Skip to content
logotrias
  • Tentang Kami
  • Layanan
  • Portofolio
  • Publikasi
  • Artikel
Contact Us
Kutipan, Media

Membaca Makna Pertemuan Empat Mata Prabowo dan Megawati di Teuku Umar

April 9, 2025 admin
Membaca Makna Pertemuan Empat Mata Prabowo dan Megawati di Teuku Umar

Presiden Prabowo Subianto akhirnya menemui Presiden RI ke-5 Megawati Soekarnoputri yang juga Ketua Umum PDI Perjuangan semalam, Senin (7/4).
Ketua Harian DPP Partai Gerindra Sufmi Dasco Ahmad menyebut pertemuan kedua tokoh itu dilakukan di kediaman Megawati yang terletak di Teuku Umar, Menteng, Jakarta Pusat.

Dasco menyebut pertemuan keduanya dilakukan dalam rangka silaturahmi Idulfitri. Ia mengatakan pertemuan berlangsung selama satu setengah jam dan membahas banyak hal.

Dasco menjelaskan kedatangan Prabowo ke kediaman Megawati itu turut didampingi sejumlah tokoh mulai dari Menlu Sugiono, Mensesneg Prasetyo Hadi hingga Seskab Letkol Teddy Indra. Hanya saja, kata dia, pertemuan lebih banyak dilakukan secara empat mata antara keduanya.

Dalam foto yang diunggah oleh Dasco, terlihat Prabowo dan Megawati duduk bersama di sebuah sofa. Prabowo mengenakan kemeja safari lengan panjang dibalut celana panjang hitam dan Megawati mengenakan pakaian lengan panjang dengan warna ungu motif bunga.

Direktur Trias Politika Strategis Agung Baskoro menilai pertemuan tersebut memiliki makna tersendiri bagi kedua belah pihak. Prabowo, kata dia, memiliki tujuan untuk menyatukan seluruh tokoh politik nasional selama masa kepemimpinannya.

“Baik Ibu Megawati, Pak SBY, dan Pak Jokowi dalam konteks porsi yang proporsional sebagaimana posisi mereka masing-masing,” ujarnya kepada CNNIndonesia.com, Rabu (9/4).

Agung memandang saat ini Prabowo tengah mencari formula atau titik keseimbangan agar semasa menjabat dirinya dapat menerima masukan dari seluruh pihak. Termasuk dari PDIP yang sampai saat ini belum bergabung ke Koalisi Indonesia Maju (KIM) Plus.

“Ini titik keseimbangan yang akan terus diformulasikan oleh Prabowo. Agar bisa menerima masukan dari manapun. Dari luar Megawati dari dalam ada SBY dan Jokowi,” tuturnya.

Sementara bagi Megawati, kata Agung, melalui pertemuan itu dirinya tengah menjalankan perannya sebagai mitra pemerintah baik secara kritis ataupun strategis.

Sementara itu, pengamat politik Universitas Esa Unggul, Jamiluddin Ritonga memandang kunjungan ke Megawati itu dilakukan Prabowo sebagai bentuk politik akomodatif.

Prabowo, kata dia, berupaya merangkul seluruh elite politik termasuk Megawati untuk bersama membangun bangsa dan negara. Ia menilai Prabowo juga tidak menginginkan adanya tensi politik yang tinggi selama kepemimpinannya.

Dalam beberapa kesempatan, ia menyebut Prabowo juga kerap menekan bahwa para tokoh politik nasional merupakan aset yang dapat mempercepat kemajuan bangsa.

“Jadi, Prabowo tidak berpaling dari Jokowi. Prabowo justru ingin menciptakan keseimbangan politik antara kekuatan politik Megawati dan Politik,” ujarnya.

“Prabowo melakukan hal itu karena kedekatan Prabowo dengan Jokowi, justru akan membuat Megawati makin menjauh,” imbuhnya.

Jamiluddin mengatakan Prabowo akan memiliki kerugian yang sangat besar jika dirinya hanya mengakomodasi kubu Jokowi semata. Pasalnya, Megawati memiliki faksi politik yang juga besar dan dapat menjadi ancaman bagi pemerintahan Prabowo-Gibran.

