Prabowo Singgung Pemain Cadangan, Pengamat Tangkap Sinyal Reshuffle, Beberapa Bidang Belum Maksimal

Presiden Prabowo Subianto menyinggung analogi tim sepak bola saat menggambarkan dinamika kerja Kabinet Merah Putih dalam Sidang Paripurna Kabinet di Jakarta, Rabu (21/10/2026).
Saat itu, Presiden menyebut bahwa sejak awal masa pemerintahan, tidak semua pemain akan diturunkan pada babak pertama.
Lantas, Prabowo menyinggung kata ‘para pemain cadangan’ di kabinet.
“Sebagaimana saya sampaikan dari awal pemerintahan kita, tidak semua pemain akan kita mainkan di awal. Ada yang cadangan, ada yang pendukung, ada yang striker.”
“Yang cadangan jangan frustasi, pada saatnya Saudara akan kita mainkan. Ibarat ini pertandingan sepak bola, kita sesungguhnya belum sampai ke half time. Apa itu half time? Kita belum selesai satu babak kan, kita ini lima tahun, jadi dua setengah tahun baru yang babak pertama, habis itu kita akan ke babak kedua,” ungkap Prabowo.
“Jadi, ini masih babak pertama. Jadi, tenang-tenang aja para pemain cadangan yang saya sudah lihat gelisah. ‘Kapan saya dimainkan’,” imbuhnya.
Merespons pernyataan tersebut, pengamat politik Agung Baskoro menilai Presiden membuka ruang evaluasi dan kemungkinan perombakan kabinet. Terutama pada sejumlah bidang yang kinerjanya dinilai belum maksimal.
“Sinyalnya cukup kuat ya untuk terjadi reshuffle kesembilan, karena tadi ada beberapa bidang ya, ekonomi yang masih belum maksimal hukum apalagi terus program-program utama juga ya tata kelolanya masih disorot,” ucapnya Agung dalam dialog Tribun On Focus yang dipandu host Maria Nanda dari Studio Tribunnews Solo, Karanganyar, Jawa Tengah, Jumat (23/10/2026).
“Yang terakhir soal karhutla ya, kebakaran hutan dan lahan,” lanjutnya.
Sorotan terhadap empat bidang tersebut, lantas dapat menjadi indikasi menguatnya wacana reshuffle kabinet Prabowo.
“Nah, saya kira empat bidang ini sebagai tanda bahwa reshuffle akan segera mengemuka ya reshuffle kesembilan itu,” kata Direktur Eksekutif Trias Politika Strategis itu.
Selain faktor kinerja, Agung menilai pertimbangan politik juga dapat memengaruhi keputusan Prabowo untuk melakukan reshuffle kabinet.
“Nah, apalagi ada dimensi lain yang memang kita tahu ini bisa menjadi pertimbangan juga bagi Presiden untuk melakukan reshuffle selain dimensi kinerja atau teknokratis tadi yaitu dimensi politis,” jelasnya.
Presiden Prabowo belum lama ini, diketahui melantik empat wakil menteri (wamen) dan tiga pejabat lainnya di Istana Negara, Jakarta, pada Kamis (15/10/2026) kemarin.
Perombakan kabinet ini adalah reshuffle kabinet kedelapan yang sudah digelar selama hampir dua tahun pemerintahan Presiden RI Prabowo Subianto-Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka.
Reshuffle kabinet kedelapan hanya berjarak dua pekan dari reshuffle kabinet ketujuh yang digelar pada Kamis (1/10/2026) lalu.
Sementara itu, Reshuffle kabinet pertama dilakukan pada 19 Februari 2025, sekitar tiga bulan setelah Prabowo-Gibran dilantik sebagai Presiden dan Wakil Presiden RI.
Setelah itu, perombakan Kabinet Merah Putih kembali berlangsung pada 8 dan 17 September 2025, 8 Oktober 2025, 27 April 2026, serta 14 September 2026.
Pernyataan Prabowo Ibaratkan Sepak Bola untuk Kabinet Merah Putih
Presiden RI, Prabowo Subianto mengibaratkan satu periode masa pemerintahannya seperti dua babak pada pertandingan sepak bola.
Prabowo menyebut, dalam masa pemerintahan lima tahun, babak pertama berlangsung selama dua setengah tahun awal.
Pernyataan tersebut, disampaikan Prabowo saat pembukaan Sidang Paripurna Kabinet di Jakarta, Rabu (21/10/2026).
“Ibarat ini pertandingan sepak bola, kita sesungguhnya belum sampai ke halftime. Apa itu halftime? Ya kita belum selesai satu babak kan. Kita ini 5 tahun. Jadi 2,5 tahun baru babak pertama. Habis itu kita akan ke babak kedua,” ucapnya.
“Jadi ini masih masih babak pertama. Jadi tenang-tenang saja para pemain cadangan yang saya sudah lihat gelisah, ‘Kapan saya dimainkan?’,” tambah Kepala Negara.
Dalam pidato tersebut, Prabowo menegaskan bahwa sejak awal pemerintahan, ia telah mengisyaratkan tidak semua pemain akan diturunkan pada babak pertama.
“Sebagaimana saya sampaikan dari awal pemerintahan kita, tidak semua pemain akan kita mainkan di awal. Ada yang cadangan, ada yang pendukung, ada yang striker.”
“Yang cadangan jangan frustrasi, pada saatnya Saudara akan kita mainkan,” jelasnya.
Namun, kata Prabowo, ia prihatin karena di babak pertama sudah ada yang masuk rumah sakit.
“Tapi, Saudara-saudara, saya sudah prihatin di babak pertama sudah ada yang masuk rumah sakit,” ucap Prabowo.
“Nah, ini yang kita waspadai ya. Saya minta Menteri Kesehatan, coba menteri-menteri, wakil menteri, kepala badan mungkin diundang check-up yang lebih teliti lagi. Cari vitamin-vitamin yang bagus. Kalau Menteri Kesehatan tidak tahu nanti dari saya daftar vitaminnya,” imbuhnya.
Terbit di Tribunnews


