Skip to content
logotrias
  • Tentang Kami
  • Layanan
  • Portofolio
  • Publikasi
  • Artikel
Contact Us
Kutipan, Media

Bahas RUU Pemilu, Parpol Koalisi Belum Kompak

May 4, 2026 admin
Bahas RUU Pemilu, Parpol Koalisi Belum Kompak
Menko Bidang Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan Yusril Ihza Mahendra. (Foto: Rizki Syahputra/rm.id)

Pembahasan Rancangan Undang-Undang (RUU) di DPR masih jalan di tempat. Partai-partai yang tergabung dalam koalisi pendukung Pemerintah, masih belum satu suara. Ada usulan, agar RUU Pemilu ini menjadi inisiatif Pemerintah, bukan DPR lagi. 

Saat ini, RUU tentang Perubahan Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilu masih berkutat di internal Komisi II DPR sebagai usulan parlemen. Naskah akademik dan draf RUU menjadi pekerjaan awal yang harus dirampungkan sebelum dibahas bersama pemerintah. Sayangnya, hingga kini proses tersebut masih diwarnai tarik-ulur dan belum menunjukkan perkembangan yang signifikan. 

Menko Bidang Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan Yusril Ihza Mahendra menegaskan, pemerintah menargetkan pembahasan bisa dimulai tahun ini dan rampung sebelum separuh masa pemerintahan berjalan. Ia bahkan membuka kemungkinan pemerintah mengambil alih inisiatif jika pembahasan di DPR terus berjalan di tempat. 

“Kalau misalnya sampai setengah, dua setengah tahun belum juga selesai, maka memang enggak ada salahnya juga diadakan negosiasi kembali siapa yang akan mengajukan draf,” kata Yusril. 

Sejak awal, revisi UU Pemilu memang telah disepakati sebagai inisiatif DPR. Karena inisiatif DPR, pemerintah masih sebatas melakukan inventarisasi berbagai persoalan kepemiluan. Apabila draf telah dirampungkan DPR, daftar inventarisasi masalah (DIM) akan disusun oleh pemerintah. Namun, apabila inisiatif beralih, penyusunan draf secara mandiri juga telah disiapkan. 

Wakil Ketua DPR Saan Mustopa menuturkan, draf RUU Pemilu masih dalam tahap penggodokan dengan menunggu masukan dari fraksi untuk dikaji lebih lanjut. Namun, pembahasannya pasti dilakukan di waktu yang tepat. 

“Masih dalam tahap kajian, tahap mendengar semua yang dari partai-partai. Tapi sekali lagi DPR pasti nanti akan memulai di waktu yang pas dan tepat,” ujar Saan di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (1/5/2026). 

Saan menjelaskan, belum dimulainya pembahasan bukan karena ketiadaan keinginan politik, melainkan karena proses kajian masih berlangsung di internal partai dan fraksi. Menurutnya, sinkronisasi terhadap sejumlah putusan MK juga disebut menjadi faktor yang harus diperhatikan. 

“Ini kan banyak putusan-putusan mahkamah konstitusi juga ya yang ini juga harus disinkronkan,” ujar Wakil Ketua Umum Partai NasDem tersebut.

Namun, Wakil Ketua Umum PAN Saleh Partaonan Daulay setuju kalau RUU Pemilu jadi inisiatif pemerintah saja. Langkah tersebut dinilai dapat meredam tarik-ulur kepentingan partai sejak awal, terlebih dengan waktu pembahasan yang semakin terbatas. 

“Kalau didasarkan atas inisiatif pemerintah, pergelutan pikiran dan agenda partai politik dapat dihindari di awal pembahasan,” kata Saleh. 

Direktur Trias Politika Strategis Agung Baskoro menilai, tarik-ulur kepentingan parpol dalam menyusun draft RUU Pemilu merupakan hal yang wajar. Dia bilang, banyaknya pihak yang terlibat mulai dari partai parlemen, non-parlemen, pemerintah, hingga masyarakat, membuat proses pembahasan menjadi kompleks. 

“Sehingga wajar jika RUU Pemilu ini mandek,” ungkapnya kepada Rakyat Merdeka, Minggu (3/5/2026). 

Selain itu, ditekankan bahwa draf RUU yang tengah disusun harus mampu mengakomodasi seluruh putusan MK yang telah mengubah berbagai aspek pemilu. Mulai dari ambang batas parlemen, syarat pencalonan presiden, hingga model pemilu. 

Ribut Ambang Batas Parlemen 

Salah satu poin yang belum ada titik di RUU Pemilu adalah ambang batas parlemen. Mayoritas parpol belum satu suara soal angka yang tepat sebagai ambang batas parlemen di Pemilu 2029. 

Di tengah perbedaan itu, Yusril kembali melemparkan usulan. Menurutnya, ambang batas parlemen didasarkan pada jumlah komisi di DPR saja, yakni 13. Artinya, parpol bisa masuk ke Senayan, bila berhasil meraih sedikitnya 13 kursi legislatif. 

Usulan Yusril ini, kembali ditanggapi beragam oleh parpol. Sekjen Partai Golkar Muhammad Sarmuji mengatakan usulan Yusril soal ambang batas parlemen yang menyamai jumlah komisi di DPR RI lebih tepat sebagai syarat pembentukan fraksi, bukan ambang batas parlemen. 

Ia mengatakan partai politik yang memiliki sedikit kursi di parlemen justru akan paling sibuk karena harus menjalani sejumlah rapat secara bersamaan, baik rapat komisi maupun rapat alat kelengkapan dewan. Untuk itu, Sarmuji mengusulkan ambang batas parlemen naik satu angka. 

