logotrias
  • Tentang Kami
  • Layanan
  • Portofolio
  • Publikasi
  • Artikel
Contact Us
Kutipan, Media

Di Tengah Isu Matahari Kembar, Prabowo Minta Menteri Rapatkan Barisan

April 22, 2025 admin
Di Tengah Isu Matahari Kembar, Prabowo Minta Menteri Rapatkan Barisan

Presiden RI Prabowo Subianto meminta jajaran menteri Kabinet Merah Putih untuk semakin merapatkan barisan di tengah munculnya isu “matahari kembar”. Belakangan, isu “matahari kembar” memang santer dibicarakan, tepatnya setelah sejumlah menteri Kabinet Merah Putih menyambangi rumah Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) di Solo, Jawa Tengah (Jateng) selepas Hari Raya Idul Fitri 1445 Hijriah. Kala itu, kunjungan menteri Prabowo disebut dalam rangka momen silaturahmi Hari Raya Idul Fitri 1446 Hijriah. Beberapa menteri yang sowan ke Jokowi juga menyebut Presiden ke-7 RI itu dengan sebutan “bos” mereka. Selain itu, Peserta Didik Sekolah Staf dan Pimpinan Menengah (Serdik Sespimmen) Polri Pendidikan Reguler (Dikreg) ke-65 juga sempat menemui Jokowi pada Kamis (17/4/2025) di Kelurahan Sumber, Kecamatan Banjarsari.

Pertemuan itu disebut sebagai momen silaturahmi antara para perwira muda Polri dengan Jokowi, sekaligus ajang diskusi terkait kepemimpinan di masa depan.

Rapatkan Barisan

Arahan Presiden RI Prabowo Subianto yang meminta para menteri Kabinet Merah Putih untuk merapatkan barisan disampaikan Menko PM Muhaimin Iskandar (Cak Imin). Cak Imin mengatakan, Presiden RI menyampaikan pesan itu melalui sambungan telepon, Minggu (20/4/2025) malam.

Ketika Prabowo menelepon, Cak Imin sedang menggelar acara halal bihalal, di mana sejumlah menteri dan wamen Prabowo hadir. “Tadi Pak Presiden juga menelepon saya menyampaikan selamat halal bihalal hari ini, dan meminta kepada sesama menteri untuk terus merapatkan barisan,” ujar Cak Imin di rumah dinasnya, Kompleks Widya Chandra, Jakarta Selatan. Cak Imin menjelaskan, dirinya sebenarnya mengundang Prabowo untuk ikut acara halal bihalal di kediamannya.

Namun, Prabowo berhalangan hadir. Meski begitu, Prabowo tetap menyampaikan salam dan harapannya agar solidaritas antarkabinet tetap terjaga. Acara halal bihalal yang digelar Cak Imin turut dihadiri sejumlah tokoh politik dan pejabat pemerintahan. Berdasarkan pantauan Kompas.com di lokasi, Wakil Presiden ke-13 Republik Indonesia sekaligus Ketua Dewan Syuro Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Ma’ruf Amin, menjadi salah satu tamu istimewa.

Penjelasan Istana

Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) sekaligus Jubir Presiden, Prasetyo Hadi, mengungkapkan alasan Presiden Prabowo meminta agar para menterinya merapatkan barisan. Prabowo, kata Prasetyo, selalu menganalogikan Kabinet Merah Putih sebagai tim, sehingga mereka harus merapatkan barisan. “Oh enggak, itu kan biasa saja, itu umum saja. Sebagai sebuah tim, Bapak Presiden kan selalu menganalogikan Kabinet Merah Putih kita ini sebagai sebuah tim, ya memang kita harus terus merapatkan barisan,” ujar Prasetyo, di Istana, Jakarta, Senin (21/4/2025).

Prasetyo menuturkan, ketika Prabowo meminta agar merapatkan barisan, itu tidak berarti selalu sedang ada sesuatu. Dia membantah soal dugaan adanya kerenggangan di antara jajaran kabinet. Menurutnya, pesan Prabowo itu hanya untuk menjaga semangat para menterinya.

