Skip to content
logotrias
  • Tentang Kami
  • Layanan
  • Portofolio
  • Publikasi
  • Artikel
Contact Us
Kutipan, Media

Meski Sudah Lama Dekat, Pengamat Minta Prabowo Tetap Awasi Nanik di BGN: Apakah Mampu Jalankan Peran

June 5, 2026 admin
Meski Sudah Lama Dekat, Pengamat Minta Prabowo Tetap Awasi Nanik di BGN: Apakah Mampu Jalankan Peran
Nanik S. Deyang via X/Tribunnews

Direktur Eksekutif Trias Politika, Agung Baskoro, meminta agar Presiden Prabowo Subianto tetap mengawasi Nanik S Deyang yang kini menjabat sebagai Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) yang baru, meski keduanya telah menjalin persahabatan sejak lama.

Nanik dan Prabowo diketahui telah mengenal satu sama lain sejak lama. Nanik sebelumnya pernah menjadi Wakil Ketua Badan Pemenangan Nasional (BPN) untuk pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno pada Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 lalu.

Mantan jurnalis tersebut, terus konsisten berada di barisan pendukung dan mengawal perjuangan politik Prabowo hingga memenangkan Pilpres pada 2024.

Sejak Prabowo menjabat sebagai Presiden RI, Nanik mendapatkan posisi-posisi strategis di pemerintahan, termasuk menjadi Wakil Kepala BGN, sebelum akhirnya kini menjabat sebagai Kepala BGN menggantikan Dadan Hindayana yang terjerat kasus korupsi Makan Bergizi Gratis (MBG).

Bahkan, jauh sebelum itu, pada Pemilu 2014 silam, Nanik yang saat itu masih menjadi jurnalis sudah menjalin hubungan erat dengan Prabowo. Sejak saat itulah, Nanik dikenal sebagai salah satu sahabat yang dipercaya Prabowo.

Dengan hubungan yang sudah berlangsung lama ini, Agung menilai bahwa terpilihnya Nanik sebagai Kepala BGN ini tidak terlepas dari alasan kedekatan personal dengan Prabowo.

“Relasi dengan Bu Nanik secara personal sudah lama ya terajut sejak masa kampanye Pilpres, setahu saya 2019. Bahkan jauh dari itu, 2014 juga ada relasi ya persahabatan antara Bu Nanik dengan Pak Prabowo,” ungkapnya dalam wawancara eksklusif bersama Tribunnews dalam program ON FOCUS, Kamis (4/6/2026).

“Jadi suka atau tidak memang ketika terjadi reshuffle ini motif politiknya lebih kuat ketimbang motif teknokratisnya,” sambung Agung.

Meski keduanya sudah dekat sejak lama, Agung meminta agar Prabowo tetap mengawasi Nanik di BGN.

“Sehingga ini bisa menjadi masukan juga bagi Presiden untuk memonitor kinerja dari Mbak Nanik gitu ya. Apakah memang sudah sesuai tupoksinya? Apakah mampu memainkan peran untuk memastikan kualitas itu bisa tercapai gitu,” ucapnya.

“Karena orang semua melihat ya kesuksesan Makan Bergizi Gratis ini dengan asosiasi bahwa ini program utama presiden,” imbuh Agung.

Oleh karena itu, tidak boleh ada celah atau toleransi terhadap berbagai persoalan, seperti kasus keracunan, kualitas menu yang dinilai seadanya, dan tidak sesuai dengan konsep makanan bergizi, maupun profesionalitas penyelenggaraan dapur oleh petugas aparat yang bertugas di lapangan.

“Ataupun soal-soal penganggarannya ya. Publik membutuhkan transparansi, akuntabilitas, pengelolaan dana jumbo yang dilakukan oleh BGN berapa, Rp300 triliun lebih, yang itu kalau diasumsikan rata ya Rp1 triliun per bulan,” paparnya.

Penggunaan anggaran tersebut, kata Agung, harus benar-benar dipastikan sesuai dengan peruntukannya serta dikelola secara profesional dan prudent. 

“Supaya publik tidak was-was, pasar tidak khawatir ataupun stakeholder lain melihat memang program ini bisa dipertanggungjawabkan,” tegasnya.

Sebagai informasi, Prabowo akan melantik Nanik sebagai Kepala BGN yang baru pada Senin (8/6/2026) pekan depan.

Selain Nanik, para Wakil Kepala BGN seperti Mayjen TNI Trenggono dan Agustina Arumsari juga akan dilantik Prabowo.

Nanik Akan Utamakan Kualitas MBG daripada Kuantitasnya

Setelah ditunjuk jadi Kepala BGN, Nanik mengatakan, dirinya telah menyampaikan kepada Prabowo bahwa dirinya akan fokus pada kualitas MBG daripada kuantitasnya.

Adapun, pada 2026 ini, program MBG ditargetkan menjangkau hingga 82,9 juta penerima manfaat di seluruh Indonesia.

Penerima manfaat MBG mencakup peserta didik, ibu hamil, ibu menyusui, serta balita di berbagai wilayah, termasuk daerah terpencil dan tertinggal. 

Namun, setelah adanya kasus dugaan tindak pidana korupsi tata kelola program MBG tahun 2025 sampai 2026 yang melibatkan eks Kepala BGN, Dadan Hindayana dan dua Wakil Kepala BGN, Sony Sanjaya dan Lodewyk Pusung, Nanik mengatakan bakal lebih mengutamakan kualitas MBG.

“Kemarin dipanggil Presiden dan kami sudah menyampaikan ke beliau, tahun 2026 ini kami tidak mengejar kuantitas, kami akan perbaiki kualitas,” tegas Nanik dalam konferensi pers, Kamis.

