Skip to content
logotrias
  • Tentang Kami
  • Layanan
  • Portofolio
  • Publikasi
  • Artikel
Contact Us
Kutipan, Media

Pengamat Sebut Isu Ijazah Jokowi-Gibran Belum Terkelola Baik, Singgung Kisah SBY di Pilpres 2004

October 30, 2026 admin
Pengamat Sebut Isu Ijazah Jokowi-Gibran Belum Terkelola Baik, Singgung Kisah SBY di Pilpres 2004
Presiden ke-7 RI Joko Widodo (kiri) didampingi putranya Gibran Rakabuming (kanan) menyalami warga sebelum mengikuti upacara pelantikannya sebagai Presiden RI pada 2019 silam. (Foto: ANTARA FOTO/Rachman)

Pengamat politik Agung Baskoro menilai, isu ijazah Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming dan ayah kandungnya, Presiden Ketujuh RI Joko Widodo (Jokowi) belum terkelola dengan baik.

Agung mengatakan, isu ijazah Jokowi-Gibran ini berdampak negatif bagi keduanya.

“Isu ijazah ini justru menggerus alias berimplikasi negatif bagi Jokowi effect. Apalagi isu ijazah Gibran,” kata Agung, saat dihubungi Tribunnews.com, pada Selasa (27/10/2026).

Ia mengatakan, politik adalah soal persepsi.

Sehingga, apabila tidak dikelola dengan baik akan memberi disinsentif bukan hanya bagi Gibran, tapi juga Jokowi effect.

“Terlepas efek sampingnya publisitas (soal isu ijazah) yang muncul masif, namun belum terkelola dengan baik,” ujarnya.

Padahal, menurut Agung, jika dikelola dengan baik, mencuatnya isu ijazah ini bisa menjadi momentum bagi Jokowi dan Gibran untuk memulihkan persepsi mereka di publik.

Agung menyinggung langkah Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) saat menghadapi Pilpres 2004, yang memunculkan persepsi “dizalimi” pihak petahana, Presiden Megawati Soekarnoputri.

Untuk diketahui, narasi bahwa SBY diperlakukan tidak adil oleh pihak petahana tersebut berhasil menarik simpati luas dari masyarakat, yang kemudian mendongkrak popularitas dan elektabilitasnya hingga berujung pada kemenangannya di Pilpres 2004 melawan Megawati.

“Padahal ini bisa jadi momentum yang baik bila Jokowi dan Gibran meniru langkah SBY dengan persepsi “dizalimi” saat menghadapi Pilpres 2004,” ucap Agung.

Sementara itu, Dewan Penasihat Gibranisti, Ade Darmawan, menilai polemik terkait ijazah Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka merupakan bagian dari grand design politik yang bertujuan menjatuhkan keluarga Jokowi.

“Kita melihat bahwa ada grand design politik yang selalu saja bagaimana (caranya) asalkan (menjatuhkan) keluarga bapak Insinyur Joko Widodo,” kata Ade Darmawan, dikutip dari tayangan di kanal YouTube Kompas TV, Selasa (27/10/2026).

Ade juga mempertanyakan maksud dari pihak-pihak yang mempersoalkan terkait latar belakang pendidikan Gibran, khususnya mengenai penyetaraan pendidikan setingkat sekolah menengah atas (SMA).

Menurut Ade, kewenangan untuk menentukan penyetaraan pendidikan tersebut berada pada kementerian terkait yang menerbitkan surat keterangan berdasarkan peraturan Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah (Dikdasmen).

“Kalian ini sebenarnya cari apa? Apa sih persoalan terkait masalah pendidikan mas Gibran. Persoalan penyetaraan setingkat SMA Itu kan otoritas ada sama Kementerian Pendidikan yang mengeluarkan suket berdasarkan peraturan Dikdasmen,” jelasnya.

“Kalau kementerian menilai bahwa berkas-berkas tersebut sudah sesuai atau setara dengan grade 12 dan lain sebagainya atau setara SMA, itu kan artinya selesai,” ujarnya.

