Skip to content
logotrias
  • Tentang Kami
  • Layanan
  • Portofolio
  • Publikasi
  • Artikel
Contact Us
Kutipan, Media

5 Sinyal Politik di Balik Safari Jokowi: Ada Kekuatan Besar Bakal Kena Imbas?

August 4, 2026 admin
5 Sinyal Politik di Balik Safari Jokowi- Ada Kekuatan Besar Bakal Kena Imbas?
Jokowi Ingin Kader PSI Ubah Cara Kerja Organisasi Agar Berhasil di 2029

Safari Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) ke sejumlah daerah memunculkan sejumlah sinyal politik menjelang Pemilu 2029. Kunjungan yang diwarnai penerimaan gelar adat di Lampung dan Nusa Tenggara Timur (NTT) dinilai pengamat bukan sekadar agenda kebudayaan, tetapi juga berkaitan dengan upaya menjaga pengaruh politik setelah tidak lagi menjabat sebagai presiden.

Pada 26–28 Juni 2026, Jokowi menerima gelar adat “Baginda Pemuka Bangsa” di Lampung. Kemudian, pada 31 Juli–2 Agustus 2026, ia melanjutkan safari ke NTT dan dinobatkan sebagai “Sesepuh Raja-Raja Timor”.

Dalam rangkaian kunjungan itu, Jokowi juga menghadiri Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Kota Kupang dan memberikan arahan kepada kader.

Rangkaian kegiatan tersebut memunculkan lima pembacaan mengenai posisi politik Jokowi setelah tidak lagi menjabat sebagai presiden sejak Oktober 2024.

Seluruh pembacaan dalam artikel ini merupakan pandangan pengamat terhadap dinamika politik yang berkembang, bukan pernyataan langsung dari Jokowi.

Berikut lima sinyal politik yang muncul dari safari Jokowi:

Pengaruh Jokowi Belum Pudar

Ringkasnya: Safari Jokowi dibaca sebagai cara menunjukkan bahwa pengaruh politik dan basis dukungannya masih tetap terjaga setelah tidak lagi menjabat sebagai presiden.

Analis PARA Syndicate Ari Nurcahyo menilai penerimaan gelar adat menunjukkan Jokowi masih memiliki legitimasi sosial dan dukungan kuat di tingkat akar rumput (grassroots).

“Jokowi ingin menunjukkan bahwa pengaruh politiknya tidak memudar pasca-lengser pada Oktober 2024,” kata Ari kepada Tribunnews.com, Minggu (2/8/2026).

Menurut Ari, dukungan masyarakat yang terlihat dalam setiap kunjungan menjadi sinyal kepada elite politik bahwa Jokowi masih memiliki basis dukungan yang diperhitungkan.

“Hal ini krusial untuk menjaga bargaining power (posisi tawar) dalam negosiasi politik dan koalisi ke depan,” ujarnya.

Gelar Adat, Sinyal Politik

Ringkasnya: Penerimaan gelar adat dinilai bukan sekadar seremoni budaya, tetapi simbol yang memperkuat legitimasi sosial sekaligus posisi tawar Jokowi.

Menurut Ari, gelar “Baginda Pemuka Bangsa” di Lampung dan “Sesepuh Raja-Raja Timor” di NTT menunjukkan masih adanya penerimaan dari tokoh adat dan masyarakat di berbagai daerah.

Ia menilai simbol budaya tersebut ikut menjaga pengaruh politik Jokowi setelah masa kepresidenan.

“Dengan memobilisasi massa dan menerima pengakuan dari tokoh-tokoh adat, Jokowi mengirimkan sinyal kuat kepada elite politik di Jakarta, termasuk pemerintahan saat ini, bahwa ia masih menguasai basis dukungan grassroots yang signifikan,” ujar Ari.

Dalam pembacaan tersebut, simbol budaya dipandang sebagai instrumen untuk memperkuat posisi tawar Jokowi dalam dinamika politik nasional.

PSI dan Misi 2029

Ringkasnya: Sejumlah pengamat menilai safari Jokowi berkaitan dengan upaya memperkuat infrastruktur politik baru melalui PSI menjelang Pemilu 2029.

Pembacaan tersebut menguat setelah Jokowi menghadiri Rakorda PSI Kota Kupang dan meminta kader memperkuat struktur organisasi hingga tingkat desa dan tempat pemungutan suara (TPS).

