logotrias
  • Tentang Kami
  • Layanan
  • Portofolio
  • Publikasi
  • Artikel
Contact Us
Kutipan, Media

Projo Disarankan Melebur ke PSI Jika Ingin “Diakui” Pemerintahan Prabowo

November 2, 2025 admin
Projo Disarankan Melebur ke PSI Jika Ingin Diakui Pemerintahan Prabowo
Tribunnews/JEPRIMA Ketua Umum Organisasi relawan pendukung Presiden Joko Widodo, Pro Jokowi (Projo) Budi Arie Setiadi didampingi pengurus Projo bersama Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto saat secara resmi mendukung Prabowo Subianto sebagai bakal calon presiden (bacapres) 2024 di Jalan Kartanegara, Jakarta Selatan, Sabtu (14/10/2023).

Pengamat Politik, Agung Baskoro, menilai organisasi relawan Pro Jokowi (Projo) lebih baik melebur ke Partai Solidaritas Indonesia (PSI) jika ingin “diakui” Pemerintahan Presiden RI Prabowo Subianto.

Menurut Agung, hubungan antara Presiden ketujuh RI Jokowi dengan Prabowo baik-baik saja setelah Ketua Umum Projo Budi Arie Setiadi terkena reshuffle kabinet beberapa waktu lalu.

“Relasi Presiden Prabowo – Jokowi sejauh ini baik-baik saja karena Budi Arie bukan satu-satunya orangnya Jokowi. Karena masih terdapat belasan nama yang masih berada di kabinet sebagai arahan narasi keberlanjutan,” kata Agung saat dihubungi Tribunnews.com, Sabtu (1/11/2025).

Dia mengatakan kecil kemungkinan Budi Arie ditarik kembali ke kabinet pemerintahan Prabowo. Sosoknya dinilai kurang relevan dengan situasi politik nasional terkini. Menurut Agung, saat ini Prabowo cenderung lebih mempertimbangkan kekuatan partai politik daripada relawan untuk menciptakan stabilitas politik.

“Sehingga baiknya Projo melebur ke PSI kalau ingin ‘diakui’ oleh Pemerintahan Presiden Prabowo eksistensinya,” ucapnya.

“Tapi kalau tidak melebur berarti sebatas hanya bisa mengawal pemerintahan di luar kabinet,” pungkas Agung.

Projo Jadi Parpol?

Projo merupakan organisasi kemasyarakatan  atau ormas yang awalnya dibentuk sebagai relawan pendukung Presiden Joko Widodo. Projo singkatan dari Pro Jokowi, didirikan sebagai gerakan relawan untuk mendukung Joko Widodo dalam Pemilihan Presiden 2014. Pada Kongres Pertama Projo tanggal 23 Agustus 2014, organisasi ini resmi bertransformasi dari gerakan relawan menjadi ormas. Meski awalnya mendukung Jokowi, Projo secara resmi mendeklarasikan dukungan kepada Prabowo Subianto sebagai calon presiden untuk Pemilu 2024.

Saat ini muncul wacana menjadikan Partai Politik atau Parpol agar bisa ikut di Pemilu 2029. Seperti diketahui, Pro Jokowi (Projo) menggelar Kongres ketiga pada 1-2 November 2025.  Jelang kongres, sejumlah pengurus Projo yang dipimpin Ketua Umum Budi Arie Setiadi menemui Presiden ke-7 RI, Joko Widodo (Jokowi) di Solo pada 24 Oktober lalu untuk meminta arahan. Wakil Ketua Umum Projo, Freddy Alex Damanik mengungkapkan pertemuan tersebut merupakan bentuk koordinasi sekaligus diskusi dengan Dewan Pembina mereka. Hal itu disampaikan Freddy Damanik saat sesi wawancara khusus dengan Direktur Pemberitaan Tribun Network Febby Mahendra Putra di Studio Tribunnews, Palmerah, Jakarta, Kamis (30/10/2025).

