Skip to content
logotrias
  • Tentang Kami
  • Layanan
  • Portofolio
  • Publikasi
  • Artikel
Contact Us
Kutipan, Media

Mengapa Kasus Pemerasan Kerap Menjerat Kepala Daerah?

October 2, 2026 admin
Mengapa Kasus Pemerasan Kerap Menjerat Kepala Daerah?
Barang bukti OTT Bupati Pemalang Anom Widiyantoro (IDN Times/Aryodamar)

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sejak Januari hingga September 2026 telah 21 kali melakukan operasi tangkap tangan (OTT). Dari jumlah tersebut, sebanyak 13 di antaranya menjerat kepala daerah.

Mayoritas kepala daerah yang kena OTT dijerat Pasal 12e Undang-Undang Tindak Pidana Korupsi. Pasal tersebut mengatur pemerasan yang diduga dilakukan pejabat.

1. Bupati Bolmut sosok terakhir yang jadi tersangka dugaan pemerasan

Sosok terakhir yang dijerat dengan pasal dugaan tindak pidana pemerasan oleh KPK adalah Bupati Bolaang Mongondow Utara (Bolmut) Sirajudin Lasena. Ia diduga meminta fee 10 persen dan menerima gratifikasi senilai Rp11,14 miliar.

Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Penyidikan KPK, Achmad Taufik, mengatakan Sirajudin Lasena diduga meminta tarif fee proyek sebesar 10 persen dari pengadaan barang dan jasa di Kabupaten Bolmut, 4 persen untuk Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), serta 1 persen untuk Kelompok Kerja pengadaan.

Sirajudin Lasena diduga memerintahkan Kepala Dinas PUPR Bolmut untuk menulis daftar vendor yang melaksanakan pekerjaan proyek di Dinas PUPR. Kemudian, Kadis PUPR berkoordinasi dengan Pokja untuk mengondisikan proses pengadaan barang dan jasa, agar dimenangkan vendor yang sudah diploting.

“Atas permintaan SJL tersebut, maka pihak swasta dimaksud kemudian menyerahkan uang sebesar Rp130 juta atau sebagian fee 10 persen, untuk salah satu paket proyek berupa pembangunan jalan wilayah Sangkub IV, Bolmut bernilai Rp1,9 miliar,” ujar Achmad Taufik dalam konferensi pers di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan, Selasa, 22 September 2026.

2. Biaya politik tinggi jadi salah satu pemicu

Pakar Hukum dari Universitas Brawijaya, Aan Eko Widiarto, menilai banyaknya kasus dugaan pemerasan yang menjerat kepala daerah terjaring OTT, salah satu penyebabnya adalah tuntutan politik yang banyak. Hal ini membuat pengeluaran kepala daerah juga meningkat.

“Kalau kepala daerah, misalnya, tidak terlalu banyak tuntutan politik, ya tentunya akan lebih bisa mengendalikan pengeluarannya, dengan cara memanfaatkan gaji yang ada, tunjangan yang ada, tidak sampai kemudian ingin melebihkan dari itu dengan menggunakan cara-cara bisa korupsi, bisa gratifikasi, bisa pemerasan,” ujarnya kepada IDN Times.

Menurut Aan, biaya politik kepala daerah bisa dikurangi. Hal ini dinilai bisa menjadi salah satu solusi.

“Seharusnya kesejahteraan ya kesejahteraan, dan ongkos-ongkos politik dari kepala daerah itu yang seharusnya bisa dikurangi atau diantisipasi,” katanya.

3. Kurangnya efek jera

Sementara, pakar politik Agung Baskoro menilai, banyaknya kepala daerah yang menjadi tersangka dugaan pemerasan disebabkan kurangnya pencegahan yang dilakukan penegak hukum. Selain itu, hukuman yang dijatuhkan kepada para pelaku yang telah terbukti korupsi, dinilai kurang memberikan efek jera.

“Secara aturan memang kita tahu bahwa sanksi atas hukuman korupsi di Tanah Air memang masih minimalis, ya. Sehingga memang ke depan perlu dipertimbangkan soal sanksi hukum yang tegas,” katanya kepada IDN Times.

4. Usul pencabutan hak politik

Agung mengatakan ada berbagai cara yang menurutnya akan efektif menciptakan efek jera bagi kepala daerah yang korupsi. Salah satu contohnya adalah pencabutan hak politik dalam jangka waktu yang lama.

“Misalkan terkait soal tidak boleh menggunakan haknya untuk dipilih ya maupun memilih. Ya, jadi hak politiknya dicabut,” ujarnya.

Selain itu, kata Agung, perampasan aset bagi para koruptor juga dinilai akan efektif membuat efek jera.

“Jadi dia dimiskinkan semacam itu,” jelasnya.

