Skip to content
logotrias
  • Tentang Kami
  • Layanan
  • Portofolio
  • Publikasi
  • Artikel
Contact Us
Kutipan, Media

Ancaman KKN hingga Oligarki Elite di Balik Ide Parpol Buat Badan Usaha

May 23, 2025 admin
Ancaman KKN hingga Oligarki Elite di Balik Ide Parpol Buat Badan Usaha
Ilustrasi. Kemendagri usul partai politik bisa buat badan usaha. (ANTARA FOTO/Mohammad Ayudha)

Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) mengusulkan agar partai politik (parpol) diperbolehkan untuk mendirikan atau memiliki badan usaha. Hal itu diusulkan diakomodir melalui perubahan aturan tentang parpol.
Adapun usulan itu disampaikan Dirjen Politik dan Pemerintahan Umum Kemendagri Bahtiar saat menyerahkan bantuan dana politik (Banpol) kepada DPP Partai Gerindra, Rabu (21/5).

Ia menilai usulan itu layak diakomodir lantaran aturan terkait parpol yang tercantum dalam UU Nomor 2 Tahun 2011 saat ini belum mengatur terkait pengelolaan aset partai. Terlebih, kata dia, partai politik di Indonesia saat ini banyak memiliki keterbatasan terkait sumber pendanaan internal mereka.

Adapun dalam UU Nomor 2 Tahun 2011 tentang Partai Politik saat ini tak mengizinkan partai memiliki badan usaha. UU dan aturan turunannya dalam PP Nomor 1 Tahun 2018 menyebutkan sumber dana partai hanya berasal tiga sumber, yakni iuran anggota, sumbangan yang sah menurut hukum, dan bantuan APBN/APBD.

Bahtiar turut menyinggung upaya revisi UU Partai Politik sejak 1999 hingga direvisi terakhir pada 2011. Menurutnya, meski telah dua kali direvisi sejak 1999, UU itu belum mengatur secara ideal soal sumber pendanaan partai.

Tak hanya itu, Bahtiar mengatakan partai politik yang diperbolehkan membangun badan usaha bukanlah suatu hal yang baru. Ia menyebut hal serupa sudah diberlakukan di Jerman.

“Nah, ormas yang sekarang boleh kok mendirikan badan usaha, kenapa partai politik tidak boleh mempunyai badan usaha? Toh, manajemennya berbeda, cuma akuntabilitasnya saja,” ujarnya.

“Bukan karena bukan karena parpol yang menginginkan, tapi kita semua sebagai bangsa yang mau negara kita bergerak menjadi negara demokrasi yang kuat dan maju,” sambungnya.

Kartel dan Oligarki Elite Politik Makin Buruk

Pengamat politik Universitas Andalas Asrinaldi menilai usulan parpol diperbolehkan mendirikan badan usaha ini berpotensi menimbulkan masalah yang lebih buruk. Namun, ia mengakui sumber keuangan partai politik masih menjadi masalah dalam membiayai kegiatan partai untuk menjalankan fungsinya.

“Namun, dengan kondisi partai politik yang perlembagaannya buruk, sangat berbahaya kalau partai politik memiliki badan usaha. Akan memperparah kartel politik dan semakin menguatkan oligarki,” kata Asrinaldi kepada CNNIndonesia.com, Jumat (23/5).

Asrinaldi menilai alasan usulan ini sudah diberlakukan di Jerman tak relevan. Sebab, menurut dia, partai politik di Jerman sudah matang dan memiliki tanggung jawab yang kuat kepada publik.

Terlebih, kata dia, partai politik di Indonesia saat ini justru kerap membahayakan demokrasi dengan memanfaatkan kekuasaan untuk berbisnis. Menurutnya, hal itu kerap dilakukan oleh partai politik dengan cara terselubung demi memuluskan kepentingan ekonomi elite partai politik.

“Harus dikaji betul pola seperti ini. Saya lebih menyarankan untuk pembiayaan partai baiknya menggunakan dana APBN dan dipertanggungjawabkan ke publik. Jadi partai terikat dengan negara melaksanakan fungsinya,” ujarnya.

“Tapi kalau dalam bentuk badan usaha bisa-bisa mereka tidak lagi fokus melaksanakan fungsinya dan memanfaatkan kekuasaan politiknya untuk memperkuat bisnis di antara mereka saja,” sambungnya.

Asrinaldi mengkhawatirkan jika usulan ini diterapkan maka akan memperparah praktik korupsi di Indonesia. Utamanya, korupsi terkait tender proyek yang melibatkan badan usaha ketika lelang.

Manipulasi tender pakai APBN
Ia menilai ada potensi badan usaha milik partai politik ini akan menjadi sarana untuk memanipulasi proses tender proyek besar yang menggunakan APBN.

“Nanti katakan ada lelang terbatas ada lelang yang dilakukan secara transparan saya tidak yakin dengan itu karena kita tahu kuasa partai itu lebih besar di Indonesia,” ujar dia.

“Kecuali Indonesia sudah matang berdemokrasi dan elitenya bertangungjawab kepada publik sebagaimana negara negara di Eropa,” imbuhnya.

Memperparah KKN
Senada, Direktur Trias Politika Strategis Agung Baskoro juga khawatir usulan partai politik mendirikan badan usaha dapat memperburuk kondisi korupsi, kolusi, dan nepotisme di Indonesia.

Ia menilai usulan ini berpotensi memperuncing konflik kepentingan. Sebab, menurut dia, banyak elite partai politik di Indonesia yang juga menempati posisi sebagai penyelenggara negara.