Lebih lanjut, Ade Darmawan menilai perbedaan sistem pendidikan di setiap negara perlu menjadi pertimbangan dalam menanggapi polemik tersebut.

Karena itu, ia meminta agar tidak ada tuduhan secara langsung bahwa Gibran tidak memiliki ijazah setara SMA hanya karena perbedaan istilah atau jenjang pendidikan.

“Masalahnya apa? Bahwa ini (dikatakan) tidak ditemukan grade 12 dan lain-lain sebagainya, sekarang kan sistem masing-masing memiliki sistem di luar negeri,” ungkapnya.

“Kita tidak boleh serta-merta menuduh bahwa tidak ada ijazah SMA,” ucapnya.

Ia juga menyinggung gelar Bachelor of Science (B.Sc.) yang disandang Gibran.

Menurut Ade, gelar tersebut menunjukkan bahwa terdapat tahapan pendidikan yang telah dilalui Gibran sebelum memperoleh gelar sarjana.

“Bagaimana bisa tidak ada ijazah setara, sementara mas Gibran itu kita ketahui mas Wapres itu kan sudah B.Sc. di gelarnya,” kata Ade Darmawan.

“Nah, sementara di luar negeri itu tidak boleh orang bergelar B.Sc juga tanpa melalui tahapan-tahapan pendidikan yang tentunya memenuhi syarat untuk menjadi S1,” ucap pungkasnya.

Isu Ijazah Jokowi-Gibran

Kasus tudingan ijazah palsu terhadap Jokowi saat ini bergulir di Pengadilan Negeri Jakarta Timur.

Roy Suryo dan dr Tifauzia Tyassuma alias dokter Tifa kini duduk menjadi terdakwa dalam kasus tersebut.

Hingga saat ini, Jokowi belum memperlihatkan ijazah asli untuk meyakinkan publik terkait kasus tersebut.

Sementara itu, untuk ijazah Gibran kini bergulir isu hak angket di DPR RI buntut putusan Mahkamah Konstitusi (MK).

MK membacakan putusan perkara Nomor 01/PHPU.PRES-XXIV/2026 terkait perselisihan hasil Pemilu Presiden dan Wakil Presiden 2024 pada 6 Oktober 2026.

Dalam putusan tersebut, MK menyatakan para pemohon tidak memiliki kedudukan hukum untuk mengajukan permohonan dan menyatakan tidak berwenang mendiskualifikasi Gibran sebagai wakil presiden. 

MK menyerahkan tindak lanjut persoalan tersebut kepada lembaga terkait.

Namun begitu, MK menyatakan tidak menemukan adanya bukti yang menunjukkan Gibran punya ijazah tamat SMA di luar negeri. 


Terbit di Tribunnews

  • TribunNews
admin

Trias Politika Strategis adalah lembaga riset, survei, dan strategi politik. Fokus mengawal demokrasi Indonesia melalui layanan akademis berkualitas, pemenangan politik, media monitoring, serta pendampingan politik, dengan pengalaman mendukung partai, perusahaan, dan kandidat strategis.

Post navigation

Previous

Search

Categories

  • Kutipan (595)
  • Media (599)
  • Press Release (7)

Recent posts

  • Pengamat Sebut Isu Ijazah Jokowi-Gibran Belum Terkelola Baik, Singgung Kisah SBY di Pilpres 2004
    Presiden ke-7 RI Joko Widodo (kiri) didampingi putranya Gibran Rakabuming (kanan) menyalami warga sebelum mengikuti upacara pelantikannya sebagai Presiden RI pada 2019 silam. (Foto: ANTARA FOTO/Rachman)
    Pengamat Sebut Isu Ijazah Jokowi-Gibran Belum Terkelola Baik, Singgung Kisah SBY di Pilpres 2004
  • Jika Prabowo Tak Copot Nusron Wahid, Pengamat- Komitmen Pemberantasan Korupsi Dipertanyakan
    Jika Prabowo Tak Copot Nusron Wahid, Pengamat: Komitmen Pemberantasan Korupsi Dipertanyakan
  • Pengamat Sebut Isu Ijazah Gibran Menurunkan Kepercayaan Publik kepada Pemerintah
    Pengamat Sebut Isu Ijazah Gibran Menurunkan Kepercayaan Publik kepada Pemerintah

