Skip to content
logotrias
  • Tentang Kami
  • Layanan
  • Portofolio
  • Publikasi
  • Artikel
Contact Us
Kutipan, Media

Followers Raffi Ahmad Berkurang 550 Ribu, Efek Acara di Bundaran HI?

November 4, 2026 admin
Followers Raffi Ahmad Berkurang 550 Ribu, Efek Acara di Bundaran HI?
Utusan Khusus Presiden Bidang Pembinaan Generasi Muda dan Pekerja Seni, Raffi Ahmad (kedua dari kanan) yang ikut dalam aksi Sumpah Pemuda ke-92 pada 29 Oktober 2026. (Dokumentasi Istimewa)

Sosok publik figur yang juga Utusan Khusus Presiden Bidang Pembinaan Generasi Muda dan Pekerja Seni, Raffi Ahmad, semakin jadi sorotan usai menghadiri Deklarasi Sumpah Pemuda di Bunderan HI pada Kamis, 29 Oktober 2026. Sebab, sekelompok individu yang mengenakan jaket almamater tak semuanya merupakan mahasiswa. Sebagian akhirnya mengakui dibayar untuk ikut hadir dan berpura-pura menjadi mahasiswa.

Publik pun turut memprotes Raffi karena dianggap ikut melakukan pembohongan publik. Efek itu meluas di dunia maya, di mana sejumlah warganet memblokir atau unfollow akun Raffi Ahmad di Instagram @raffinagita1717.

Berdasarkan pengecekan dari Instrack, terlihat pengikut atau follower Raffi di Instagram turun sebesar 555.760 dalam kurun waktu 30 hari terakhir. Meskipun penurunan pengikut tersebut hanya 0,74 persen. Akun @raffinagita1717 di Instagram tetap merupakan akun media sosial dengan pengikut paling tinggi di Tanah Air yakni 74.411.031.

Direktur Eksekutif Trias Politika, Agung Baskoro, menilai sulit tidak mengaitkan antara penurunan pengikut Raffi Ahmad dengan peristiwa deklarasi Sumpah Pemuda 29 Oktober 2026 di Bundaran Hotel Indonesia. Sebab, penurunan pengikut Raffi dalam jumlah massif terjadi di momen yang berdekatan dengan insiden di Bundaran HI. Agung pun tak menampik ini merupakan efek cancel culture dari masyarakat terhadap Raffi.

“Ini ada semacam cancel culture yang mengemuka di tengah masyarakat. Dia memang sudah minta maaf (ketika terungkap ada individu yang dibayar untuk berpura-pura menjadi mahasiswa). Tapi, ini bisa menjadi masukan kepada pihak kepolisian sebagai penyelenggara dan pengundang,” ungkap Agung kepada IDN Times lewat telepon, Selasa (3/11/2026).

Dalam pandangan Agung, ia meyakini Raffi tidak tahu bahwa individu yang hadir dengan jaket almamater bukan mahasiswa. Karena asisten Raffi diduga tak memiliki latar belakang politik.

“Kalau tujuan dari acara itu pasti tahu untuk deklarasi acara Sumpah Pemuda. Tapi, saya meyakini dia gak akan ngecek itu mahasiswa dari kampus mana. Dia paling hanya selfie dengan orang-orang yang diyakini mahasiswa, lalu sudah selesai,” tutur dia.

1. Kepolisian undang Raffi Ahmad diduga untuk menetralkan narasi aksi demo 28 Oktober

Lebih lanjut, dalam pandangan Agung, pihak kepolisian mengundang Raffi Ahmad dan Willie Salim untuk menetralkan narasi yang terbentuk di ruang publik mengenai aksi demo yang bertepatan dengan Sumpah Pemuda 28 Oktober. Sehingga, narasi yang tercipta tidak tunggal dari yang kontra dengan pemerintahan Prabowo Subianto. Pemilihan sosok Raffi dan Willie didasari dengan basis pengikutnya yang besar di media sosial.

Willie Salim memiliki 16,5 juta follower di Instagram. Sedangkan di platform TikTok jumlah pengikutnya lebih dari 87 juta.

“Kalau saya melihat memang mereka punya basis (di media sosial). Kedua, suka atau tidak suka, keduanya juga dekat dengan kekuasaan sehingga bisa lebih memahami kebutuhan dari pihak kepolisian yang mengundang untuk menetralisir situasi pasca-demonstrasi 28 Oktober. Sehingga makna Sumpah Pemuda tidak tunggal,” katanya.

