Kumpul Di Rumah Bahlil, 4 Pimpinan Partai Perkuat Koalisi

Empat pimpinan partai politik pendukung pemerintahan menggelar pertemuan tertutup di kediaman Ketua Umum Partai Golkar, Bahlil Lahadalia, di kawasan Widya Chandra, Jakarta, Minggu (28/12/2025). Pertemuan dilakukan untuk memperkuat koalisi dalam mensukseskan program pemerintah dan percepatan pemulihan korban bencana Sumatera.
Empat pimpinan partai politik tersebut adalah Ketua Umum Golkar Bahlil Lahadalia, Ketua Harian DPP Partai Gerindra Sufmi Dasco Ahmad, Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan, dan Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar.
Pertemuan tersebut pertama kali diketahui melalui unggahan akun Instagram Golkar, @dpppartaigolkar.official, Senin (29/12/2025).
Ada dua foto yang diunggah akun tersebut. Dalam foto pertama, para pimpinan partai berkumpul di ruang tamu rumah. Mereka duduk di sofa berwarna krem dan saling berhadapan. Bahlil duduk sebaris dengan Zulhas—sapaan Zulkifli Hasan—di sisi kiri, sementara Dasco dan Cak Imin—sapaan Muhaimin Iskandar—di sisi kanan.
Mereka dipisahkan dua meja bundar. Di atas meja tersaji sejumlah makanan ringan.
Dalam foto tersebut juga terlihat Bahlil mengenakan kemeja putih lengan pendek yang dibalut rompi berwarna kuning hitam. Dasco mengenakan jaket berwarna hitam, Zulhas mengenakan kemeja cokelat muda, sedangkan Cak Imin mengenakan batik lengan panjang berwarna biru dengan corak hitam.
Di foto kedua, terlihat Bahlil, Zulhas, dan Cak Imin berfoto bersama dengan menumpuk tangan secara bersamaan.
“Silaturahmi ini untuk memperkuat soliditas koalisi serta menyukseskan program pemerintah,” tulis DPP Golkar dalam keterangannya.
Lantas, apa yang mereka bicarakan? Sekretaris Jenderal Golkar, Sarmuji, mengungkapkan pertemuan para pentolan partai pendukung pemerintahan Prabowo tersebut merupakan ajang silaturahmi menjelang akhir tahun.
“Pertemuan itu silaturahmi akhir tahun. Namanya silaturahmi, tentu banyak hal yang dibahas sebagai bahan pembicaraan,” kata Sarmuji kepada Rakyat Merdeka saat dikonfirmasi, Selasa (30/12/2025).
Sarmuji tidak menampik kemungkinan adanya pembahasan isu-isu politik, termasuk wacana pemilihan kepala daerah melalui DPRD. Menurutnya, durasi pertemuan yang berlangsung cukup lama membuka ruang untuk membicarakan berbagai topik.
“Mungkin ada persoalan politik juga yang ikut dibahas. Bisa saja termasuk soal pilkada. Waktunya cukup lama, jadi bisa membahas apa saja,” sambungnya.
Senada, Sekretaris Jenderal PKB Hasanuddin Wahid alias Cak Udin menyatakan, keempat pimpinan partai politik tersebut membahas berbagai hal yang bertujuan untuk kepentingan dan kebaikan bangsa.
“Yang dibahas semua hal untuk kebaikan bangsa,” ujar Cak Udin.
Menurutnya, pertemuan yang digelar di kediaman Bahlil itu, turut menyinggung pentingnya politik yang berkeadaban dan menjunjung tinggi kesantunan. Selain itu, para pimpinan partai juga membahas semangat gotong royong seluruh kekuatan politik guna menyukseskan agenda pembangunan nasional.
Ketika ditanya apakah pertemuan tersebut membahas Rancangan Undang-Undang (RUU) Pemilu atau wacana pemilihan kepala daerah melalui DPRD, Cak Udin menegaskan terdapat isu yang dinilai lebih mendesak untuk dibicarakan.
“Yang lebih urgen justru percepatan rehabilitasi pascabencana di wilayah Sumatera,” tandasnya.
Sementara itu, peneliti Indikator Politik Indonesia, Bawono Kumoro menilai, positif pertemuan tersebut. Menurutnya, pertemuan itu merupakan langkah baik untuk penguatan soliditas dan sinergi ke depan.
“Karena menjadi ajang silaturahmi sekaligus menjaga ruang diskusi mengenai keberlanjutan pembangunan bangsa dan negara ke depan,” kata Bawono dalam keterangannya, Selasa (30/12/2025).
Ia menambahkan, pertemuan tersebut dapat dilihat sebagai bagian dari konsolidasi awal partai-partai koalisi pendukung pemerintahan Prabowo dalam menghadapi sejumlah agenda politik strategis pada tahun mendatang.
Senada disampaikan Direktur Eksekutif Trias Politika Strategis, Agung Baskoro. Ia menilai pertemuan empat pimpinan partai koalisi pemerintah tersebut bertujuan memperkuat pemerintahan. Selain itu, pertemuan itu juga diprediksi membahas isu sistem pilkada.
“Pertemuan mereka berlangsung di tengah ramainya isu perubahan sistem pilkada,” tukasnya.
Terbit di Rakyat Merdeka