Tags

Alinea Antara Berita Satu Bisniscom Bloomberg CNA CNBC Indonesia CNN CNNIndonesia Detikcom Garuda TV IDN Times Inilahcom Investor ID Jakarta Globe Jawa Pos Katadata Kompas Kumparan Liputan 6 Media Indonesia Merdeka Metro TV Metro TV News nusantaratv okezone Rakyat Merdeka Republika SINDONews Sin Po Suara Tempo The Jakarta Post The Star The Strait Times Tirto TribunNews tvonenews TVRI News Viva VOI Warta Kota

Lanjut membaca

Jika Prabowo Tak Copot Nusron Wahid, Pengamat- Komitmen Pemberantasan Korupsi Dipertanyakan
Kutipan, Media

Jika Prabowo Tak Copot Nusron Wahid, Pengamat: Komitmen Pemberantasan Korupsi Dipertanyakan

October 30, 2026 admin

Pengamat politik Agung Baskoro menyampaikan pentingnya Presiden RI Prabowo Subianto untuk mencopot Menteri ATR/BPN Nusron Wahid dari kabinet Merah Putih. Hal ini seiring mencuatnya kabar Nusron Wahid terjerat kasus dugaan korupsi pada lingkungan kementerian yang dipimpinnya. Agung menyoroti Nusron telah dua kali mangkir dari pemanggilan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Padahal, lanjutnya, empat orang terdekatnya telah terjaring operasi tangkap […]

Pengamat Sebut Isu Ijazah Gibran Menurunkan Kepercayaan Publik kepada Pemerintah
Kutipan, Media

Pengamat Sebut Isu Ijazah Gibran Menurunkan Kepercayaan Publik kepada Pemerintah

October 29, 2026 admin

Polemik syarat pendidikan Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka masih menjadi perbincangan publik. Dinamika di parlemen juga terus bergulir pasca-Putusan Perselisihan Hasil Pemilihan Umum (PHPU) Mahkamah Konstitusi (MK) Nomor Nomor 01/PHPU.PRES-XXIV/2026. Direktur Eksekutif Trias Politika Strategis Agung Baskoro menilai, isu ijazah Gibran berdampak pada menurunya kepercayaan publik terhadap Pemerintahan Prabowo-Gibran. Survei Trias Politika dalam rangka 2 tahun […]

Prabowo Singgung Pemain Cadangan, Pengamat Tangkap Sinyal Reshuffle, Beberapa Bidang Belum Maksimal
Kutipan, Media

Prabowo Singgung Pemain Cadangan, Pengamat Tangkap Sinyal Reshuffle, Beberapa Bidang Belum Maksimal

October 26, 2026 admin

Presiden Prabowo Subianto menyinggung analogi tim sepak bola saat menggambarkan dinamika kerja Kabinet Merah Putih dalam Sidang Paripurna Kabinet di Jakarta, Rabu (21/10/2026). Saat itu, Presiden menyebut bahwa sejak awal masa pemerintahan, tidak semua pemain akan diturunkan pada babak pertama. Lantas, Prabowo menyinggung kata ‘para pemain cadangan’ di kabinet. “Sebagaimana saya sampaikan dari awal pemerintahan kita, tidak semua […]

logotrias

Lembaga penyelenggara jasa riset/survei, media monitoring, analisa strategi politik, pemenangan politik, dan pendampingan politik pasca memenangkan pemilihan.

About Us
  • About Us
  • What We Do
  • Our Work
  • Publications
  • News & Insight
  • Contact Us
Social
  • WhatsApp
  • X/Twitter
  • Instagram
  • Facebook
  • Youtube
  • Tiktok

© 2026 Trias Politika Strategis. All rights reserved.

  • Web Development by Metahuis