Skip to content
logotrias
  • Tentang Kami
  • Layanan
  • Portofolio
  • Publikasi
  • Artikel
Contact Us
Kutipan, Media

Pelantikan Wantimpres Dinilai Cara Prabowo Rangkul Kawan dan Lawan, Pengamat: Politik Rangkulisme

October 5, 2026 admin
Pelantikan Wantimpres Dinilai Cara Prabowo Rangkul Kawan dan Lawan, Pengamat- Politik Rangkulisme
PELANTIKAN WANTIMPRES - Presiden Prabowo Subianto melantik Kepala Badan Komunikasi (Bakom) dan jajaran Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) di Istana Negara, Jakarta, Jumat (2/10/2026). Pelantikan Wantimpres dinilai sebagai bukti nyata strategi politik rangkulisme yang dijalankan Prabowo.

Pengamat politik Agung Baskoro menyoroti pelantikan anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) oleh Presiden Prabowo Subianto.

Prabowo melantik ketua dan anggota Wantimpres di Istana Negara, Jakarta Pusat, Jumat (2/10/2026) lalu.

Total ada 26 anggota Wantimpres yang diangkat oleh Prabowo.

Agung Baskoro menilai pelantikan Wantimpres sebagai bukti nyata strategi “politik rangkulisme” yang dijalankan Prabowo.

Sebab, Prabowo merangkul berbagai elemen, baik kawan maupun lawan politiknya, termasuk tokoh-tokoh yang sebelumnya berseberangan dalam dinamika tertentu seperti Muktamar Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU).

Agung pun menyoroti komposisi anggota Wantimpres yang merepresentasikan berbagai poros kekuatan politik, antara lain poros Teuku Umar yang diwakili oleh Budi Gunawan, poros Cikeas diwakili Chairul Tanjung, poros Solo diwakili Pratikno, serta poros Hambalang diwakili Hatta Rajasa dan Salim Segaf Aljufri.

Adapun Pratikno ditunjuk sebagai Ketua Wantimpres dan Hatta Rajasa menjadi Wakil Ketua Wantimpres.

“Pelantikan ketua, kemudian sekretaris dan anggota Wantimpres menegaskan dua hal. Ini bukti politik rangkulisme yang dilakukan Presiden Prabowo. Karena dalam kepengurusan Wantimpres terdapat lawan politik maupun kawan politik di dalam pemerintahan maupun di seberang pemerintahan,” ujarnya, Minggu (4/10/2026), dilansir YouTube Kompas TV.

“Kita tahu dari poros Teuku Umar secara kultural diwakili oleh Pak BG. Kemudian poros Cikeas kita lihat di sana ada secara kultural dekat dengan Pak CT. Kemudian juga secara poros Solo hadir di sana Pak Pratik, dan poros Hambalang diwakili oleh banyak mitra koalisi yang mengemuka seperti Pak Hatta Rajasa, Pak Salim Segaf dan lain-lain,” jelas Agung.

Selanjutnya, langkah ini disebut dilakukan agar barisan elite tetap solid dan menjaga stabilitas politik nasional di tengah penurunan tingkat kepuasan publik terhadap pemerintah.

Agung menilai dengan memasukkan berbagai tokoh dari kelompok yang berbeda ke dalam pemerintahan, pemerintah dapat mengontrol simpul-simpul massa yang menjadi basis dukungan para anggota tersebut.

Lalu, kehadiran para tokoh tersebut di dalam lingkar pemerintahan diharapkan dapat membentuk persepsi bahwa mereka kini telah menjadi bagian dari pendukung pemerintah.

“Jadi saya melihat bahwa ini bagian dari cara presiden merangkul kawan maupun lawan politiknya. Termasuk di sana banyak mereka yang kemarin berseberangan dalam Muktamar PBNU dan tidak masuk dalam kepengurusan juga dilibatkan dalam Wantimpres.”

“Kemudian secara institusional suka atau tidak ini cara dari Istana untuk menyolidkan barisan elite agar konsolidasi politik dan stabilitas politik nasional tetap terjaga di tengah laju penurunan atas kepuasan publik terhadap pemerintah,” ungkap Agung.

“Karena dengan cara ini simpul-simpul massa yang menjadi basis para anggota Wantimpres ‘bisa dikontrol’ walaupun tidak sepenuhnya, tapi minimal mereka mengakomodasi persepsi ataupun perspektif bahwa para anggota Wantimpres ini sudah berada di dalam pemerintahan,” papar dia.

Jumlah 26 anggota Wantimpres melonjak tajam dibandingkan era Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) dan Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

Pengamat Komunikasi Politik Universitas Esa Unggul, Jamiluddin Ritonga, menilai langkah tersebut bisa dilihat dari dua sisi.

Di satu sisi sebagai wujud politik akomodatif, namun di sisi lain rawan menjadi lembaga yang mandul dan pemborosan anggaran.

“Hanya saja, jumlah Wantimpres sebanyak itu dikhawatirkan akan menjadi mubajir bila nasehat mereka diabaikan. Wantimpres akhirnya hanya menjadi lembaga yang indah di atas kertas namun tugas dan fungsi tidak dimanfaatkan oleh presiden,” kata Jamiluddin, Minggu (4/10/2026).

Jamiluddin memperingatkan sejarah kerap menunjukkan peran Wantimpres kurang terdengar kinerjanya.

Jika hal ini terulang pada 26 sosok yang baru dilantik, maka hal tersebut akan mencederai visi efisiensi yang sering diucapkan Presiden Prabowo.

