Skip to content
logotrias
  • Tentang Kami
  • Layanan
  • Portofolio
  • Publikasi
  • Artikel
Contact Us
Kutipan, Media

Jokowi dan Kaesang Masuk Bursa, Ada Laga Bapak Vs Anak di Pemilihan Ketum PSI?

May 19, 2025 admin
Jokowi dan Kaesang Masuk Bursa, Ada Laga Bapak Vs Anak di Pemilihan Ketum PSI?
Presiden ke-7 RI Jokowi di Solo, Jawa Tengah, Rabu (14/5/2025).(KOMPAS.com/Labib Zamani)

Presiden ke-7 Joko Widodo (Jokowi) beserta anaknya, Kaesang Pangarep, masuk ke dalam bursa calon ketua umum (Ketum) Partai Solidaritas Indonesia (PSI). Pasalnya, nama mereka sudah mulai dimunculkan oleh kader hingga simpatisan PSI di sejumlah daerah.

“DPW Jogja itu muncul Pak Jokowi, dukung Pak Jokowi. Di Jakarta, ketua fraksi kami, William, itu mendukung Pak Jokowi juga. Kemudian ada Jabar memunculkan 2 nama, Mas Kaesang dan Ketua OKK Bro Agus Herlambang,” ujar Waketum PSI Andy Budiman saat dihubungi Kompas.com, Minggu (18/5/2025).

“Kemudian di Bali ada anggota kami yang mulai menyuarakan usulan untuk pemimpin perempuan, jadi nama yang maju atau diusulkan itu Isyana Bagoes Oka,” sambungnya. Meski nama-nama calon ketum sudah mulai bermunculan, PSI masih menunggu para kandidat datang dan membawa surat dukungan resmi.

Sebab, dibutuhkan dukungan dari 5 DPW PSI dan 20 DPD PSI untuk bisa maju sebagai calon ketum PSI. “Dan setelah itu kami akan memverifikasi dokumen. Kalau dianggap layak, maka akan kami umumkan siapa yang akan berlaga pada 18 Juni mendatang,” imbuh Andy. Lantas, mungkinkah bapak dan anak itu bertarung menjadi Ketum PSI?

Kaesang Diprediksi Mundur Jika Bapaknya Maju

Direktur Eksekutif Trias Politika Strategis Agung Baskoro menyebut peluang Jokowi vs Kaesang menipis mengingat akan ada preseden negatif soal politik dinasti di tubuh PSI. Dia menduga Kaesang pasti mundur jika bapaknya itu maju jadi calon Ketum PSI.

“Sehingga jika Jokowi maju, maka kemungkinan besar Kaesang mundur,” ujar Agung kepada Kompas.com, Senin (19/5/2025). Menurut Agung, jika betul Jokowi maju, maka potensi menangnya besar. Sebab, kata dia, magnet figur Jokowi dibutuhkan PSI, di mana Jokowi juga butuh kendaraan politik agar bisa optimal merawat pengaruh dan legacy-nya dalam jangka panjang.

“Secara teknis, usulan caketum hanya bisa dilakukan oleh minimal 5 DPW dan 20 DPD kota/kabupaten. Sehingga jumlah itu logis sangat mampu dipenuhi Jokowi secara administratif menimbang selama ini ia menjelma sebagai ideolognya PSI,” imbuhnya.

Apa Kata Jokowi?

Jokowi pun angkat bicara soal kabar dirinya akan ikut dalam bursa calon Ketum PSI. Menanggapi hal itu, Jokowi mengatakan bahwa dirinya masih melakukan perhitungan.

“Masih dalam proses perhitungan, semuanya kan meski dihitung, tapi ya nanti lah,” ujar Jokowi singkat sambil tertawa saat mengunjungi Desa Liang Melas Datas, Kabupaten Karo, Sumatera Utara, Jumat (16/5/2025).

Namun, pada Rabu (14/6/2025), di Solo, Jokowi sempat menyinggung metode pemilihan yang menggunakan sistem e-voting yang disebutnya sulit

“Masih dalam kalkulasi. Jangan sampai kalau nanti misal saya ikut, saya kalah,” ungkap Jokowi. “Ya belum tahu. Karena ini kan yang saya tahu pakai e-voting, one man, one vote. Seluruh anggota diberi hak untuk memilih. Yang sulit di situ,” ujarnya.

Jokowi juga berkelakar mengenai kemungkinan tidak adanya kader lain yang mendaftar jika dirinya mencalonkan diri. “Kalau saya mendaftar, mungkin yang lain nggak mendaftar, mungkin,” katanya.

Masih Belum Ada Yang Daftar

Meski begitu, Wakil Ketua Umum PSI Andy Budiman menyebut masih belum ada satu pun orang yang mendaftarkan diri menjadi calon Ketum PSI. Hanya saja, Andy menekankan waktu pendaftarannya memang masih panjang, mengingat pendaftaran baru dibuka 5 hari lalu.

“Sejauh ini belum ada. Karena ini memang masih awal ya. Jadi sekali lagi, waktunya masih panjang,” ujar Andy saat dihubungi Kompas.com, Minggu (18/5/2025). Walau masih belum ada yang mendaftar, Andy mengatakan, suara dari bawah sudah memunculkan nama-nama kandidat calon Ketum PSI.