Menurut Analis PARA Syndicate Ari Nurcahyo, langkah tersebut menunjukkan upaya menjaga basis dukungan sekaligus memperkuat PSI sebagai kekuatan politik baru.

“Safari politik Jokowi ke berbagai daerah dengan menerima gelar raja adat adalah langkah strategis yang sengaja dirancang untuk merawat basis massa dan memperkuat PSI sebagai kendaraan politik baru keluarganya menjelang Pemilu 2029,” ujar Ari.

Namun, Ketua Harian DPP PSI Ahmad Ali memiliki pembacaan berbeda. Ia menilai antusiasme masyarakat terhadap Jokowi di NTT lebih berkaitan dengan apresiasi atas pembangunan selama dua periode kepemimpinannya, bukan semata agenda politik menuju Pemilu 2029.

Pemerintahan Prabowo Kena Imbas?

Ringkasnya: Jika pengaruh politik Jokowi masih dinilai kuat, safari tersebut dapat memunculkan kalkulasi baru di kalangan elite nasional.

Ari menilai keberlanjutan safari Jokowi berpotensi memengaruhi dinamika pemerintahan Presiden Prabowo Subianto karena elite mulai menghitung peta kekuasaan menuju 2029.

“Bagi pemerintahan Prabowo Subianto, manuver politik Jokowi tersebut dapat berpotensi mengganggu konsentrasi pemerintahan karena memaksa elite politik untuk lebih dini memikirkan kalkulasi kekuasaan 2029,” katanya.

Menurut Ari, posisi Jokowi kini berubah dari mantan presiden pendukung menjadi aktor politik yang membangun poros kekuatannya sendiri.

“Posisi Jokowi kini bertransformasi dari sekadar mantan presiden pendukung menjadi aktor politik dominan yang sedang membangun poros kekuatannya sendiri,” ujarnya.

PSI Hadapi Tembok PDIP

Ringkasnya: Dukungan terhadap Jokowi belum otomatis berubah menjadi suara bagi PSI karena partai tetap harus membangun mesin politik dan bersaing dengan partai-partai besar.

Pengamat komunikasi politik Universitas Esa Unggul M. Jamiluddin Ritonga menilai NTT menjadi wilayah penting bagi strategi elektoral PSI. Namun, daerah tersebut juga merupakan basis tradisional PDIP dengan jaringan kader yang kuat.

“NTT juga menjadi basis PDIP. Partai besutan Megawati Soekarnoputri tentu tidak akan membiarkan begitu saja NTT menjadi basis PSI,” kata Jamiluddin.

Ia memperkirakan kenaikan suara PSI tetap terbuka, tetapi tidak mudah karena harus bersaing dengan partai besar.

Sementara itu, pengamat politik Universitas Islam Negeri (UIN) Jakarta Adi Prayitno mengingatkan bahwa kekuatan Jokowi dalam pilpres belum tentu otomatis terbawa ke pemilihan legislatif.

“Pilpres dan pileg beda pertempuran politiknya. Pileg itu ujung tombaknya caleg yang diusung,” ujar Adi.

Direktur Eksekutif Trias Politika Agung Baskoro menambahkan, PSI tetap harus memperkuat basis elektoral dan tidak dapat sepenuhnya bergantung pada popularitas Jokowi.

Peta 2029

Safari Jokowi memunculkan sejumlah sinyal politik yang dibaca pengamat sebagai bagian dari dinamika menuju Pemilu 2029. Namun, sejauh mana langkah tersebut memengaruhi konfigurasi politik nasional masih akan diuji oleh perkembangan koalisi, respons publik, dan peta elektoral ke depan.


Terbit di Tribunnews

  • TribunNews
admin

Trias Politika Strategis adalah lembaga riset, survei, dan strategi politik. Fokus mengawal demokrasi Indonesia melalui layanan akademis berkualitas, pemenangan politik, media monitoring, serta pendampingan politik, dengan pengalaman mendukung partai, perusahaan, dan kandidat strategis.

