Jokowi Bakal Keliling Indonesia, Pesan Siap Kembali ke Panggung Politik dan Jaga Jokowi Effect

Direktur Eksekutif Trias Politika Strategis, Agung Baskoro, menilai rencana Presiden ke-7 Joko Widodo (Jokowi) yang akan berkeliling Indonesia merupakan pesan bahwa dirinya belum selesai dan siap kembali ke panggung depan politik Tanah Air. Menurut Agung, langkah mantan Wali Kota Solo tersebut bukan sekadar agenda silaturahmi biasa.
“Beliau mengirimkan pesan bahwa siap kembali ke panggung depan politik Tanah Air sekaligus memanaskan mesin politik relawannya secara bertahap,” kata Agung kepada Tribunnews.com, Minggu (17/5/2026).
Agung menjelaskan, keputusan Jokowi untuk kembali “turun gunung” menyapa masyarakat sangat beralasan jika melihat dinamika politik belakangan ini. Pasalnya, pasca-lengser dari kursi kepresidenan, Jokowi kerap menjadi sasaran tembak kelompok yang berlawanan dengannya.
“Apalagi selama ini serangan demi serangan yang diluncurkan lawan-lawan politik beliau cukup masif,” ujarnya. Menurut Agung, interaksi langsung dengan masyarakat di berbagai daerah adalah cara paling efektif bagi Jokowi untuk mempertahankan modal sosialnya.
“Sehingga perlu direspons dengan langkah-langkah terukur dan harapannya mampu menarik simpati publik sehingga Jokowi Effect tetap berefek di Pemilu 2029,” ungkapnya.
Sebelumnya, Sekretaris Jenderal Projo Freddy Alex Damanik yang menyebut Jokowi akan kembali turun gunung menyapa masyarakat pada Juni 2026 mendatang. Ia mengungkapkan bahwa kondisi kesehatan mantan Gubernur DKI Jakarta tersebut sudah pulih 99 persen.
“Kesehatannya sudah pulih 99 persen, dan rencananya bulan depan (Juni), beliau sudah akan keliling Indonesia kembali untuk menyapa masyarakat. Pak Jokowi akan didampingi relawannya ketika mengunjungi suatu daerah,” ujar Freddy, Rabu (13/5/2026).
Respons PDIP
Politikus PDIP Mohamad Guntur Romli menilai agenda Jokowi itu bukan sekadar kegiatan menyapa masyarakat, melainkan mengandung pesan politik bagi Presiden Prabowo Subianto.
“Pertama, ini pesan halus sekaligus ancaman bagi Prabowo. Jokowi ingin menyatakan: ‘Saya masih diperhitungkan’,” kata Guntur Romli kepada Tribunnews.com, Minggu (17/5/2026).
Menurut Guntur, agenda keliling daerah itu dapat menjadi modal konsolidasi dukungan politik Jokowi di tengah dinamika pemerintahan saat ini. Ia juga menyinggung posisi Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka yang dinilai menjadi figur paling dekat dengan keberlanjutan pengaruh politik Jokowi. Guntur kemudian mengaitkan langkah tersebut dengan potensi kontestasi politik menuju 2029.
“Atau, ini persiapan jangka panjang menyaingi 2029, menjaga pengaruh dinasti Jokowi di tengah Prabowo yang punya basis sendiri, kalau pasangan Prabowo-Gibran cerai di tengah jalan,” ujarnya.
Selain membaca adanya pesan politik, Guntur juga menyinggung pernyataan Jokowi menjelang akhir masa jabatannya sebagai presiden. Menurut dia, publik sebelumnya mendengar pernyataan Jokowi yang ingin kembali ke Solo dan menjalani kehidupan sebagai warga biasa setelah tak lagi menjabat. Namun, rencana Jokowi kembali berkeliling Indonesia dinilai bertolak belakang dengan pernyataan tersebut.
“Ini malah akan terus menghimpun kekuatan politik. Itu pilihan pribadi Jokowi, tapi publik makin yakin omongan Jokowi tidak bisa dipegang alias tukang bohong,” ucapnya.
Guntur juga menilai langkah Jokowi itu berkaitan dengan upaya menjaga pengaruh politik keluarganya yang kini berada di lingkar kekuasaan. Ia menyebut Gibran Rakabuming Raka menjabat Wakil Presiden, Kaesang Pangarep menjadi Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI), sementara Bobby Nasution menjabat Gubernur Sumatera Utara. Karena itu, menurut dia, Jokowi memiliki kepentingan untuk tetap menjaga kekuatan politik tersebut.
“Semua analisa di atas muaranya satu: syahwat politik Jokowi masih tinggi,” kata Guntur.
Terbit di Tribunnews