Prasetyo menyebut, menteri-menteri Prabowo dalam kondisi solid. Menurut dia, semua menteri sedang bekerja keras sesuai bidang dan tugasnya masing-masing. “Dengan dinamika permasalahan di masing-masing, baik kemenko maupun kementerian, sedang bekerja keras menyelesaikan semua permasalahan-permasalahan,” imbuh Prasetyo.

Bantah Isu Matahari Kembar

Prasetyo Hadi juga membantah soal praktik “matahari kembar” di pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.

Menteri Sekretaris Negara ini mengatakan, pertemuan menteri-menteri Kabinet Merah Putih dengan Presiden ke-7 Republik Indonesia Joko Widodo adalah silaturahmi yang wajar dilakukan pada masa Lebaran. “Oh, enggak ada lah itu. Kalaupun, mohon maaf ya, ada para menteri yang sowan silaturahmi kepada Bapak Presiden Jokowi, saya kira itu wajar-wajar saja,” jelasnya. “Sebagai Presiden, sebagai kepala negara, kepala pemerintahan yang menjabat 2 periode, ya dalam suasana Lebaran kan wajar-wajar saja bersilaturahmi,” sambungnya. Politikus Partai Gerindra ini juga mengeklaim, Kabinet Merah Putih solid di bawah komando Prabowo. Prasetyo pun meminta semua pihak agar tidak berspekulasi soal matahari kembar dengan berkaca dari pertemuan-pertemuan tersebut.

Dia menekankan, pertemuan para menteri dengan Jokowi semestinya dianggap sebagai acara silaturahmi. “Jadi tolong juga lah, jangan kemudian diasosiasikan ini ada menteri yang silaturahmi kepada Bapak Presiden Jokowi, kemudian dianggap ada matahari kembar, jangan begitu. Semangatnya sih tidak seperti itu, kita meyakini enggak seperti itu,” kata Prasetyo.

Alarm Politik

Menanggapi soal isu “matahari kembar”, Direktur Eksekutif Trias Politika Strategis Agung Baskoro mengatakan, menilai ini sebagai alarm politik bagi Presiden Prabowo. Sebab, menurut Agung, isu tersebut bisa menjadi bayang-bayang yang akan mengganggu jalannya pemerintahan ke depan, terutama terkait loyalitas dari para pembantu Presiden. “Perihal matahari kembar ini alarm politik penting, agar narasi keberlanjutan bisa berjalan optimal tanpa bayang-bayang loyalitas ganda di luar Presiden Prabowo,” kata Agung kepada Kompas.com, Kamis (17/4/2025).

Selain itu, Agung menyebut, isu “matahari kembar” semakin memperlihatkan adanya masalah komunikasi dari Kabinet Merah Putih yang dibentuk oleh Presiden Prabowo Subianto. “Soal matahari kembar ini kan berangkat dari ungkapan ‘bos’ yang diucapkan dua menteri di Kabinet Merah Putih. Sehingga, bila disederhanakan, ini kembalinya ke problem komunikasi publik pembantu Presiden Prabowo,” ujarnya. Menurut Agung, menteri-menteri Kabinet Merah Putih kurang menyadari bahwa komunikasi publik di masa sensitif seperti sekarang sama pentingnya dengan kinerja.

Oleh karena itu, dia mengatakan, perlu ada perbaikan dari sisi komunikasi dalam pemerintahan Prabowo agar tidak mengganggu kinerja ke depannya. “Secara institusional, Presiden Prabowo perlu membuat protokol komunikasi publik, agar kejadian serupa tak berulang-ulang terus. Karena sedikit banyak bakal menjadi beban pemerintahan,” kata Agung.


Sumber: Kompas

  • Kompas
admin

Trias Politika Strategis adalah lembaga riset, survei, dan strategi politik. Fokus mengawal demokrasi Indonesia melalui layanan akademis berkualitas, pemenangan politik, media monitoring, serta pendampingan politik, dengan pengalaman mendukung partai, perusahaan, dan kandidat strategis.

