Pengamat Dorong Prabowo Reshuffle Total Kabinet dan Perbaiki Gaya Komunikasi

Pengamat Politik yang juga Direktur Eksekutif Trias Politika, Agung Baskoro, menilai Presiden Prabowo Subianto perlu segera melakukan pembenahan menyeluruh terhadap pemerintahan, baik dari sisi komposisi kabinet maupun gaya kepemimpinan.
Menurutnya langkah tersebut penting untuk menghentikan tren penurunan tingkat kepuasan publik terhadap kinerja pemerintah.
Agung mengatakan secara kelembagaan atau institusional, reshuffle atau perombakan kabinet pemerintahan perlu dilakukan secara menyeluruh pada sejumlah sektor strategis yang belakangan menjadi sorotan masyarakat.
“Secara institusional perlu segera dilakukan reshuffle total di bidang ekonomi, hukum, tata kelola program populis seperti Kopdes (Koperasi Desa) dan komunikasi yang dalam tiga bulan terakhir terus disoroti publik karena penuh dengan masalah,” kata Agung Baskoro, saat dihubungi Tribunnews.com, Rabu (29/7/2026).
Selain evaluasi terhadap kabinet, Agung juga menilai kepala negara perlu melakukan perubahan dalam pola kepemimpinan dan komunikasi publik agar tidak lagi memunculkan polemik yang dapat memengaruhi persepsi masyarakat.
“Secara personal, ini waktu yang pas bagi presiden untuk memperbaiki gaya kepemimpinan (leadership style) military way termasuk di dalamnya gaya komunikasi. Karena berulangkali tercipta blunder komunikasi publik yang tidak perlu gegara respon spontan beliau di luar teks,” ujarnya.
Menurut Agung, perlunya pembenahan tersebut juga tercermin dari hasil sejumlah survei yang menunjukkan tren penurunan kepuasan publik terhadap kinerja pemerintah dalam beberapa bulan terakhir.
Dia menyebut temuan tersebut konsisten terlihat sejak Mei hingga Juli 2026.
Berdasarkan survei Indopol pada Mei, tingkat kepuasan publik berada di angka 59,75 persen, sementara survei SMRC pada Juli mencatat angka kepuasan sebesar 51 persen.
“Realitas kualitatif di atas terafirmasi konsisten sejak bulan Mei hingga sekarang lewat temuan kuantitatif survei Indopol (59,75 persen) dan Juli melalui SMRC (51%) bahwa kepuasan publik atas kinerja pemerintah dalam tren penurunan signifikan,” ungkapnya.
Karena itu, Agung menegaskan pemerintah perlu segera melakukan langkah korektif agar kepercayaan publik tidak terus menurun.
“Artinya pembenahan harus segera dilakukan agar tak membuat legitimasi pemerintah semakin negatif,” tandasnya.
Gaya komunikasi disorot
Gaya komunikasi Prabowo Subianto akhir-akhir ini disorot.
Terbaru, pernyataan Prabowo soal “Londo Ireng” saat berpidato pada peringatan Hari Lahir ke-28 Partai Kebangkitan Bangsa, di Jakarta Convention Center, Jakarta, Kamis 23 Juli 2026.
Prabowo menyebut masih ada orang Indonesia yang suka mengabdi kepada bangsa lain, disebutnya sebagai Londo Ireng (Belanda hitam) yang kini berganti baju menjadi wartawan, jurnalis, pengamat, dan anggota LSM.
Ia mempertanyakan pihak yang membiayai kebutuhan kelompok kritis tersebut.
Terbit di Tribunnews