“Kami sampaikan isu-isu dari teman-teman di bawah, dan juga bahwa kongres ini sebenarnya sudah terlambat hampir satu tahun dari jadwal yang seharusnya di akhir 2024,” ujar Freddy.

Freddy menegaskan Jokowi memberikan arahan yang jelas dan konsisten, Projo harus tetap mengawal pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.

“Tentu konsisten. Beliau konsisten masih pada tetap kawal pemerintahan Prabowo-Gibran. Jadi kawal Prabowo-Gibran sampai periode ini selesai, tahun 2029,” tegasnya.

Dia menambahkan, meski ada wacana dari relawan lain untuk mengawal dua periode, hal itu belum dibahas dalam pertemuan di Solo.

“Diskusi kemarin belum ada itu. Sampai 2029 kawal dulu ini,” kata Freddy.

Freddy juga mengakui bahwa keinginan untuk mentransformasi Projo menjadi partai politik masih sangat kuat di kalangan kader.

“Jujur, keinginan Projo menjadi partai ini sebetulnya adalah keinginan sebagian besar teman-teman di Projo, baik di cabang, di provinsi, maupun di pusat,” ujarnya.

Keinginan itu, menurutnya, telah lama disampaikan kepada Jokowi dengan harapan mantan presiden itu bersedia memimpin partai tersebut, sehingga Projo tidak hanya berperan di Pilpres, tetapi juga dapat bertarung di Pemilu Legislatif (Pileg). Namun, respons Jokowi terhadap aspirasi itu masih sama dengan pernyataan-pernyataan sebelumnya. Jokowi disebut enggan membentuk atau bergabung dengan partai konvensional.

“Pak Jokowi menyampaikan… ‘saya tidak mau partai yang saya ada, saya bangun itu seperti partai-partai yang konvensional. Saya mau itu harus menjadi partai super terbuka’,” jelas Freddy menirukan pesan Jokowi.

Konsep ‘partai super terbuka’ yang dimaksud Jokowi mencakup transparansi, pemilihan pengurus dan ketua umum oleh seluruh anggota, serta efisiensi operasional seperti penggunaan kantor virtual untuk menghemat biaya.

“Karena kalau seperti partai-partai konvensional, maka akan terjebak kembali dengan hal yang sama terus-terus: biaya operasional partai yang sangat besar, kemudian untuk menutupi biaya operasional ini akan terjebak di dalam kemungkinan mencari anggaran-anggaran dari APBN dan seterusnya. Itu yang Pak Jokowi tidak mau,” papar Freddy.

Meski demikian, Jokowi disebut membuka kemungkinan.

“Coba nanti kita lihat momentum yang pas, apakah ini bisa kita deklarasikan.”

Freddy mengungkapkan, dalam pertemuan itu Jokowi juga menyampaikan pergulatan pribadinya tentang relevansi membentuk partai. Jokowi merasa kepercayaan yang diberikan rakyat langsung kepadanya sudah sangat luar biasa.

“Makanya saya terus berpikir, kata beliau, apa masih relevan saya mendirikan partai politik atau gabung di partai politik secara formal, karena kepercayaan rakyat, kepercayaan yang diberikan rakyat kepada saya itu sudah luar biasa,” kata Freddy mengutip Jokowi.

Pergulatan inilah, menurut Freddy, yang menjadi alasan mendasar Jokowi hingga kini belum juga mendeklarasikan diri untuk membentuk atau menjadi kader partai politik tertentu. Dengan demikian, meskipun niat kader Projo untuk menjadi partai sangat kuat, keputusan akhirnya masih bergantung pada kehendak Jokowi sebagai Dewan Pembina. Momentum kongres nanti akan menjadi tahapan penting untuk mempertegas arah organisasi relawan ini ke depannya.


Terbit di Kompas

  • Kompas
admin

Trias Politika Strategis adalah lembaga riset, survei, dan strategi politik. Fokus mengawal demokrasi Indonesia melalui layanan akademis berkualitas, pemenangan politik, media monitoring, serta pendampingan politik, dengan pengalaman mendukung partai, perusahaan, dan kandidat strategis.

