Skip to content
logotrias
  • Tentang Kami
  • Layanan
  • Portofolio
  • Publikasi
  • Artikel
Contact Us
Kutipan, Media

Said Didu: Eks Menhub Jonan ke Istana, Simbol ‘Kewarasan’ Prabowo Kelola Negara

November 5, 2025 admin
Said Didu- Eks Menhub Jonan ke Istana, Simbol 'Kewarasan' Prabowo Kelola Negara
Foto: Mantan Dirut KAI dan Menteri Perhubungan Ignasius Jonan datangi Istana Negara. (CNBC Indonesia/Emir Yanwardhana)

Mantan Sekretaris Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Muhammad Said Didu, mengomentari pemanggilan eks Menteri Perhubungan (Menhub) Ignasius Jonan ke Istana.

Diketahui, Ignasius Jonan datang memenuhi panggilan Presiden Prabowo Subianto pada Senin (3/11/2025).

Tak hanya berdua, dalam momen yang sama Prabowo juga mengundang Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan RI.

Ketiganya membahas persoalan serius yang tengah terjadi di Indonesia, termasuk polemik proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB) alias Whoosh yang berbuntut utang lebih dari Rp100 triliun.

Menanggapi hal itu, Said Didu menilai pertemuan ini adalah bagian dari wujud kewarasan Presiden dalam mengelola negara.

“Semoga pemanggilan Pak Jonan oleh Presiden @prabowo ke Istana menjadi simbol kembalinya jalur kewarasan dalam mengelola negara,” demikian tulis Said Didu dalam akun Twitternya, @msaid_didu, Senin.

Prabowo Cari Antitesa

Pendapat Said Didu ini sejalan dengan pernyataan Direktur Eksekutif Trias Politika Strategis, Agung Baskoro.

Menurutnya, pemanggilan AHY dan Jonan ini membuktikan Prabowo serius dalam menanggapi polemik utang kereta cepat yang diresmikan pada era Presiden RI ke-7 Joko Widodo (Jokowi) itu.

“Dengan dipanggilnya Mas AHY dan Pak Jonan ke istana itu bukti konkret keseriusan beliau (Prabowo) menggarap masalah Whoosh ini agar bisa selesai secepat-cepatnya,” kata Agung dikutip dari Kompas Tv, Senin.

Sikap Prabowo ini menunjukkan gaya kepemimpinan Prabowo berbeda dengan Jokowi dalam menyelesaikan suatu proyek yang bermasalah.

Agung menilai, Prabowo cenderung mencari antitesis saat terjadi masalah.

Dalam dunia politik, antitesis berarti sikap, pandangan, atau pernyataan yang berlawanan dengan arus utama atau kebijakan yang sedang berlaku, bisa berupa kritik, oposisi, atau ide tandingan terhadap suatu kekuasaan, partai, atau tokoh.

Dengan kata lain, antitesa politik adalah narasi yang kontra terhadap kebijakan atau pandangan politik dominan.

Hal ini tercermin dari dipanggilnya Jonan dan AHY untuk menghadap presiden langsung di Istana Kepresidenan.

Prabowo, kata Agung, mencoba mencari pandangan dari orang yang sebelumnya menentang atau menolak program yang dinilai bermasalah.

Dalam proyek Whoosh, Ignasius Jonan dikenal tegas menolak proyek tersebut.

Ia kabarnya juga dipecat dari posisi Menteri Perhubungan RI oleh Jokowi karena menilai proyek Whoosh tidak layak dilanjutkan.

Sementara AHY adalah Partai Demokrat yang notabene tak satu irama dengan arah kebijakan Pak Jokowi.

Meskipun, di sisi lain, kehadiran AHY juga diperlukan karena ia menjabat sebagai Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan.

“Saya melihat treatment Pak Prabowo ini berbeda dari Pak Jokowi. Ketika ada masalah, beliau kemudian langsung mencari antitesa, orang-orang yang memang sebelumnya agak berlawanan dengan Whoosh,” ujar Agung.

Dengan dipanggilnya AHY dan Jonan, lanjut Agung, berarti Prabowo mencari perspektif yang berbeda terhadap suatu program yang bermasalah, termasuk polemik Whoosh.

Selain itu, penyelesaian polemik Whoosh pun dapat diobservasi dengan lebih objektif.

“Jadi, dengan dua orang ini hadir saja, saya dalam tanda petik ‘cukup senang,’ karena bisa melihat dalam bingkai yang lain,” tutur Agung.

“Karena kan selama ini di publik, kita dengarnya ada Pak Luhut, kemudian respons Pak Purbaya atau Pak Rosan, atau dari Danantara yang lain semacam itu. Nah, kalau ada Mas AHY, ada Mas Jonan, ah ini berimbang, asyik ini kita lihatnya. Jadi lebih objektif melihat masalah ini,” jelas Agung.