“Sehingga bisa jadi kami tidak akan mengejar ke 82 juta, tapi bagaimana dapur-dapur ini sehat, memberikan makan yang bergizi, lalu refocusing,” sambungnya.

Nanik kemudian menjelaskan, apabila terdapat sekolah-sekolah yang tergolong mahal, pihaknya akan mempertanyakan apakah sekolah-sekolah tersebut masih memerlukan program MBG. 

Jika dinilai tidak terlalu membutuhkan, alokasi program MBG tersebut akan dialihkan ke wilayah 3T atau Tertinggal, Terdepan, dan Terluar.

Dengan demikian, kata Nanik, jumlah penerima manfaat tetap bisa bertambah, tetapi penambahannya dilakukan dengan mengurangi alokasi bagi pihak-pihak yang selama ini dianggap kurang menjadi prioritas.

“Nah sekarang kita fokuskan. Semua sekolah kan dikasih, nah sekarang kita fokuskan adalah ke 3T dan terutama untuk 3B (Balita, ibu hamil, dan ibu menyusui),” paparnya.


Terbit di Tribunnews

  • TribunNews
admin

Trias Politika Strategis adalah lembaga riset, survei, dan strategi politik. Fokus mengawal demokrasi Indonesia melalui layanan akademis berkualitas, pemenangan politik, media monitoring, serta pendampingan politik, dengan pengalaman mendukung partai, perusahaan, dan kandidat strategis.

Post navigation

Previous
Next

Search

Categories

  • Kutipan (529)
  • Media (533)
  • Press Release (7)

Recent posts

  • Beda Pola Elektabilitas Prabowo dan Pendahulunya di Tahun Kedua Pemerintahan
    Beda Pola Elektabilitas Prabowo dan Pendahulunya di Tahun Kedua Pemerintahan
  • Bagaimana Relasi Istana-NU usai Prabowo Kantongi KartaNU?
    Bagaimana Relasi Istana-NU usai Prabowo Kantongi KartaNU?
  • Setelah Prabowo Jadi Warga Nahdliyin Paripurna...
    Setelah Prabowo Jadi Warga Nahdliyin Paripurna…

Tags

Alinea Antara Berita Satu Bisniscom Bloomberg CNA CNBC Indonesia CNN CNNIndonesia Detikcom Garuda TV IDN Times Inilahcom Jakarta Globe Jawa Pos Katadata Kompas Kumparan Liputan 6 Media Indonesia Merdeka Metro TV Metro TV News nusantaratv okezone Rakyat Merdeka Republika SINDONews Sin Po Suara Tempo The Jakarta Post The Star The Strait Times Tirto TribunNews tvonenews TVRI News Viva VOI Warta Kota

Lanjut membaca

Gus Kikin Jadi Ketum PBNU, Pengamat- Siapa pun Pengurusnya, DNA NU Kolaborasi dengan Pemerintah
Kutipan, Media

Gus Kikin Jadi Ketum PBNU, Pengamat: Siapa pun Pengurusnya, DNA NU Kolaborasi dengan Pemerintah

August 31, 2026 admin

KH Abdul Hakim Mahfudz atau Gus Kikin terpilih sebagai Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) periode 2026–2031 lewat putusan Sidang AHWA Muktamar ke-35 NU di Pondok Pesantren (Ponpes) Bahrul Ulum Tambakberas, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, Senin (31/8/2026) pagi. Direktur Eksekutif Trias Politika Strategis, Agung Baskoro, menilai kepemimpinan baru PBNU tetap akan membawa karakter NU yang selama ini dikenal menjalin hubungan sebagai […]

5 Sinyal Politik di Balik Safari Jokowi- Ada Kekuatan Besar Bakal Kena Imbas?
Kutipan, Media

5 Sinyal Politik di Balik Safari Jokowi: Ada Kekuatan Besar Bakal Kena Imbas?

August 4, 2026 admin

Safari Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) ke sejumlah daerah memunculkan sejumlah sinyal politik menjelang Pemilu 2029. Kunjungan yang diwarnai penerimaan gelar adat di Lampung dan Nusa Tenggara Timur (NTT) dinilai pengamat bukan sekadar agenda kebudayaan, tetapi juga berkaitan dengan upaya menjaga pengaruh politik setelah tidak lagi menjabat sebagai presiden. Pada 26–28 Juni 2026, Jokowi menerima gelar adat “Baginda Pemuka Bangsa” di Lampung. Kemudian, pada […]

“Jokowi Masih Punya Magnet”, Seberapa Kuat PSI Bersaing dengan Partai Besar?
Kutipan, Media

“Jokowi Masih Punya Magnet”, Seberapa Kuat PSI Bersaing dengan Partai Besar?

August 4, 2026 admin

Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi), ayah Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, dinilai masih memiliki daya tarik politik yang berpotensi memberi efek elektoral bagi Partai Solidaritas Indonesia (PSI). Analisis itu muncul setelah kunjungan Jokowi ke Nusa Tenggara Timur (NTT) pada 31 Juli hingga 2 Agustus 2026 mendapat sambutan masyarakat. Direktur Eksekutif Trias Politika Agung Baskoro menilai NTT masih menjadi salah satu wilayah dengan basis dukungan laten bagi Jokowi. Menurutnya, kondisi […]

logotrias

Lembaga penyelenggara jasa riset/survei, media monitoring, analisa strategi politik, pemenangan politik, dan pendampingan politik pasca memenangkan pemilihan.

About Us
  • About Us
  • What We Do
  • Our Work
  • Publications
  • News & Insight
  • Contact Us
Social
  • WhatsApp
  • X/Twitter
  • Instagram
  • Facebook
  • Youtube
  • Tiktok

© 2026 Trias Politika Strategis. All rights reserved.

  • Web Development by Metahuis