Maka dari itu, Andy menekankan, PSI dalam posisi menunggu sampai para kandidat ini mendapatkan dukungan resmi sesuai dengan syarat pencalonan.

“Jadi para kandidat akan bisa daftar kalau mereka sudah mengantongi minimal 5 DPW PSI dan 20 DPD PSI. Jadi itu syarat minimalnya,” jelasnya. “Jadi, sekali lagi, kami masih menunggu posisinya sambil kami melakukan proses verifikasi terhadap para pemilih yang akan punya hak suara di pemilihan raya nanti,” imbuh Andy.


Sumber: Kompas

  • Kompas
admin

Trias Politika Strategis adalah lembaga riset, survei, dan strategi politik. Fokus mengawal demokrasi Indonesia melalui layanan akademis berkualitas, pemenangan politik, media monitoring, serta pendampingan politik, dengan pengalaman mendukung partai, perusahaan, dan kandidat strategis.

Post navigation

Previous
Next

Search

Categories

  • Kutipan (544)
  • Media (548)
  • Press Release (7)

Recent posts

  • Kasus Korupsi Fahd A Rafiq dan Ujian Kaderisasi Partai Golkar
    Kasus Korupsi Fahd A Rafiq dan Ujian Kaderisasi Partai Golkar
  • Pengamat Desak Nusron Muncul usai KPK OTT Kasus Suap HGB Summarecon- Wibawa Negara Dipertaruhkan
    Pengamat Desak Nusron Muncul usai KPK OTT Kasus Suap HGB Summarecon: Wibawa Negara Dipertaruhkan
  • Untung-Rugi Ambang Batas Parlemen 5 Persen
    Untung-Rugi Ambang Batas Parlemen 5 Persen

Tags

Alinea Antara Berita Satu Bisniscom Bloomberg CNA CNBC Indonesia CNN CNNIndonesia Detikcom Garuda TV IDN Times Inilahcom Jakarta Globe Jawa Pos Katadata Kompas Kumparan Liputan 6 Media Indonesia Merdeka Metro TV Metro TV News nusantaratv okezone Rakyat Merdeka Republika SINDONews Sin Po Suara Tempo The Jakarta Post The Star The Strait Times Tirto TribunNews tvonenews TVRI News Viva VOI Warta Kota

Lanjut membaca

”Reshuffle” Kabinet Prabowo dan Jebakan ”Overconfidence”
Kutipan, Media

”Reshuffle” Kabinet Prabowo dan Jebakan ”Overconfidence”

September 16, 2026 admin

Presiden Prabowo Subianto sering kali terlihat begitu percaya diri dengan komposisi Kabinet Merah Putih dengan menyebut para pembantunya telah bekerja baik dan solid. Meski begitu, kurang dari dua tahun memimpin pemerintahan, Presiden setidaknya telah enam kali merombak kabinet. Penegasan bahwa para menteri telah menjalankan tugas dengan baik dan solid bahkan disampaikan Presiden dalam berbagai kesempatan. […]

Setelah Prabowo Jadi Warga Nahdliyin Paripurna...
Kutipan, Media

Setelah Prabowo Jadi Warga Nahdliyin Paripurna…

September 2, 2026 admin

Kehadiran Presiden Prabowo Subianto pada penutupan Muktamar Ke-35 Nahdlatul Ulama di Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, Senin (31/8/2026), menjadi momen bersejarah. Pasalnya, Kepala Negara tidak hanya hadir untuk menutup, tetapi juga menghadiri pembukaan muktamar. Berbeda dengan presiden-presiden sebelumnya yang biasanya hanya menghadiri agenda pembukaan, kehadiran Prabowo pada kedua momentum tersebut menegaskan arti […]

HUT Ke-81 DPR, Puan Maharani: Rakyat Bukan Sekadar Penerima Keputusan Negara
Kutipan, Media

HUT Ke-81 DPR, Puan Maharani: Rakyat Bukan Sekadar Penerima Keputusan Negara

September 1, 2026 admin

Ketua DPR Puan Maharani mengingatkan soal cita-cita demokrasi, yakni mewujudkan pemerintahan negara dari rakyat, oleh rakyat, dan untuk rakyat dalam pidatonya untuk memperingati Hari Ulang Tahun Ke-81 DPR di Rapat Paripurna Khusus DPR, Selasa (1/9/2026). Untuk mewujudkan cita-cita itu, rakyat tidak bisa dianggap sekadar penerima keputusan negara, tetapi sumber legitimasi sekaligus tujuan dari penyelenggaraan kekuasaan […]

logotrias

Lembaga penyelenggara jasa riset/survei, media monitoring, analisa strategi politik, pemenangan politik, dan pendampingan politik pasca memenangkan pemilihan.

About Us
  • About Us
  • What We Do
  • Our Work
  • Publications
  • News & Insight
  • Contact Us
Social
  • WhatsApp
  • X/Twitter
  • Instagram
  • Facebook
  • Youtube
  • Tiktok

© 2026 Trias Politika Strategis. All rights reserved.

  • Web Development by Metahuis