Post navigation

Previous
Next

Search

Categories

  • Kutipan (417)
  • Media (421)
  • Press Release (7)

Recent posts

  • Di Balik Tantangan Prabowo Kepada Para Pengkritiknya
    Di Balik Tantangan Prabowo Kepada Para Pengkritiknya
  • Memetakan Pilpres 2029 dari Pidato Teranyar Prabowo
    Memetakan Pilpres 2029 dari Pidato Teranyar Prabowo
  • Isu Jokowi Jadi Wantimpres Mencuat di Tengah Rumor Reshuffle Kabinet Jilid 5
    Isu Jokowi Jadi Wantimpres Mencuat di Tengah Rumor Reshuffle Kabinet Jilid 5

Tags

Alinea Antara Berita Satu Bisniscom Bloomberg CNA CNBC Indonesia CNN CNNIndonesia Detikcom IDN Times Inilahcom Jakarta Globe Jawa Pos Katadata Kompas Kumparan Liputan 6 Media Indonesia Merdeka Metro TV Metro TV News Rakyat Merdeka Republika SINDONews Sin Po Suara Tempo The Jakarta Post The Star The Strait Times Tirto TribunNews tvonenews Viva VOI Warta Kota

Lanjut membaca

Thomas Djiwandono Jadi Deputi Gubernur BI, Sinyal Reshuffle Kabinet Menguat?
Kutipan, Media

Thomas Djiwandono Jadi Deputi Gubernur BI, Sinyal Reshuffle Kabinet Menguat?

January 28, 2026 admin

Penetapan Thomas Djiwandono sebagai Deputi Gubernur Bank Indonesia disinyalir menguatkan spekulasi kemungkinan reshuffle atau perombakan kabinet dalam waktu dekat. Kemungkinan perombakan kabinet itu juga diduga terkait dengan upaya mengisi kekosongan posisi wakil menteri keuangan. Menanggapi kemungkinan reshuffle itu, sejumlah partai koalisi pemerintah menyebut hal itu merupakan hak prerogatif Presiden. Adapun Partai Gerindra sebagai pengusung Presiden Prabowo Subianto mengaku belum mendengar […]

Pro-Kontra Pilkada Lewat DPRD- Solusi Hemat Anggaran atau Hidupkan Oligarki Politik?
Kutipan, Media

Pro-Kontra Pilkada Lewat DPRD: Solusi Hemat Anggaran atau Hidupkan Oligarki Politik?

January 5, 2026 admin

Wacana pengembalian mekanisme pemilihan kepala daerah (Pilkada) ke tangan DPRD kembali mengemuka. Pemerintah mengeklaim, langkah ini merupakan solusi untuk memangkas biaya politik yang besar. Namun, di sisi lain, para aktivis demokrasi dan partai oposisi mencium aroma kebangkitan oligarki politik yang berpotensi merampas hak pilih rakyat secara paksa. Wacana tersebut kembali bergulir setelah disuarakan oleh Presiden Prabowo […]

Narasi Bencana di Tengah Tarik-Menarik Kepentingan
Kutipan, Media

Narasi Bencana di Tengah Tarik-Menarik Kepentingan

January 1, 2026 admin

Bencana besar di Sumatera pada akhir November lalu, bukan hanya ujian kapasitas negara dalam menyelamatkan warga dan memulihkan infrastruktur. Ia juga menjadi ujian yang jauh lebih sulit: ujian narasi. Di tengah skala kerusakan yang luar biasa—ratusan ribu pengungsi, ribuan kilometer jalan rusak, ratusan ribu rumah hancur—penilaian publik atas respons pemerintah terasa tidak pernah utuh. Bukan […]

logotrias

Lembaga penyelenggara jasa riset/survei, media monitoring, analisa strategi politik, pemenangan politik, dan pendampingan politik pasca memenangkan pemilihan.

About Us
  • About Us
  • What We Do
  • Our Work
  • Publications
  • News & Insight
  • Contact Us
Social
  • WhatsApp
  • X/Twitter
  • Instagram
  • Facebook
  • Youtube
  • Tiktok

© 2026 Trias Politika Strategis. All rights reserved.

  • Web Development by Metahuis