5. Daftar kepala daerah tersangka pemerasan usai OTT KPK

Diketahui, KPK sudah 21 melakukan OTT sepanjang Januari hingga September 2026. Dari jumlah tersebut, sebanyak 13 di antaranya menjerat kepala daerah. Berikut daftar kepala daerah yang menjadi tersangka dugaan kasus pemerasan:

  1. Wali Kota Madiun, Maidi: Pemerasan fee proyek dan dana CSR
  2. Bupati Pati, Sudewo: Pemerasan dalam pengisan jabatan perangkat desa
  3. Bupati Cilacap, Syamsul Auliya Rachman: Pemerasan setoran THR dari perangkat daerah
  4. Bupati Tulungagung, Gatut Sunu Wibowo: Pemerasan ke anak buah lewat surat pernyataan mundur
  5. Bupati Sukoharjo, Etik Suryani: Pemerasan perangkat daerah
  6. Bupati Pemalangm Anom Widiyantoro: Pemerasan ke bawahan lewat orang kepercayaan
  7. Bupati Bolaang Mongondow Utara, Sirajudin Lasena: Pemerasan fee proyek jalan.

Terbit di IDN Times

  • IDN Times
admin

Trias Politika Strategis adalah lembaga riset, survei, dan strategi politik. Fokus mengawal demokrasi Indonesia melalui layanan akademis berkualitas, pemenangan politik, media monitoring, serta pendampingan politik, dengan pengalaman mendukung partai, perusahaan, dan kandidat strategis.

Post navigation

Previous
Next

Search

Categories

  • Kutipan (559)
  • Media (563)
  • Press Release (7)

Recent posts

  • Dicopot dari Menko PMK, Pratikno Beri Sinyal Ada Penugasan Baru dari Prabowo
    Dicopot dari Menko PMK, Pratikno Beri Sinyal Ada Penugasan Baru dari Prabowo
  • Mengapa Kasus Pemerasan Kerap Menjerat Kepala Daerah?
    Barang bukti OTT Bupati Pemalang Anom Widiyantoro (IDN Times/Aryodamar)
    Mengapa Kasus Pemerasan Kerap Menjerat Kepala Daerah?
  • Presiden ke-7 RI Masuk PSI, Puan Ucapkan Selamat ke Jokowi
    Presiden ke-7 RI Masuk PSI, Puan Ucapkan Selamat ke Jokowi

Tags

Alinea Antara Berita Satu Bisniscom Bloomberg CNA CNBC Indonesia CNN CNNIndonesia Detikcom Garuda TV IDN Times Inilahcom Jakarta Globe Jawa Pos Katadata Kompas Kumparan Liputan 6 Media Indonesia Merdeka Metro TV Metro TV News nusantaratv okezone Rakyat Merdeka Republika SINDONews Sin Po Suara Tempo The Jakarta Post The Star The Strait Times Tirto TribunNews tvonenews TVRI News Viva VOI Warta Kota

Lanjut membaca

Lobi-lobi Politik Koalisi Pemerintah Dalam RUU Pemilu
Kutipan, Media

Lobi-lobi Politik Koalisi Pemerintah Dalam RUU Pemilu

September 24, 2026 admin

Pembahasan Revisi Undang-Undang (RUU) Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilihan Umum (Pemilu) mulai memasuki fase krusial. Para ketua umum partai politik koalisi pemerintahan Presiden Prabowo Subianto mulai mengerucutkan pembicaraan mengenai ambang batas parlemen atau parliamentary threshold (PT) pada angka 5 persen. Angka tersebut menjadi salah satu isu penting dalam pembahasan RUU Pemilu yang disebut akan […]

Koalisi Prabowo Mulai Konsolidasi RUU Pemilu Tanpa PDIP
Kutipan, Media

Koalisi Prabowo Mulai Konsolidasi RUU Pemilu Tanpa PDIP

September 17, 2026 admin

Perkumpulan para ketua umum partai politik koalisi pemerintah pada Sabtu (12/9/2026) menghasilkan satu konsensus tentang ambang batas parlemen yang akan dibahas dalam Revisi Undang-Undang (RUU) Pemilu yang sedang bergulir di DPR. Informasi yang diterima IDN Times dari salah satu petinggi partai politik di koalisi pemerintah menyebut, pertemuan itu dihadiri semua petinggi parpol koalisi, di antaranya Gerindra, Golkar, NasDem, PKB, […]

Budi Arie Bicara Percepatan Pemilu 2029, Analis- Jelas Manuver Politik
Kutipan, Media

Budi Arie Bicara Percepatan Pemilu 2029, Analis: Jelas Manuver Politik

August 27, 2026 admin

Direktur Trias Politika, Agung Baskoro, menilai ucapan Ketua Umum Projo, Budi Arie Setiadi, dalam pertemuan yang ikut dihadiri mantan Presiden Joko “Jokowi” Widodo jelas merupakan manuver politik. Sebab, dalam pandangannya percepatan Pemilu 2029 tidak dibutuhkan. Bila sampai itu terjadi biaya politik yang dikeluarkan terlalu besar. Di sisi lain, Agung menilai mantan Menteri Komunikasi dan Informatika itu sedang mencari celah […]

logotrias

Lembaga penyelenggara jasa riset/survei, media monitoring, analisa strategi politik, pemenangan politik, dan pendampingan politik pasca memenangkan pemilihan.

About Us
  • About Us
  • What We Do
  • Our Work
  • Publications
  • News & Insight
  • Contact Us
Social
  • WhatsApp
  • X/Twitter
  • Instagram
  • Facebook
  • Youtube
  • Tiktok

© 2026 Trias Politika Strategis. All rights reserved.

  • Web Development by Metahuis