Post navigation

Previous
Next

Search

Categories

  • Kutipan (374)
  • Media (378)
  • Press Release (7)

Recent posts

  • Pemerintah Dorong Merger Grab - GoTo, Ini Makna Politiknya
    Pemerintah Dorong Merger Grab – GoTo, Ini Makna Politiknya
  • Menanti Tuah Jokowi Effect pada PSI, antara Untung atau Buntung
    Menanti Tuah Jokowi Effect pada PSI, antara Untung atau Buntung
  • Jokowi Effect pada PSI Disebut Tergantung Kinerja Wapres Gibran
    “Jokowi Effect” pada PSI Disebut Tergantung Kinerja Wapres Gibran

Tags

Alinea Antara Berita Satu Bisniscom Bloomberg CNA CNBC Indonesia CNN CNNIndonesia Detikcom IDN Times Inilahcom Jawa Pos Katadata Kompas Kumparan Liputan 6 Media Indonesia Merdeka Metro TV Metro TV News Rakyat Merdeka Republika SINDONews Sin Po Suara Tempo The Jakarta Post The Star The Strait Times Tirto TribunNews Viva VOI Warta Kota

Lanjut membaca

Menanti Tuah Jokowi Effect pada PSI, antara Untung atau Buntung
Kutipan, Media

Menanti Tuah Jokowi Effect pada PSI, antara Untung atau Buntung

November 17, 2025 admin

Setelah dua kali gagal menembus parlemen, Partai Solidaritas Indonesia (PSI) agaknya kini mengharapkan tuah Presiden ketujuh Republik Indonesia Joko Widodo untuk dapat memperoleh kursi di Senayan pada Pemilihan Umum (Pemilu) 2029 mendatang. Ketua Harian PSI Ahmad Ali mengungkapkan, Jokowi telah berjanji akan turun gunung memenangkan partai yang dibesut oleh anak bungsunya, Kaesang Pangarep, pada Pemilu […]

Jokowi Effect pada PSI Disebut Tergantung Kinerja Wapres Gibran
Kutipan, Media

“Jokowi Effect” pada PSI Disebut Tergantung Kinerja Wapres Gibran

November 17, 2025 admin

Direktur Eksekutif Trias Politika Strategis Agung Baskoro mengatakan, pengaruh ‘Jokowi Effect’ kepada Partai Solidaritas Indonesia (PSI) tergantung pada kinerja Wapres Gibran Rakabuming Raka. Dalam hal ini, Agung merespons Jokowi yang akan turun gunung untuk ikut memenangkan PSI di tahun 2029. “Jokowi effect akan bekerja optimal dengan sendirinya, bila Mas Wapres Gibran bisa menunjukkan kinerja yang […]

Ketika Prabowo Menyebut Jokowi sebagai ”Hopeng”
Kutipan, Media

Ketika Prabowo Menyebut Jokowi sebagai ”Hopeng”

November 6, 2025 admin

Pidato baru saja dimulai ketika Presiden Prabowo Subianto langsung menyebut nama Joko Widodo. Tak ada pembukaan basa-basi atau daftar capaian ekonomi, hanya kalimat sederhana yang berisi penghormatan kepada Presiden ke-7 RI tersebut. Padahal, siang itu, Prabowo meresmikan Pabrik Lotte Chemical Indonesia, proyek investasi raksasa dari Korea Selatan senilai Rp 65 triliun. Namun, alih-alih berbicara soal […]

logotrias

Lembaga penyelenggara jasa riset/survei, media monitoring, analisa strategi politik, pemenangan politik, dan pendampingan politik pasca memenangkan pemilihan.

About Us
  • About Us
  • What We Do
  • Our Work
  • Publications
  • News & Insight
  • Contact Us
Social
  • WhatsApp
  • X/Twitter
  • Instagram
  • Facebook
  • Youtube
  • Tiktok
© 2024 Trias Politika Strategis. All rights reserved.
  • Web Development by Metahuis