Skip to content
logotrias
  • Tentang Kami
  • Layanan
  • Portofolio
  • Publikasi
  • Artikel
Contact Us
Kutipan, Media

Gus Kikin Jadi Ketum PBNU, Pengamat: Siapa pun Pengurusnya, DNA NU Kolaborasi dengan Pemerintah

August 31, 2026 admin
Gus Kikin Jadi Ketum PBNU, Pengamat- Siapa pun Pengurusnya, DNA NU Kolaborasi dengan Pemerintah
KETUM PBNU TERPILIH - KH Abdul Hakim Mahfudz atau Gus Kikin terpilih sebagai Ketua Umum PBNU periode 2026-2031 dalam Muktamar ke-35 di Ponpes Bahrul Ulum Tambakberas Jombang, Senin (31/8/2026). Dalam proses tabulasi penjaringan nama sebelum dibawa ke AHWA, Gus Kikin mendapat 472 suara dari total 552 pemilik suara. (SURYA/AHMAD ZAIMUL HAQ)

KH Abdul Hakim Mahfudz atau Gus Kikin terpilih sebagai Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) periode 2026–2031 lewat putusan Sidang AHWA Muktamar ke-35 NU di Pondok Pesantren (Ponpes) Bahrul Ulum Tambakberas, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, Senin (31/8/2026) pagi.

Direktur Eksekutif Trias Politika Strategis, Agung Baskoro, menilai kepemimpinan baru PBNU tetap akan membawa karakter NU yang selama ini dikenal menjalin hubungan sebagai mitra strategis pemerintah.

Agung menyebut kolaborasi dengan pemerintah merupakan bagian dari DNA Nahdlatul Ulama, terlepas dari siapa pun yang memimpin organisasi tersebut.

“DNA dari PBNU, Nahdlatul Ulama itu memang berkolaborasi dengan pemerintah, siapa pun pengurusnya,” kata Agung Baskoro, dikutip dari tayangan di kanal YouTube Kompas TV, Senin.

Menurut Agung, sikap tersebut telah terlihat dalam perjalanan sejarah NU, baik pada masa Orde Lama maupun Orde Baru.

NU, kata Agung, tetap menempatkan pemerintah sebagai mitra strategis untuk bersama-sama membangun bangsa dan menjaga stabilitas politik nasional.

“Dalam konteks ini saya melihat bahwa peran-peran tersebut bisa diseimbangkan karena peran yang paling ideal mengisi kekosongan yang belum diisi oleh aktor politik manapun,” tuturnya.

Lebih lanjut, Agung Baskoro menilai NU memiliki peluang memainkan posisi sebagai penyeimbang sekaligus mitra kritis dan mitra strategis bagi pemerintah.

Peran tersebut dinilai penting agar masyarakat dapat melihat berbagai persoalan secara lebih jernih dan objektif.

“NU bisa memainkan peran sebagai penyeimbang, sebagai mitra kritis iya, sebagai mitra strategis iya, sehingga publik bisa berpikir jernih, objektif juga walaupun itu tidak mudah,” ujar Agung.

Dia juga menyoroti berbagai rumor dan spekulasi yang muncul sebelum pelaksanaan muktamar.

Saat itu, beredar anggapan bahwa pemenang telah ditentukan hingga muncul dugaan adanya skenario atau cipta kondisi dalam proses pemilihan.

Agung menilai kondisi tersebut menjadi salah satu tantangan bagi Gus Kikin setelah terpilih sebagai Ketum PBNU.

Menurutnya, Gus Kikin perlu menjawab berbagai spekulasi tersebut melalui kinerja yang nyata, inovatif, dan berbeda.

“Saya kira Gus Kikin punya tantangan menjawab itu semua dengan kinerja yang luar biasa, kinerja yang beda, kinerja inovatif,” jelasnya.

Dengan latar belakang profesional dan entrepreneurship yang dimiliki Gus Kikin, Agung menilai PBNU memiliki peluang untuk bergerak lebih progresif ke depan.

Hal itu dinilai sesuai dengan kebutuhan organisasi saat ini.

“Selain merangkul semua faksi-faksi politik yang ada di dalam internal NU, tapi juga ke bagaimana muktamirin atau umat ini bisa juga mendapatkan fungsi utama PBNU sebagai sebuah organisasi yang mengayomi semua,” katanya.

“Jangan sampai NU hanya dirasakan ketika muktamar saja, tapi setelah itu ini terputus,” ucapnya.

KH Miftachul Akhyar jadi Rais Aam PBNU

Ketum PBNU dipilih melalui mekanisme pemilihan Ahlul Halli wal Aqdi (AHWA).

