Cegah Massa NU Cuma Dimanfaatkan di Pemilu, Pengamat Minta Gus Kikin Fokus Ekonomi Umat

Pengamat politik Agung Baskoro mendorong Nahdlatul Ulama (NU) memperkuat kemandirian ekonomi organisasi dan warga Nahdliyin di bawah kepemimpinan Ketua Umum PBNU terpilih, KH Abdul Hakim Mahfudz atau Gus Kikin.
Menurut Agung, kemandirian ekonomi penting agar besarnya basis massa NU tidak hanya dimanfaatkan sebagai komoditas politik menjelang pemilihan umum, baik pemilu legislatif, pemilihan presiden, maupun pemilihan kepala daerah.
Agung menilai latar belakang profesional dan pengalaman kewirausahaan Gus Kikin dapat menjadi modal untuk membangun fondasi ekonomi NU yang lebih kuat.
“NU sebagai organisasi dengan pengalaman profesional yang dimiliki oleh Gus Kikin bisa menjadi organisasi yang mandiri secara ekonomi, sehingga tidak hanya sekadar dimanfaatkan karena punya basis massa yang ujungnya untuk bursa politik, apakah itu di pileg, pilpres, ataupun pilkada,” ujar Agung.
Ia menilai kemandirian ekonomi juga dapat memperkuat posisi tawar NU di tingkat nasional. Organisasi dinilai akan lebih leluasa menentukan arah kebijakan tanpa bergantung pada kepentingan politik tertentu.
Agung juga menyoroti kondisi ekonomi sebagian warga NU yang masih berada pada kelompok menengah ke bawah. Karena itu, kepemimpinan baru PBNU dinilai perlu memprioritaskan program pemberdayaan ekonomi yang menyentuh langsung masyarakat di tingkat akar rumput.
“NU punya posisi tawar karena mandiri secara ekonomi. Banyak anggota dari kader NU sendiri yang memang berasal dari kalangan ekonomi menengah ke bawah yang perlu disejahterakan dan diberdayakan secara optimal,” katanya.
Penguatan ekonomi tersebut diharapkan tidak hanya meningkatkan kesejahteraan warga Nahdliyin, tetapi juga membangun NU sebagai organisasi yang mandiri dan memiliki daya saing.
Dengan fondasi ekonomi yang kuat, NU dinilai dapat lebih fokus menjalankan peran keagamaan dan kemasyarakatan serta mengurangi ketergantungan pada kepentingan politik praktis.
Terbit di Garuda TV