Pengamat Sebut Bantahan Istana Tak Tutup Opsi Reshuffle, 4 Klaster Menteri Terancam Dirombak

Direktur Eksekutif Trias Politika Strategis Agung Baskoro menilai opsi reshuffle kabinet tetap terbuka dengan dua kemungkinan skenario.
Hal tersebut seiring pernyataan Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi yang membantah adanya isu perombakan atau reshuffle kabinet Merah Putih.
Namun, Prasetyo tak menampik jika reshuffle dikaitkan untuk mengisi jabatan Wakil Menteri Keuangan yang kosong seiring ditetapkannya Thomas Djiwandono menjadi Deputi Gubernur Bank Indonesia.
“Sedari awal saya melihat reshuffle dalam konteks ini menjadi dua. Pertama, reshuffle terbatas, yakni hanya menyentuh ranah wamenkeu saja,” kata Agung Baskoro saat dikonfirmasi, Kamis (29/1/2026).
Namun, ia juga membuka peluang skenario kedua yang lebih luas.
Menurutnya, ada peluang reshuffle kabinet tetap dilakukan dengan menyasar empat klaster menteri.
“Namun yang kedua, tak menutup kemungkinan meluas, artinya menyentuh posisi-posisi lain sebagaimana empat klaster menteri yang berpotensi di-reshuffle,” jelasnya.
Agung merinci empat klaster menteri yang berpotensi terdampak perombakan kabinet, sebagai berikut:
- Menteri yang mengelola program-program populis
- Menteri-menteri bidang ekonomi
- Menteri dari kalangan nonpartai politik yang kinerjanya dinilai biasa-biasa saja atau tidak maksimal
- Menteri dari partai politik yang berkinerja kurang optimal, namun berpotensi hanya mengalami reposisi atau pergeseran jabatan tanpa keluar dari kabinet
Menurutnya, peluang reshuffle terbatas hanya pergantian Wamenkeu dan reshuffle yang jangkauannya lebih luas masih seimbang.
“Peluang keduanya terjadi sementara ini 50:50,” katanya.
Ia juga menilai dinamika reshuffle tidak bisa dilepaskan dari pertimbangan stabilitas politik.
Menurutnya, sejak awal pembentukan kabinet, Presiden Prabowo Subianto telah mempertimbangkan akomodasi politik sebagai bagian dari konsolidasi pemerintahan.
“Sejak awal nalar utama akomodasi politik menjadi pertimbangan dalam menyusun kabinet sehingga kompromi perlu dilakukan sebagai ekses sistem presidensial kita yang bertaut multipartai ekstrem,” ujarnya.
Karena itu, lanjut Agung, stabilitas politik harus ditempatkan setara dengan pertimbangan teknokratis dan aspirasi publik.
“Otomatis nalar stabilitas politik perlu ditempatkan sama pentingnya dengan nalar publik dan nalar teknokratis,” ucapnya.
Jabatan Wakil Menteri Keuangan
Istana melalui Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi belum mau mengungkapkan banyak.
Ia hanya mengatakan bahwa perombakan kabinet memang terjadi karena Thomas Djiwandono kini menjadi Deputi Gubernur BI.
“Kalau maknanya reshuffle adalah karena ada proses beralihnya jabatan Wakil Menteri Keuangan menjadi Deputi Gubernur Bank Indonesia, yang kemarin telah melalui proses fit and proper test di DPR, itu benar. Artinya ada, ada jabatan Wamenkeu yang ditinggalkan oleh beliau karena penugasan ke tempat yang lain,” katanya di Istana Kepresidenan Jakarta, Rabu, (28/1/2026).
Presiden, kata Prasetyo, masih mengkaji sejumlah nama untuk mengisi kursi Wamenkeu yang kosong tersebut.
Terkait nama mantan Deputi Gubernur BI Juda Agung sebagai kandidat kuat Wamenkeu, Prasetyo belum mau berkomentar.
“Tunggu dulu,” ucap Prasetyo.
Prasetyo belum mau mengungkapkan nama nama calon Wamenkeu yang sedang dikaji oleh Presiden Prabowo tersebut.
Ia hanya mengatakan bahwa kursi Wamenkeu akan segera diisi.
“Belum. Nanti pada waktunya, siapapun yang kemudian kalau diputuskan oleh bapak presiden pos yang ditinggalkan harus diisi, nanti akan kami sampaikan,” katanya.
Dalam memutuskan siapa yang akan mengisi kursi Wamenkeu, Presiden selain melakukan kajian juga berkonsultasi dengan sejumlah pihak, salah satunya Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa.
“Nanti kan setelah proses itu kan nanti kita, bapak presiden pasti akan melakukan apa namanya, semacam kajian dan meminta pendapat tentunya dengan menteri keuangan mengenai pengisian kembali jabatan wamenkeu yang tadinya diisi oleh Pak Thomas Djiwandono, yang sekarang akan bertugas di Bank Indonesia,” ucapnya.
Terbit di Tribunnews