KH Miftachul Akhyar kembali ditetapkan secara mufakat sebagai Rais Aam PBNU untuk masa khidmah 2026–2031.

Sementara itu, 5 nama calon yang sudah ditabulasi suranya antara lain:

– KH. Abdul Hakim Mahfudz atau Gus Kikin (472 suara)

– KH. Zulfa Mustofa atau Kyai Zulfa (262 suara)

– KH. Abdussalam Shohib atau Gus Salam (261 suara)

– KH. Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya (258 suara)

– KH Nusron Wahid (207 suara)

KH Abdul Hakim Mahfudz atau Gus Kikin terpilih sebagai Ketua Umum PBNU meneruskan KH Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya.

Alasan Ketum PBNU Dipilih AHWA

Penasihat Panitia Muktamar ke-35 NU, Muhammad Romahurmuziy, mengatakan pemilihan Ketua Umum PBNU melalui sistem Ahlul Halli wal Aqdi (AHWA) dilakukan dengan pertimbangan untuk menghindari perpecahan di internal organisasi.

Dalam sejarahnya, pemilihan calon Ketua Umum PBNU melalui mekanisme AHWA baru dilakukan pertama kali pada Muktamar ke-35 NU.

Gus Romi, sapaan akrab Muhammad Romahurmuziy, mengakui sistem pemilihan langsung memang merupakan salah satu bentuk demokrasi yang lazim digunakan.

Namun, menurutnya, mekanisme tersebut dinilai berpotensi menimbulkan luka di antara pihak yang memilih maupun pihak yang tidak memilih calon tertentu.

“Yang menjadi pertimbangan tentu adalah menghindari adanya perpecahan,” kata Romi, dikutip dari tayangan di kanal YouTube Kompas TV, Minggu (30/8/2026).

Romi menyebut pemilihan secara langsung dapat membuat persaingan antarcalon berlangsung lebih terbuka.

Kondisi tersebut dikhawatirkan meninggalkan persoalan setelah proses pemilihan berakhir, terutama apabila terdapat pihak yang merasa kalah dalam kontestasi.

“Sistem demokrasi langsung itu baik, dan itu memang lazim, tetapi khawatir meninggalkan luka bagi siapa yang memilih dan tidak memilih,” jelasnya.

Menurut Romi, persoalan tersebut berpotensi berlanjut hingga proses penyusunan kepengurusan PBNU setelah muktamar.

Pihak yang berada di kubu yang kalah dikhawatirkan tidak lagi dilibatkan dalam kepengurusan oleh kelompok yang memenangkan pemilihan.

“Sehingga setelah muktamar selesai dikhawatirkan yang menjadi tim kalah tidak digunakan atau tidak dimasukkan ke pengurusan oleh tim yang menang,” ujar Romi.

“Jadi menjadi ada semacam winner takes all karena itu zero sum game kalau kita pemilihan secara langsung,” imbuhnya.

Atas pertimbangan tersebut, kata dia, para muktamirin memilih mekanisme AHWA dalam proses pemilihan pimpinan PBNU.

Demi Keutuhan Organisasi

Menurut Romi, mekanisme tersebut dianggap sebagai bentuk demokrasi yang tetap mengedepankan musyawarah serta menjaga keutuhan organisasi.

“Karenanya ini adalah satu demokrasi bermartabat yang dilakukan oleh para muktamirin memilih untuk bermuktamar bermusyawarah untuk tidak meninggalkan luka, tidak membuang satu pun,” tuturnya.

Lebih lanjut, Romi mengatakan mekanisme tersebut memiliki konsekuensi terhadap lamanya proses muktamar karena proses musyawarah dan tahapan yang harus dilalui dalam mekanisme AHWA dinilai membutuhkan waktu lebih panjang.

“Pasti lebih panjang (prosesnya). Karenanya memang kita membutuhkan kesabaran muktamirin. Tadi saya bilang capek pasti.”

“Tetapi muktamar kan sejak awal di tata tertib muktamar sudah ditetapkan berlangsung sampai 31 Agustus,” ucapnya.


Terbit di Tribunnews

  • TribunNews
admin

Trias Politika Strategis adalah lembaga riset, survei, dan strategi politik. Fokus mengawal demokrasi Indonesia melalui layanan akademis berkualitas, pemenangan politik, media monitoring, serta pendampingan politik, dengan pengalaman mendukung partai, perusahaan, dan kandidat strategis.

