwa pernyataan tersebut sahih karena menyangkut integritas pemerintah.

“Wartawan jangan goreng-goreng lagi. Itu kan sama aja dengan tidak menghormati pernyataan dari pemimpin negara. Kalau penyimpin negara keluarga pernyataan itu harus dihormati juga,” jelasnya.

Tak hanya dia, Wakil Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (Wamen PKP), Fahri Hamzah yang dikabarkan akan terkena reshuffle juga mengaku tidak tahu isu tersebut.

Dia mengaku tidak tahu nantinya akan direposisi menjadi Kepala Badan Perumahan Rakyat.

Ia hanya mengatakan bahwa reshuffle merupakan kewenangan sepenuhnya Presiden Prabowo Subianto.

“Saya nggak tau,” ujar Fahri saat menjawab akan direposisi dari Wamen PKP.

Respons Istana

Istana melalui  Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi membantah isu Presiden Prabowo Subianto akan melakukan reshuffle kabinet dalam waktu dekat.

Hal itu disampaikan Prasetyo Hadi usai  konferensi pers pengumuman insentif lebaran di Stasiun Gambir, Jakarta, Selasa (10/2/2026). 

“Enggak ada reshuffle. Enggak ada,” tutur Prasetyo. 

Pemerintah kata Prasetyo saat ini sedang fokus bekerja keras, salah satunya dalam persiapan menghadapi bulan suci Ramadan dan juga perayaan hari raya Lebaran. Misalnya membantu kelancaran masyarakat dalam menghadapi mudik.

“Kemudian juga kita ingin memperingan saudara-saudara kita yang dalam rangka puasa dan lebaran biasanya bersilaturahmi, mudik untuk pulang kampung,” kata Prasetyo.

Sejumlah stimulus diberikan pemerintah mulai dari diskon angkutan transportasi kereta api, pesawat, penyeberangan, dan lainnya. Selain itu ada juga insentif berupa penerapan work from anywhere (WFA) agar mobilitas masyarakat optimal.

Tidak hanya itu pemerintah juga memberi bantuan pangan 10 kg beras dan 2 kg minyak goreng selama dua bulan untuk 35,04 juta penerima manfaat. 

“Harapan kita dengan seperti itu maka ekonomi akan tumbuh. Ekonomi akan Bergerak pada triwulan pertama,” pungkasnya.


Terbit di Tribunnews

  • TribunNews
admin

Trias Politika Strategis adalah lembaga riset, survei, dan strategi politik. Fokus mengawal demokrasi Indonesia melalui layanan akademis berkualitas, pemenangan politik, media monitoring, serta pendampingan politik, dengan pengalaman mendukung partai, perusahaan, dan kandidat strategis.

Post navigation

Previous

Search

Categories

  • Kutipan (422)
  • Media (426)
  • Press Release (7)

Recent posts

  • Reshuffle Kabinet dan Isu Bersih-bersih Loyalis Jokowi, Soliditas Prabowo–Gibran Diuji?
    KABINET MERAH PUTIH - Para menteri anggota Kabinet Merah Putih saat pelantikan di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (21/10/2024). Kali ini muncul isu reshuffle kabinet pemerintahan Prabowo-Gibran.
    Reshuffle Kabinet dan Isu Bersih-bersih Loyalis Jokowi, Soliditas Prabowo–Gibran Diuji?
  • Mensesneg Pastikan Tidak Ada Reshuffle
    Mensesneg Pastikan Tidak Ada Reshuffle
  • Jokowi Dukung Prabowo-Gibran Dua Periode, Apa Kata Gerindra?
    Jokowi Dukung Prabowo-Gibran Dua Periode, Apa Kata Gerindra?

Tags

Alinea Antara Berita Satu Bisniscom Bloomberg CNA CNBC Indonesia CNN CNNIndonesia Detikcom IDN Times Inilahcom Jakarta Globe Jawa Pos Katadata Kompas Kumparan Liputan 6 Media Indonesia Merdeka Metro TV Metro TV News Rakyat Merdeka Republika SINDONews Sin Po Suara Tempo The Jakarta Post The Star The Strait Times Tirto TribunNews tvonenews Viva VOI Warta Kota

Lanjut membaca

Isu Jokowi Jadi Wantimpres Mencuat di Tengah Rumor Reshuffle Kabinet Jilid 5
Kutipan, Media

Isu Jokowi Jadi Wantimpres Mencuat di Tengah Rumor Reshuffle Kabinet Jilid 5

February 4, 2026 admin

Isu reshuffle kabinet jilid 5 yang disebut-sebut akan dilakukan Presiden Prabowo Subianto pada Jumat (6/2/2026), kembali memantik spekulasi politik.  Di tengah kabar tersebut, muncul pula informasi bahwa Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) berpotensi masuk dalam struktur pemerintahan sebagai anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres). Direktur Eksekutif Trias Politika Strategis, Agung Baskoro, menilai posisi Wantimpres bagi Jokowi lebih merupakan afirmasi formal atas relasi yang selama […]

Pengamat Sebut Bantahan Istana Tak Tutup Opsi Reshuffle, 4 Klaster Menteri Terancam Dirombak
Kutipan, Media

Pengamat Sebut Bantahan Istana Tak Tutup Opsi Reshuffle, 4 Klaster Menteri Terancam Dirombak

February 2, 2026 admin

Direktur Eksekutif Trias Politika Strategis Agung Baskoro menilai opsi reshuffle kabinet tetap terbuka dengan dua kemungkinan skenario. Hal tersebut seiring pernyataan Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi yang membantah adanya isu perombakan atau reshuffle kabinet Merah Putih. Namun, Prasetyo tak menampik jika reshuffle dikaitkan untuk mengisi jabatan Wakil Menteri Keuangan yang kosong seiring ditetapkannya Thomas Djiwandono menjadi Deputi Gubernur Bank Indonesia. “Sedari awal saya melihat reshuffle dalam konteks ini menjadi […]

Dua Kader Golkar Lompat ke PSI, Sarmuji: Tak Kuat Bersaing, Cari Liga Lebih Rendah
Kutipan, Media

Dua Kader Golkar Lompat ke PSI, Sarmuji: Tak Kuat Bersaing, Cari Liga Lebih Rendah

January 27, 2026 admin

Sekretaris Jenderal Partai Golkar, Sarmuji, merespons soal dua kader partai beringin di Bali yang memutuskan bergabung dengan Partai Solidaritas Indonesia (PSI).  Adapun kedua kader tersebut yakni I Wayan Suyasa dan I Komang Suarsana. Suyasa adalah eks Ketua DPD II Golkar Badung, sementara Suarsana adalah pengurus Partai Golkar di Bali. Sarmuji menegaskan bahwa dinamika keluar-masuk kader adalah bagian dari “hukum alam” politik, […]

logotrias

Lembaga penyelenggara jasa riset/survei, media monitoring, analisa strategi politik, pemenangan politik, dan pendampingan politik pasca memenangkan pemilihan.

About Us
  • About Us
  • What We Do
  • Our Work
  • Publications
  • News & Insight
  • Contact Us
Social
  • WhatsApp
  • X/Twitter
  • Instagram
  • Facebook
  • Youtube
  • Tiktok

© 2026 Trias Politika Strategis. All rights reserved.

  • Web Development by Metahuis