Di sisi lain, Agung turut menyayangkan sikap kepolisian yang tidak jeli dalam mengundang massa yang hadir di acara deklarasi Sumpah Pemuda 29 Oktober. Meski pihak Polda Metro Jaya (PMJ) sudah meminta maaf, tetapi seharusnya tetap ada sanksi yang diberikan.

“Sehingga kejadian serupa tidak kembali berulang. Kan seandainya ada demonstrasi lagi, misalkan hari Pahlawan esok, lalu tanggal 11 November datang lagi oknum mahasiswa. Lalu minta maaf lagi. Enak banget dong,” tutur dia.

2. Penolakan terhadap Raffi Ahmad tak akan dilakukan oleh masyarakat akar rumput

Agung pun meyakini penolakan dan kekesalan terhadap Raffi Ahmad tidak akan ditunjukkan oleh masyarakat akar rumput yang notabene jadi target lumbung suara ketika pemilu. Penolakan itu datang dari kaum menengah dan menengah ke atas serta berpendidikan.

“Karena pemilih kita kan didominasi pemilih semi-rasional di mana tingkat pendidikannya SMP ke bawah yang memang melihat hal-hal yang sifatnya artifisial. Jadi, karena terlihat keren di televisi, kreatif, dan dia kenal banyak orang hebat. Ya, sudah berhenti sampai di situ,” kata Agung.

Sementara, pemilih rasional menunjukkan sikap sebaliknya. Mereka akan mengecek rekam jejak dan visi misi untuk programnya.

“Jadi, ya beruntung Raffi Ahmad pemilihnya masih semi rasional. Cancel culture itu yang melakukan kelas menengah ke atas. Mereka ada yang dari kalangan UMKM, pemilik brand hingga artis,” tutur dia.

Ia pun meyakini praktik cancel culture itu hanya berlaku sementara. Ketika waktu sudah berlalu dan peristiwa itu dilupakan, terbuka peluang pengikut Raffi kembali naik dan bahkan melampaui angka sebelumnya.

“Jadi, kemungkinannya sangat besar, followers Raffi Ahmad kembali normal atau bahkan lebih kalau dia dapat momentum politik atau momentum-momentum lainnya,” imbuhnya.

3. Raffi Ahmad mengeklaim hanya hadir sebagai tamu undangan

Sementara, di dalam video yang diunggah di akun Instagram miliknya, Raffi mengaku datang dengan niat yang tulus dan tak punya maksud untuk mencederai semangat perjuangan generasi muda.

“Sebagaimana telah dijelaskan oleh Polda Metro Jaya selaku penyelenggara acara, saya hadir sebagai undangan dalam kegiatan kepemudaan tersebut. Saya datang dengan niat yang tulus dan iktikad yang baik tanpa niat merendahkan apalagi mencederai semangat perjuangan generasi muda,” ungkap Raffi pada Sabtu malam, 31 Oktober 2026.

Raffi pun meminta maaf atas kegaduhan yang timbul setelah acara tersebut. Acara 29 Oktober itu mendapat sorotan dari masyarakat, salah satunya lantaran mahasiswa yang hadir terbukti bukan berstatus mahasiswa asli.

“Selama ini saya mengajak masyarakat seluruhnya untuk tidak menyebarkan informasi yang belum jelas kebenarannya, menjauhkan dari ujaran kebencian, apalagi yang diiringi dengan caci maki sampai dengan fitnah. Dan kejadian ini menjadi pengingat bagi saya untuk lebih teliti, memahami informasi, dan lebih berhati-hati dalam mengambil langkah,” tutur dia.

Dalam kesempatan itu, Raffi turut menyebut peristiwa ini bakal jadi pembelajaran dan bahan evaluasi untuk memperbaiki diri.

“Terima kasih sekali lagi atas perhatian, kritik dan masukan yang diberikan. Semuanya ini pastinya menjadi pembelajaran bagi saya untuk terus memperbaiki diri,” ujarnya.


Terbit di IDN Times

  • IDN Times
admin

Trias Politika Strategis adalah lembaga riset, survei, dan strategi politik. Fokus mengawal demokrasi Indonesia melalui layanan akademis berkualitas, pemenangan politik, media monitoring, serta pendampingan politik, dengan pengalaman mendukung partai, perusahaan, dan kandidat strategis.

