Alasan Jokowi Gunakan PSI Jadi Kendaraan Politik

Kalangan politik menilai terdapat beberapa alasan yang menyebabkan Presiden Joko Widodo menjadikan Partai Solidaritas Indonesia (PSI) sebagai kendaraan politiknya. Perlu diketahui, Jokowi secara resmi telah memulai safari politiknya bersama PSI pada Jumat (26/06/2026).
Direktur Eksekutif Triaspols Agung Baskoro menjelaskan bahwa PSI belum memiliki tokoh dengan pengaruh sebesar Jokowi. Ayah dari Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka itu merupakan presiden yang terpilih selama dua periode dengan perolehan suara yang besar. Pada Pemilu 2014, Jokowi dan Jusuf Kalla memperoleh 53,15%. Pada Pemilu 2019, Jokowi dan Ma’ruf Amin memperoleh 55,5%.
“PSI punya potensi untuk naik dan belum ada tokoh besar sekelas Pak Jokowi hadir. Di PSI butuh sosok agar partai berlambang gajah ini bisa terus tumbuh membesar,” ujar Agung saat dihubungi seperti dikutip Sabtu (27/06/2026).
Di sisi lain, Senior Research pada Paramadina Public Policy Institute Wahyutama mengatakan alasan lain memilih PSI karena partai dengan logo gajah itu adalah partai yang paling berada dalam penguasaan Jokowi dan putranya. Hal ini terjadi karena putra bungsu Jokowi, Kaesang Pangarep, telah menjadi Ketua Umum PSI.
Dalam dinamika politik saat ini yang demikian tinggi, kata Wahyutama, rasanya sulit bagi Jokowi untuk mempercayai partai lain selain PSI yang dibesarkannya.
“Sosok Jokowi, walaupun tidak sekuat saat beliau masih berkuasa, menurut saya masih relevan dan menjadi kekuatan utama untuk mendongkrak popularitas PSI,” ujar Wahyutama.
Gunakan Sisa Popularitas
Bagaimanapun, Jokowi pernah memenangkan Pilpres dua kali dengan jumlah perolehan suara cukup besar. Wahyutama menilai saat ini pendukung loyalis Jokowi masih ada meski mungkin tidak sebesar saat menjadi presiden.
Wahyutama tidak memastikan bahwa popularitas Jokowi bisa mengantarkan PSI lolos ambang batas parlemen (parliamentary threshold). Terlebih, bercermin dari hasil Pemilu 2024, perolehan suara PSI tidak begitu menggembirakan. Pada Pemilu 2024, PSI hanya memperoleh suara 2,8% dan tidak lolos ke Dewan Perwakilan Rakyat (DPR).
“Tantangan PSI cukup berat. Namun langkah-langkah PSI belakangan dengan merekrut beberapa tokoh dan simpul massa dari Nasdem misalnya perlu diperhitungkan dampaknya pada potensi peningkatan suara PSI pada pemilu mendatang,” ujar dia.
Jokowi resmi memulai kegiatan safari politik bersama PSI pada hari ini. Rencananya, Jokowi bakal mengikuti serangkaian agenda bersama PSI di Lampung selama tiga hari. Setelah Lampung, Jokowi bakal ke Nusa Tenggara Timur dan Jawa Barat.
Terbit di Bloomberg Technoz