“Sehingga dikhawatirkan kalau partai mengelola badan usaha, maka ada kecenderungan, conflict of interest diantara para penyelenggara negara karena mereka juga merupakan kader partai,” ujarnya kepada CNNIndonesia.com.

Alih-alih memberikan izin mendirikan badan usaha, ia menilai sebaiknya negara memberikan bantuan atau subsidi lebih besar kepada partai politik yang wajib dipertanggungjawabkan dan diaudit berkala.

Ia menegaskan bantuan atau subsidi itu diberikan sebagai syarat agar partai politik melakukan perbaikan internal seperti kaderisasi hingga perbaikan transparansi partai.

“Dengan syarat dan ketentuan partai harus bisa menunjukkan komitmen terhadap derajat demokratisasi di internal mereka secara lebih baik setiap waktunya,” ujarnya.

“Yang paling utama bagaimana demokratisasi di internal partai berjalan termasuk soal pembatasan periode jabatan ketua umum misalkan, ataupun jabatan strategis lain, dan paling utama ya pembatasan periode dewan,” sambungnya.


Sumber: CNN Indonesia

  • CNNIndonesia
admin

Trias Politika Strategis adalah lembaga riset, survei, dan strategi politik. Fokus mengawal demokrasi Indonesia melalui layanan akademis berkualitas, pemenangan politik, media monitoring, serta pendampingan politik, dengan pengalaman mendukung partai, perusahaan, dan kandidat strategis.

Post navigation

Previous
Next

Search

Categories

  • Kutipan (456)
  • Media (460)
  • Press Release (7)

Recent posts

  • Kritik Agung Baskoro soal Reshuffle Kabinet Prabowo: Fokus Kerja atau Siap Diganti!
    Kritik Agung Baskoro soal Reshuffle Kabinet Prabowo: Fokus Kerja atau Siap Diganti!
  • Bahas RUU Pemilu, Parpol Koalisi Belum Kompak
    Bahas RUU Pemilu, Parpol Koalisi Belum Kompak
  • Prabowo woos labors with populist policies, cabinet pick
    Prabowo woos labors with populist policies, cabinet pick

Tags

Alinea Antara Berita Satu Bisniscom Bloomberg CNA CNBC Indonesia CNN CNNIndonesia Detikcom IDN Times Inilahcom Jakarta Globe Jawa Pos Katadata Kompas Kumparan Liputan 6 Media Indonesia Merdeka Metro TV Metro TV News nusantaratv okezone Rakyat Merdeka Republika SINDONews Sin Po Suara Tempo The Jakarta Post The Star The Strait Times Tirto TribunNews tvonenews TVRI News Viva VOI Warta Kota

Lanjut membaca

Pembatasan Jabatan Ketum Parpol Demi Kepentingan Publik
Kutipan, Media

Pembatasan Jabatan Ketum Parpol Demi Kepentingan Publik

April 24, 2026 admin

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengusulkan pembatasan masa jabatan ketua umum partai politik maksimal dua periode untuk memperbaiki pola regenerasi dan sistem kaderisasi.Usulan KPK tertuang dalam ikhtisar laporan tahunan Direktorat Monitoring KPK 2025 yang dirilis pada 17 April lalu. Dalam laporan itu, KPK mengusulkan perbaikan tata kelola terhadap sejumlah lembaga-lembaga dan program strategis pemerintah, termasuk partai politik. […]

Didit Prabowo, Safari Lebaran dan Jembatan Politik
Kutipan, Media

Didit Prabowo, Safari Lebaran dan Jembatan Politik

March 26, 2026 admin

Safari lebaran Ragowo Hediprasetyo Djojohadikusumo, atau lebih dikenal Didit Hediprasetyo menjadi sorotan. Didit dinilai sedang menjalankan tugas politik ayahnya. Didit selama ini jauh dari aktivitas politik selama Prabowo tiga kali mengikuti kontestasi pilpres sejak 2009. Langkah anak semata wayang Presiden Prabowo Subianto itu datang ke keluarga presiden terdahulu memiliki pesan politis. Sejak Hari Raya Idulfitri pada Sabtu (21/3), putra […]

Membaca Langkah Prabowo Kumpulkan Elite di Tengah Konflik Timur Tengah
Kutipan, Media

Membaca Langkah Prabowo Kumpulkan Elite di Tengah Konflik Timur Tengah

March 4, 2026 admin

Presiden RI Prabowo Subianto mengundang mantan Presiden dan Wakil Presiden, ketua umum partai politik parlemen, dan mantan Menteri Luar Negeri (Menlu) ke Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa (3/3). Pertemuan empat jam itu membahas konflik di Timur Tengah yang tengah memanas. Usai pertemuan, Menteri Luar Negeri RI Sugiono mengaku telah berkomunikasi dengan Menlu Iran Abbas Aragchi. Sugi menyampaikan dalam komunikasinya dengan […]

logotrias

Lembaga penyelenggara jasa riset/survei, media monitoring, analisa strategi politik, pemenangan politik, dan pendampingan politik pasca memenangkan pemilihan.

About Us
  • About Us
  • What We Do
  • Our Work
  • Publications
  • News & Insight
  • Contact Us
Social
  • WhatsApp
  • X/Twitter
  • Instagram
  • Facebook
  • Youtube
  • Tiktok

© 2026 Trias Politika Strategis. All rights reserved.

  • Web Development by Metahuis