Oleh karenanya, ia memandang Prabowo sebagai penganut politik akomodatif tidak ingin dinilai berjarak dengan salah elite politik manapun. Apalagi hubungan Prabowo dengan Megawati selama ini juga relatif baik dan tidak ada masalah.

“Jadi, motif pertemuan Prabowo dengan Megawati ingin menyatukan elite bangsa. Upaya menyatukan itu kiranya untuk mewujudkan keseimbangan politik, terutama kekuatan politik Jokowi, Megawati dan SBY,” jelasnya.

Ia menyebut langkah itu juga sejalan dengan rencana Prabowo yang sebelumnya sempat menyampaikan ingin menjadikan para Presiden terdahulu sebagai penasehatnya.

PDIP Gabung Koalisi?

Agung menyebut kans bergabungnya PDIP dalam koalisi besar pemerintahan Prabowo-Gibran tidak serta merta akan langsung terwujud pasca pertemuan kedua tokoh itu.

Menurutnya apa yang dilakukan Prabowo dan Megawati kemarin masih sebatas tahap membuka komunikasi dan hubungan politik kembali. Terlebih kedua pihak sempat berbeda kubu dalam Pilpres 2024 kemarin.

“Kalau kita bicara koalisi besar ini masih jauh panggang dari api. Karena apa, ini baru menormalisasi hubungan komunikasi dan hal-hal lain setelah otot politik keduanya beradu keras dalam pilpres maupun Pilkada,” tuturnya.

Ia menilai posisi PDIP dalam pemerintahan Prabowo-Gibran baru akan ditentukan pada kongres PDIP mendatang.

“Apakah nantinya akan di dalam atau di luar atau tetap seperti sekarang posisi sebagai mitra kritis dan strategis,” jelasnya.

Sementara itu, Jamiluddin menilai PDIP masih akan tetap berada di luar koalisi pemerintah meskipun ada sinyal positif lewat pertemuan Prabowo dan Megawati kemarin.

Ia menyebut walaupun tensi politik dengan Prabowo mulai mencair akan tetapi tidak dengan kubu Jokowi maupun Gibran Rakabuming. Karenanya, ia memandang PDIP masih akan memilih jalan berada di luar pemerintahan.

“Megawati tampaknya akan tetap di luar pemerintahan. Megawati dan partainya akan menjadi pendukung Prabowo, tapi tidak kepada Gibran Rakabuming,” ujarnya.

Meskipun di luar pemerintahan, ia memprediksi kritik PDIP terhadap Prabowo akan berkurang secara drastis dan akan difokuskan kepada Gibran. Sehingga secara haluan politik tidak ada perubahan jalan yang terlalu besar dari PDIP.

“Jadi, Megawati dan PDIP tidak akan mengubah arah politiknya secara drastis. Megawati dan partainya akan mengurangi kritik ke Prabowo, namun tetap menjadi oposisi kepada Gibran,” tuturnya.

“Megawati tampaknya masih tetap tidak menginginkan menyatu, terutama karena faktor Jokowi. Bagi Megawati, Prabowo yes, namun no dengan Jokowi,” sambungnya.

Di sisi lain, menurutnya pertemuan Prabowo dengan Megawati itu juga bisa jadi akan berdampak positif bagi PDIP. Jamiluddin mengatakan bukan tidak mungkin ‘bidikan hukum’ yang dirasakan PDIP dalam beberapa waktu terakhir akan berkurang.

“Kader PDIP bisa jadi akan merasa lebih nyaman. Aparat hukum bisa jadi tak lagi dianggap sebagai sosok yang mengusik mereka,” pungkasnya.


Sumber: CNN Indonesia

  • CNNIndonesia
admin

Trias Politika Strategis adalah lembaga riset, survei, dan strategi politik. Fokus mengawal demokrasi Indonesia melalui layanan akademis berkualitas, pemenangan politik, media monitoring, serta pendampingan politik, dengan pengalaman mendukung partai, perusahaan, dan kandidat strategis.