Post navigation

Previous

Search

Categories

  • Kutipan (522)
  • Media (526)
  • Press Release (7)

Recent posts

  • Gus Kikin Jadi Ketum PBNU, Pengamat- Siapa pun Pengurusnya, DNA NU Kolaborasi dengan Pemerintah
    KETUM PBNU TERPILIH - KH Abdul Hakim Mahfudz atau Gus Kikin terpilih sebagai Ketua Umum PBNU periode 2026-2031 dalam Muktamar ke-35 di Ponpes Bahrul Ulum Tambakberas Jombang, Senin (31/8/2026). Dalam proses tabulasi penjaringan nama sebelum dibawa ke AHWA, Gus Kikin mendapat 472 suara dari total 552 pemilik suara. (SURYA/AHMAD ZAIMUL HAQ)
    Gus Kikin Jadi Ketum PBNU, Pengamat: Siapa pun Pengurusnya, DNA NU Kolaborasi dengan Pemerintah
  • Jokowi Peringati Maulid Nabi Di Kebumen, Gunakan Kekuasaan Dengan Bijaksana
    Jokowi Peringati Maulid Nabi Di Kebumen, Gunakan Kekuasaan Dengan Bijaksana
  • Jakarta deadly unrest prompts calls to probe alleged mobilizers
    Jakarta deadly unrest prompts calls to probe alleged mobilizers

Tags

Alinea Antara Berita Satu Bisniscom Bloomberg CNA CNBC Indonesia CNN CNNIndonesia Detikcom IDN Times Inilahcom Jakarta Globe Jawa Pos Katadata Kompas Kumparan Liputan 6 Media Indonesia Merdeka Metro TV Metro TV News nusantaratv okezone Rakyat Merdeka Republika SINDONews Sin Po Suara Tempo The Jakarta Post The Star The Strait Times Tirto TribunNews tvonenews TVRI News Viva VOI Warta Kota

Lanjut membaca

5 Sinyal Politik di Balik Safari Jokowi- Ada Kekuatan Besar Bakal Kena Imbas?
Kutipan, Media

5 Sinyal Politik di Balik Safari Jokowi: Ada Kekuatan Besar Bakal Kena Imbas?

August 4, 2026 admin

Safari Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) ke sejumlah daerah memunculkan sejumlah sinyal politik menjelang Pemilu 2029. Kunjungan yang diwarnai penerimaan gelar adat di Lampung dan Nusa Tenggara Timur (NTT) dinilai pengamat bukan sekadar agenda kebudayaan, tetapi juga berkaitan dengan upaya menjaga pengaruh politik setelah tidak lagi menjabat sebagai presiden. Pada 26–28 Juni 2026, Jokowi menerima gelar adat “Baginda Pemuka Bangsa” di Lampung. Kemudian, pada […]

“Jokowi Masih Punya Magnet”, Seberapa Kuat PSI Bersaing dengan Partai Besar?
Kutipan, Media

“Jokowi Masih Punya Magnet”, Seberapa Kuat PSI Bersaing dengan Partai Besar?

August 4, 2026 admin

Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi), ayah Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, dinilai masih memiliki daya tarik politik yang berpotensi memberi efek elektoral bagi Partai Solidaritas Indonesia (PSI). Analisis itu muncul setelah kunjungan Jokowi ke Nusa Tenggara Timur (NTT) pada 31 Juli hingga 2 Agustus 2026 mendapat sambutan masyarakat. Direktur Eksekutif Trias Politika Agung Baskoro menilai NTT masih menjadi salah satu wilayah dengan basis dukungan laten bagi Jokowi. Menurutnya, kondisi […]

Pengamat Dorong Prabowo Reshuffle Total Kabinet dan Perbaiki Gaya Komunikasi
Kutipan, Media

Pengamat Dorong Prabowo Reshuffle Total Kabinet dan Perbaiki Gaya Komunikasi

July 30, 2026 admin

Pengamat Politik yang juga Direktur Eksekutif Trias Politika, Agung Baskoro, menilai Presiden Prabowo Subianto perlu segera melakukan pembenahan menyeluruh terhadap pemerintahan, baik dari sisi komposisi kabinet maupun gaya kepemimpinan.  Menurutnya langkah tersebut penting untuk menghentikan tren penurunan tingkat kepuasan publik terhadap kinerja pemerintah. Agung mengatakan secara kelembagaan atau institusional, reshuffle atau perombakan kabinet pemerintahan perlu […]

logotrias

Lembaga penyelenggara jasa riset/survei, media monitoring, analisa strategi politik, pemenangan politik, dan pendampingan politik pasca memenangkan pemilihan.

About Us
  • About Us
  • What We Do
  • Our Work
  • Publications
  • News & Insight
  • Contact Us
Social
  • WhatsApp
  • X/Twitter
  • Instagram
  • Facebook
  • Youtube
  • Tiktok

© 2026 Trias Politika Strategis. All rights reserved.

  • Web Development by Metahuis