“Kami mengusulkan angka yang moderat saja, yaitu 5 persen. Sedikit di atas ambang batas parlemen pada pemilu lalu,” katanya. 

Ketua DPP PKB Daniel Johan bersikap lebih fleksibel atas semua masukan terkait ambang batas parlemen. “Kita saat ini terbuka untuk mendapat segala masukan dan variasinya yang akan terus kami kaji secara mendalam,” katanya. 

Sikap serupa disampaikan Sekjen PDI Perjuangan (PDIP) Hasto Kristiyanto yang sampai saat ini menyebut partainya belum menentukan angka ideal untuk ambang batas. “Berapa angka yang ideal? Nah inilah yang nanti akan dibangun melalui suatu proses politik,” ujar Sekjen PDIP, Hasto Kristiyanto, Minggu (3/6/2026). 

Hasto menyebut, partainya akan berdialog dengan semua partai, termasuk partai non-parlemen, untuk mencari titik tengah mengenai besaran angkanya. “Inilah yang kemudian diperhatikan oleh PDI Perjuangan sehingga nanti akan mengerucut kepada gambaran yang bisa disepakati bersama,” tandasnya.


Terbit di Rakyat Merdeka

  • Rakyat Merdeka
admin

Trias Politika Strategis adalah lembaga riset, survei, dan strategi politik. Fokus mengawal demokrasi Indonesia melalui layanan akademis berkualitas, pemenangan politik, media monitoring, serta pendampingan politik, dengan pengalaman mendukung partai, perusahaan, dan kandidat strategis.

Post navigation

Previous
Next

Search

Categories

  • Kutipan (544)
  • Media (548)
  • Press Release (7)

Recent posts

  • Kasus Korupsi Fahd A Rafiq dan Ujian Kaderisasi Partai Golkar
    Kasus Korupsi Fahd A Rafiq dan Ujian Kaderisasi Partai Golkar
  • Pengamat Desak Nusron Muncul usai KPK OTT Kasus Suap HGB Summarecon- Wibawa Negara Dipertaruhkan
    Pengamat Desak Nusron Muncul usai KPK OTT Kasus Suap HGB Summarecon: Wibawa Negara Dipertaruhkan
  • Untung-Rugi Ambang Batas Parlemen 5 Persen
    Untung-Rugi Ambang Batas Parlemen 5 Persen

Tags

Alinea Antara Berita Satu Bisniscom Bloomberg CNA CNBC Indonesia CNN CNNIndonesia Detikcom Garuda TV IDN Times Inilahcom Jakarta Globe Jawa Pos Katadata Kompas Kumparan Liputan 6 Media Indonesia Merdeka Metro TV Metro TV News nusantaratv okezone Rakyat Merdeka Republika SINDONews Sin Po Suara Tempo The Jakarta Post The Star The Strait Times Tirto TribunNews tvonenews TVRI News Viva VOI Warta Kota

Lanjut membaca

Garis Politik Bisa Beda, Tapi Tetap Kerja Sama
Kutipan, Media

Garis Politik Bisa Beda, Tapi Tetap Kerja Sama

September 17, 2026 admin

Presiden Prabowo Subianto dan Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung meresmikan Light Rail Transit (LRT) Jakarta rute Kelapa Gading-Manggarai, Rabu (16/9/2026). Duduk di gerbong yang sama saat menjajal LRT tersebut, Prabowo sempat memuji Pramono. Mengenakan baju safari berwarna khaki, Prabowo tiba di Stasiun LRT Kelapa Gading sekitar pukul 13.56 WIB. Prabowo disambut Pramono. Setelah bersalaman dan berbincang singkat, keduanya […]

Jokowi Peringati Maulid Nabi Di Kebumen, Gunakan Kekuasaan Dengan Bijaksana
Kutipan, Media

Jokowi Peringati Maulid Nabi Di Kebumen, Gunakan Kekuasaan Dengan Bijaksana

August 31, 2026 admin

Presiden ke-7 RI Jokowi menghadiri peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Pondok Pesantren Al-Falah Sumberadi, Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah, Sabtu (29/8/2026). Jokowi menyampaikan pesan untuk menggunakan kekuasaan dengan bijaksana. Di hadapan ribuan jemaah dari berbagai daerah, Jokowi mengawali pesannya dengan mengingatkan perbedaan dalam dunia politik merupakan hal yang lumrah. Namun, perbedaan tersebut jangan sampai menjadi alasan untuk saling menghina, mencaci, […]

Akhir Bulan Ini Ke NTT, Safari Jokowi Berlanjut
Kutipan, Media

Akhir Bulan Ini Ke NTT, Safari Jokowi Berlanjut

July 29, 2026 admin

Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) akan melanjutkan safari politiknya ke daerah. Setelah menyambangi Lampung, Jokowi dijadwalkan ke Nusa Tenggara Timur (NTT) pada akhir bulan ini. Agendanya, Jokowi bakal bertemu tokoh daerah, relawan, sekaligus menghadiri agenda Partai Solidaritas Indonesia (PSI).  Kabar tersebut disampaikan Ketua DPP PSI Bestari Barus. Menurutnya, NTT menjadi tujuan berikutnya dalam rangkaian safari kebangsaan Jokowi. “Kami akan […]

logotrias

Lembaga penyelenggara jasa riset/survei, media monitoring, analisa strategi politik, pemenangan politik, dan pendampingan politik pasca memenangkan pemilihan.

About Us
  • About Us
  • What We Do
  • Our Work
  • Publications
  • News & Insight
  • Contact Us
Social
  • WhatsApp
  • X/Twitter
  • Instagram
  • Facebook
  • Youtube
  • Tiktok

© 2026 Trias Politika Strategis. All rights reserved.

  • Web Development by Metahuis