“Celakanya kalau itu yang terjadi, maka 26 Wantimpres itu layaknya pejabat yang makan gaji buta. Hal ini tentu tak sejalan dengan kebijakan Prabowo yang menekankan efisiensi,” tegasnya.

Namun, Jamiluddin juga memahami motif di balik pelantikan dalam jumlah besar tersebut.

Menurutnya, Prabowo tengah berupaya menghadirkan harmoni dengan menampung berbagai kepentingan multidisiplin.

“Selain itu, Prabowo menganut politik akomodatif. Untuk itu, Prabowo berusaha merangkul semua elemen anak bangsa,” jelasnya.


Terbit di Tribunnews

  • TribunNews
admin

Trias Politika Strategis adalah lembaga riset, survei, dan strategi politik. Fokus mengawal demokrasi Indonesia melalui layanan akademis berkualitas, pemenangan politik, media monitoring, serta pendampingan politik, dengan pengalaman mendukung partai, perusahaan, dan kandidat strategis.

Post navigation

Previous
Next

Search

Categories

  • Kutipan (567)
  • Media (571)
  • Press Release (7)

Recent posts

  • Legitimasi Politik Gibran Dipertaruhkan
    Legitimasi Politik Gibran Dipertaruhkan
  • Pelantikan Wantimpres Dinilai Cara Prabowo Rangkul Kawan dan Lawan, Pengamat- Politik Rangkulisme
    PELANTIKAN WANTIMPRES - Presiden Prabowo Subianto melantik Kepala Badan Komunikasi (Bakom) dan jajaran Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) di Istana Negara, Jakarta, Jumat (2/10/2026). Pelantikan Wantimpres dinilai sebagai bukti nyata strategi politik rangkulisme yang dijalankan Prabowo.
    Pelantikan Wantimpres Dinilai Cara Prabowo Rangkul Kawan dan Lawan, Pengamat: Politik Rangkulisme
  • Menerka Arah Diplomasi Indonesia di Bawah Menlu Arrmanatha Nasir
    Menerka Arah Diplomasi Indonesia di Bawah Menlu Arrmanatha Nasir

Tags

Alinea Antara Berita Satu Bisniscom Bloomberg CNA CNBC Indonesia CNN CNNIndonesia Detikcom Garuda TV IDN Times Inilahcom Jakarta Globe Jawa Pos Katadata Kompas Kumparan Liputan 6 Media Indonesia Merdeka Metro TV Metro TV News nusantaratv okezone Rakyat Merdeka Republika SINDONews Sin Po Suara Tempo The Jakarta Post The Star The Strait Times Tirto TribunNews tvonenews TVRI News Viva VOI Warta Kota

Lanjut membaca

Dari Raja Tol hingga Bos CT Corp, Para Pengusaha yang Datang ke Istana Jelang Pelantikan Wantimpres
Kutipan, Media

Dari Raja Tol hingga Bos CT Corp, Para Pengusaha yang Datang ke Istana Jelang Pelantikan Wantimpres

October 5, 2026 admin

Presiden Prabowo Subianto melantik ketua dan anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) di Istana Negara, Jakarta Pusat, Jumat (2/10/2026). Berdasarkan UU Nomor 19 Tahun 2006, Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) adalah lembaga pemerintah yang bertugas memberikan nasihat dan pertimbangan kepada Presiden sebagaimana dimaksud dalam Pasal 16 Undang Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945. Jabatan Ketua Wantimpres […]

Jokowi Jadi Kader PSI, Apa Pesan Politik di Baliknya?
Kutipan, Media

Jokowi Jadi Kader PSI, Apa Pesan Politik di Baliknya?

September 28, 2026 admin

Sekretaris Dewan Pembina Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Grace Natalie menilai keputusan Presiden ke-7 Joko Widodo (Jokowi) untuk secara terbuka menunjukkan Kartu Tanda Anggota (KTA) PSI memiliki pesan politik, baik untuk internal maupun eksternal partai. Grace mengatakan bahwa pernyataan Jokowi tersebut memiliki pesan bagi organisasi untuk mendorong kader PSI semakin aktif melakukan konsolidasi dan melengkapi struktur partai […]

Kata Pengamat hingga Politisi soal Jokowi Tunjukkan Kartu Anggota PSI, Gerindra- Kami Menghargai
Kutipan, Media

Kata Pengamat hingga Politisi soal Jokowi Tunjukkan Kartu Anggota PSI, Gerindra: Kami Menghargai

September 28, 2026 admin

Aksi Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) menunjukkan kartu tanda anggota (KTA) Partai Solidaritas Indonesia (PSI) mendapat sorotan pengamat. Pada Sabtu (26/9/2026) kemarin, Jokowi berapi-api menyatakan dirinya telah resmi menjadi anggota Partai Solidaritas Indonesia (PSI) sejak 14 Oktober 2025. Hal tersebut, disampaikan Jokowi saat menghadiri kegiatan PSI di Kota Bandung, Jawa Barat, Direktur Eksekutif Trias Politika […]

logotrias

Lembaga penyelenggara jasa riset/survei, media monitoring, analisa strategi politik, pemenangan politik, dan pendampingan politik pasca memenangkan pemilihan.

About Us
  • About Us
  • What We Do
  • Our Work
  • Publications
  • News & Insight
  • Contact Us
Social
  • WhatsApp
  • X/Twitter
  • Instagram
  • Facebook
  • Youtube
  • Tiktok

© 2026 Trias Politika Strategis. All rights reserved.

  • Web Development by Metahuis