Terbit di Tribunnews

  • TribunNews
admin

Trias Politika Strategis adalah lembaga riset, survei, dan strategi politik. Fokus mengawal demokrasi Indonesia melalui layanan akademis berkualitas, pemenangan politik, media monitoring, serta pendampingan politik, dengan pengalaman mendukung partai, perusahaan, dan kandidat strategis.

Post navigation

Previous
Next

Search

Categories

  • Kutipan (601)
  • Media (605)
  • Press Release (7)

Recent posts

  • Gibran in limbo as House mulls response
    Gibran in limbo as House mulls response
  • Apakah Hak Menyatakan Pendapat Upaya Lain Memakzulkan Gibran?
    Apakah Hak Menyatakan Pendapat Upaya Lain Memakzulkan Gibran?
  • Followers Raffi Ahmad Berkurang 550 Ribu, Efek Acara di Bundaran HI?
    Followers Raffi Ahmad Berkurang 550 Ribu, Efek Acara di Bundaran HI?

Tags

Alinea Antara Berita Satu Bisniscom Bloomberg CNA CNBC Indonesia CNN CNNIndonesia Detikcom Garuda TV IDN Times Inilahcom Investor ID Jakarta Globe Jawa Pos Katadata Kompas Kumparan Liputan 6 Media Indonesia Merdeka Metro TV Metro TV News nusantaratv okezone Rakyat Merdeka Republika SINDONews Sin Po Suara Tempo The Jakarta Post The Star The Strait Times Tirto TribunNews tvonenews TVRI News Viva VOI Warta Kota

Lanjut membaca

Pengamat Sebut Isu Ijazah Jokowi-Gibran Belum Terkelola Baik, Singgung Kisah SBY di Pilpres 2004
Kutipan, Media

Pengamat Sebut Isu Ijazah Jokowi-Gibran Belum Terkelola Baik, Singgung Kisah SBY di Pilpres 2004

October 30, 2026 admin

Pengamat politik Agung Baskoro menilai, isu ijazah Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming dan ayah kandungnya, Presiden Ketujuh RI Joko Widodo (Jokowi) belum terkelola dengan baik. Agung mengatakan, isu ijazah Jokowi-Gibran ini berdampak negatif bagi keduanya. “Isu ijazah ini justru menggerus alias berimplikasi negatif bagi Jokowi effect. Apalagi isu ijazah Gibran,” kata Agung, saat dihubungi Tribunnews.com, pada […]

Jika Prabowo Tak Copot Nusron Wahid, Pengamat- Komitmen Pemberantasan Korupsi Dipertanyakan
Kutipan, Media

Jika Prabowo Tak Copot Nusron Wahid, Pengamat: Komitmen Pemberantasan Korupsi Dipertanyakan

October 30, 2026 admin

Pengamat politik Agung Baskoro menyampaikan pentingnya Presiden RI Prabowo Subianto untuk mencopot Menteri ATR/BPN Nusron Wahid dari kabinet Merah Putih. Hal ini seiring mencuatnya kabar Nusron Wahid terjerat kasus dugaan korupsi pada lingkungan kementerian yang dipimpinnya. Agung menyoroti Nusron telah dua kali mangkir dari pemanggilan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Padahal, lanjutnya, empat orang terdekatnya telah terjaring operasi tangkap […]

Pengamat Sebut Isu Ijazah Gibran Menurunkan Kepercayaan Publik kepada Pemerintah
Kutipan, Media

Pengamat Sebut Isu Ijazah Gibran Menurunkan Kepercayaan Publik kepada Pemerintah

October 29, 2026 admin

Polemik syarat pendidikan Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka masih menjadi perbincangan publik. Dinamika di parlemen juga terus bergulir pasca-Putusan Perselisihan Hasil Pemilihan Umum (PHPU) Mahkamah Konstitusi (MK) Nomor Nomor 01/PHPU.PRES-XXIV/2026. Direktur Eksekutif Trias Politika Strategis Agung Baskoro menilai, isu ijazah Gibran berdampak pada menurunya kepercayaan publik terhadap Pemerintahan Prabowo-Gibran. Survei Trias Politika dalam rangka 2 tahun […]

logotrias

Lembaga penyelenggara jasa riset/survei, media monitoring, analisa strategi politik, pemenangan politik, dan pendampingan politik pasca memenangkan pemilihan.

About Us
  • About Us
  • What We Do
  • Our Work
  • Publications
  • News & Insight
  • Contact Us
Social
  • WhatsApp
  • X/Twitter
  • Instagram
  • Facebook
  • Youtube
  • Tiktok

© 2026 Trias Politika Strategis. All rights reserved.

  • Web Development by Metahuis