Post navigation

Previous

Search

Categories

  • Kutipan (511)
  • Media (515)
  • Press Release (7)

Recent posts

  • 5 Sinyal Politik di Balik Safari Jokowi- Ada Kekuatan Besar Bakal Kena Imbas?
    Jokowi Ingin Kader PSI Ubah Cara Kerja Organisasi Agar Berhasil di 2029
    5 Sinyal Politik di Balik Safari Jokowi: Ada Kekuatan Besar Bakal Kena Imbas?
  • “Jokowi Masih Punya Magnet”, Seberapa Kuat PSI Bersaing dengan Partai Besar?
    “Jokowi Masih Punya Magnet”, Seberapa Kuat PSI Bersaing dengan Partai Besar?
  • Pengamat Dorong Prabowo Reshuffle Total Kabinet dan Perbaiki Gaya Komunikasi
    Pengamat Dorong Prabowo Reshuffle Total Kabinet dan Perbaiki Gaya Komunikasi

Tags

Alinea Antara Berita Satu Bisniscom Bloomberg CNA CNBC Indonesia CNN CNNIndonesia Detikcom IDN Times Inilahcom Jakarta Globe Jawa Pos Katadata Kompas Kumparan Liputan 6 Media Indonesia Merdeka Metro TV Metro TV News nusantaratv okezone Rakyat Merdeka Republika SINDONews Sin Po Suara Tempo The Jakarta Post The Star The Strait Times Tirto TribunNews tvonenews TVRI News Viva VOI Warta Kota

Lanjut membaca

“Jokowi Masih Punya Magnet”, Seberapa Kuat PSI Bersaing dengan Partai Besar?
Kutipan, Media

“Jokowi Masih Punya Magnet”, Seberapa Kuat PSI Bersaing dengan Partai Besar?

August 4, 2026 admin

Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi), ayah Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, dinilai masih memiliki daya tarik politik yang berpotensi memberi efek elektoral bagi Partai Solidaritas Indonesia (PSI). Analisis itu muncul setelah kunjungan Jokowi ke Nusa Tenggara Timur (NTT) pada 31 Juli hingga 2 Agustus 2026 mendapat sambutan masyarakat. Direktur Eksekutif Trias Politika Agung Baskoro menilai NTT masih menjadi salah satu wilayah dengan basis dukungan laten bagi Jokowi. Menurutnya, kondisi […]

Pengamat Dorong Prabowo Reshuffle Total Kabinet dan Perbaiki Gaya Komunikasi
Kutipan, Media

Pengamat Dorong Prabowo Reshuffle Total Kabinet dan Perbaiki Gaya Komunikasi

July 30, 2026 admin

Pengamat Politik yang juga Direktur Eksekutif Trias Politika, Agung Baskoro, menilai Presiden Prabowo Subianto perlu segera melakukan pembenahan menyeluruh terhadap pemerintahan, baik dari sisi komposisi kabinet maupun gaya kepemimpinan.  Menurutnya langkah tersebut penting untuk menghentikan tren penurunan tingkat kepuasan publik terhadap kinerja pemerintah. Agung mengatakan secara kelembagaan atau institusional, reshuffle atau perombakan kabinet pemerintahan perlu […]

Peneliti BRIN Desak Prabowo Segera Reshuffle Kabinet, Jelaskan Kriteria Menteri yang Layak Diganti
Kutipan, Media

Peneliti BRIN Desak Prabowo Segera Reshuffle Kabinet, Jelaskan Kriteria Menteri yang Layak Diganti

July 29, 2026 admin

Peneliti Senior Bidang Politik Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Lili Romli mendesak Presiden Prabowo Subianto untuk segera melakukan perombakan atau reshuffle kabinet.  Keputusan ini dinilai mendesak agar merespons tingkat kepuasan publik terhadap kinerja pemerintah yang menunjukkan tren penurunan. Evaluasi dan pergantian jajaran pembantu presiden dianggap menjadi salah satu langkah yang mutlak dilakukan untuk memulihkan kembali […]

logotrias

Lembaga penyelenggara jasa riset/survei, media monitoring, analisa strategi politik, pemenangan politik, dan pendampingan politik pasca memenangkan pemilihan.

About Us
  • About Us
  • What We Do
  • Our Work
  • Publications
  • News & Insight
  • Contact Us
Social
  • WhatsApp
  • X/Twitter
  • Instagram
  • Facebook
  • Youtube
  • Tiktok

© 2026 Trias Politika Strategis. All rights reserved.

  • Web Development by Metahuis