Post navigation

Previous
Next

Search

Categories

  • Kutipan (601)
  • Media (605)
  • Press Release (7)

Recent posts

  • Gibran in limbo as House mulls response
    Gibran in limbo as House mulls response
  • Apakah Hak Menyatakan Pendapat Upaya Lain Memakzulkan Gibran?
    Apakah Hak Menyatakan Pendapat Upaya Lain Memakzulkan Gibran?
  • Followers Raffi Ahmad Berkurang 550 Ribu, Efek Acara di Bundaran HI?
    Utusan Khusus Presiden Bidang Pembinaan Generasi Muda dan Pekerja Seni, Raffi Ahmad (kedua dari kanan) yang ikut dalam aksi Sumpah Pemuda ke-92 pada 29 Oktober 2026. (Dokumentasi Istimewa)
    Followers Raffi Ahmad Berkurang 550 Ribu, Efek Acara di Bundaran HI?

Tags

Alinea Antara Berita Satu Bisniscom Bloomberg CNA CNBC Indonesia CNN CNNIndonesia Detikcom Garuda TV IDN Times Inilahcom Investor ID Jakarta Globe Jawa Pos Katadata Kompas Kumparan Liputan 6 Media Indonesia Merdeka Metro TV Metro TV News nusantaratv okezone Rakyat Merdeka Republika SINDONews Sin Po Suara Tempo The Jakarta Post The Star The Strait Times Tirto TribunNews tvonenews TVRI News Viva VOI Warta Kota

Lanjut membaca

Dua Orang Jokowi Diganti, Analis: Cara Hambalang Kurangi Pengaruh Solo
Kutipan, Media

Dua Orang Jokowi Diganti, Analis: Cara Hambalang Kurangi Pengaruh Solo

October 5, 2026 admin

Direktur Trias Politika, Agung Baskoro, mengatakan, dalam reshuffle ke-7 yang dilakukan oleh Presiden Prabowo Subianto pada Kamis (1/10/2026), ada dua orang yang dijadikan sasaran tembak, yaitu Jenderal Listyo Sigit Prabowo dan Pratikno. Sigit digeser dari posisi Kapolri menjadi Kepala Staf Presiden (KSP). Sementara, Pratikno dicopot dari kursi Menteri Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK). Menurut […]

Mengapa Kasus Pemerasan Kerap Menjerat Kepala Daerah?
Kutipan, Media

Mengapa Kasus Pemerasan Kerap Menjerat Kepala Daerah?

October 2, 2026 admin

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sejak Januari hingga September 2026 telah 21 kali melakukan operasi tangkap tangan (OTT). Dari jumlah tersebut, sebanyak 13 di antaranya menjerat kepala daerah. Mayoritas kepala daerah yang kena OTT dijerat Pasal 12e Undang-Undang Tindak Pidana Korupsi. Pasal tersebut mengatur pemerasan yang diduga dilakukan pejabat. 1. Bupati Bolmut sosok terakhir yang jadi […]

Lobi-lobi Politik Koalisi Pemerintah Dalam RUU Pemilu
Kutipan, Media

Lobi-lobi Politik Koalisi Pemerintah Dalam RUU Pemilu

September 24, 2026 admin

Pembahasan Revisi Undang-Undang (RUU) Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilihan Umum (Pemilu) mulai memasuki fase krusial. Para ketua umum partai politik koalisi pemerintahan Presiden Prabowo Subianto mulai mengerucutkan pembicaraan mengenai ambang batas parlemen atau parliamentary threshold (PT) pada angka 5 persen. Angka tersebut menjadi salah satu isu penting dalam pembahasan RUU Pemilu yang disebut akan […]

logotrias

Lembaga penyelenggara jasa riset/survei, media monitoring, analisa strategi politik, pemenangan politik, dan pendampingan politik pasca memenangkan pemilihan.

About Us
  • About Us
  • What We Do
  • Our Work
  • Publications
  • News & Insight
  • Contact Us
Social
  • WhatsApp
  • X/Twitter
  • Instagram
  • Facebook
  • Youtube
  • Tiktok

© 2026 Trias Politika Strategis. All rights reserved.

  • Web Development by Metahuis