Post navigation

Previous
Next

Search

Categories

  • Kutipan (544)
  • Media (548)
  • Press Release (7)

Recent posts

  • Kasus Korupsi Fahd A Rafiq dan Ujian Kaderisasi Partai Golkar
    Kasus Korupsi Fahd A Rafiq dan Ujian Kaderisasi Partai Golkar
  • Pengamat Desak Nusron Muncul usai KPK OTT Kasus Suap HGB Summarecon- Wibawa Negara Dipertaruhkan
    Pengamat Desak Nusron Muncul usai KPK OTT Kasus Suap HGB Summarecon: Wibawa Negara Dipertaruhkan
  • Untung-Rugi Ambang Batas Parlemen 5 Persen
    Untung-Rugi Ambang Batas Parlemen 5 Persen

Tags

Alinea Antara Berita Satu Bisniscom Bloomberg CNA CNBC Indonesia CNN CNNIndonesia Detikcom Garuda TV IDN Times Inilahcom Jakarta Globe Jawa Pos Katadata Kompas Kumparan Liputan 6 Media Indonesia Merdeka Metro TV Metro TV News nusantaratv okezone Rakyat Merdeka Republika SINDONews Sin Po Suara Tempo The Jakarta Post The Star The Strait Times Tirto TribunNews tvonenews TVRI News Viva VOI Warta Kota

Lanjut membaca

Untung-Rugi Ambang Batas Parlemen 5 Persen
Kutipan, Media

Untung-Rugi Ambang Batas Parlemen 5 Persen

September 17, 2026 admin

Sejumlah partai koalisi pemerintah disebut menyepakati parliamentary threshold atau ambang batas parlemen sebesar 5 persen. Angka itu naik jika dibanding pemilu sebelumnya sebesar 4 persen. Perubahan ambang batas parlemen merupakan perintah Mahkamah Konstitusi (MK) lewat putusan perkara Nomor 116/PUU-XXI/2023 yang dibacakan pada 29 Februari 2024. Perkara itu diajukan oleh Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi (Perludem). Dalam […]

Meramal Poros Potensial Pilpres 2029: Hambalang, Solo dan Teuku Umar
Kutipan, Media

Meramal Poros Potensial Pilpres 2029: Hambalang, Solo dan Teuku Umar

September 9, 2026 admin

Pidato politik Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) pada peringatan HUT ke-25 partainya memantik spekulasi publik sebagai pemanasan mesin politik menuju Pemilu 2029. Dalam pidatonya, AHY menginstruksikan seluruh kader Demokrat untuk peka terhadap kenyataan di lapangan dan menyinggung pentingnya netralitas aparatur negara. “Kekuasaan bukan milik seseorang untuk selamanya. Kekuasaan adalah amanah rakyat yang memiliki […]

Jokowi Akhirnya Buka Suara soal Ritual Injak Kepala Kerbau di Lampung
Kutipan, Media

Jokowi Akhirnya Buka Suara soal Ritual Injak Kepala Kerbau di Lampung

July 8, 2026 admin

Presiden Ketujuh RI, Joko Widodo (Jokowi) angkat bicara soal prosesi injak kepala kerbau saat menerima gelar ‘Baginda Pemuka Bangsa’ di Lampung beberapa waktu lalu. Jokowi mengatakan prosesi menginjak kepala kerbau itu merupakan tradisi masyarakat Lampung yang sudah dilaksanakan secara turun-temurun. Ia menegaskan tidak ada muatan politik dalam upacara adat tersebut. “Itu bentuk penghormatan dari Istana […]

logotrias

Lembaga penyelenggara jasa riset/survei, media monitoring, analisa strategi politik, pemenangan politik, dan pendampingan politik pasca memenangkan pemilihan.

About Us
  • About Us
  • What We Do
  • Our Work
  • Publications
  • News & Insight
  • Contact Us
Social
  • WhatsApp
  • X/Twitter
  • Instagram
  • Facebook
  • Youtube
  • Tiktok

© 2026 Trias Politika Strategis. All rights reserved.

  • Web Development by Metahuis