2 Makna yang Ingin Disampaikan Jokowi Saat Pamer KTA PSI Menurut Pengamat

Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) dengan menunjukkan kartu tanda anggota (KTA) Partai Solidaritas Indonesia (PSI) saat menghadiri Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) PSI di Bandung, Jawa Barat, kemarin.
Sikap Jokowi itu dinilai tidak hanya berkaitan dengan penegasan status politiknya, tetapi juga memiliki makna bagi konsolidasi internal dan positioning PSI menuju Pemilu 2029.
Direktur Eksekutif Trias Politik, Agung Baskoro, mengatakan ada dua makna yang bisa dibaca dari apa yang Jokowi lakukan di Bandung tersebut.
“Secara internal untuk melecut semangat kader-kader PSI agar semakin bergelora membesarkan partai berlambang gajah ini,” kata Agung kepada Tribunnews.com, Minggu (27/9/2026).
Dia menilai kehadiran Jokowi juga dapat memperkuat pekerjaan rumah PSI dalam membangun struktur organisasi hingga tingkat bawah.
Agung mencontohkan konsolidasi PSI di Kota Bandung yang menurutnya telah memenuhi target struktur organisasi. Kondisi tersebut, kata dia, turut menjadi salah satu konteks kehadiran Jokowi dalam agenda konsolidasi tersebut.
Sementara secara eksternal, Agung melihat penegasan status Jokowi sebagai kader PSI dapat dibaca sebagai sinyal politik kepada partai-partai parlemen menjelang pembahasan dan penentuan berbagai aturan kepemiluan.
“Itu tidak akan menjadi soal bagi PSI karena ada Pak Jokowi di dalam partai ini,” ujar Agung.
Agung mengatakan kehadiran Jokowi dapat menjadi salah satu modal politik bagi PSI untuk menghadapi tantangan elektoral pada Pemilu 2029.
Namun, fia menilai partai tetap memiliki pekerjaan rumah untuk memastikan struktur dan calon-calon legislatifnya memiliki daya tarik elektoral di masing-masing daerah pemilihan.
Agung juga melihat kehadiran Jokowi berpotensi membuat PSI lebih mudah menarik tokoh-tokoh yang memiliki kekuatan elektoral untuk bergabung atau membangun kerja sama politik.
Dia menyebut peluang tersebut tidak hanya berkaitan dengan struktur partai, tetapi juga figur yang dapat menjadi calon presiden maupun calon wakil presiden pada kontestasi mendatang, termasuk sosok Dedi Mulyadi atau KDM.
“Dalam konteks ini memang KDM relevan ataupun tokoh-tokoh lain. Karena apa? PSI butuh sosok capres-cawapres atau bahkan sosok-sosok di dapil yang bisa mengerek suara partai,” ujarnya.
Agung menggambarkan perubahan persepsi yang mungkin muncul terhadap PSI setelah Jokowi tampil terbuka sebagai kader partai tersebut.
Menurut dia, PSI sebelumnya lebih sering dipandang sebagai partai yang berada dalam posisi penantang, sedangkan kehadiran Jokowi dapat mengubah persepsi tersebut menjadi daya tarik bagi calon kader maupun tokoh politik.
“Ketika Pak Jokowi muncul dan hadir sebagai anggota PSI, otomatis ini menjadi magnet ya elektoral dan memberikan pesan ya bahwa ketika PSI sebelumnya underdog effect, punya efek underdog yang tidak bisa disepelekan, sekarang punya efek bandwagon yang memang punya potensi untuk menang semacam itu di dapil atau bahkan dalam konteks yang lebih luas di provinsi atau di tingkat nasional,” tandasnya.
Umumkan Jadi Kader PSI
Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) secara resmi mengumumkan dirinya telah menjadi kader Partai Solidaritas Indonesia (PSI).
Pengumuman tersebut disampaikannya secara langsung di Kota Bandung, Jawa Barat, sebagaimana terekam dalam video yang diunggah akun X @Uki23 pada Sabtu (26/9/2026).
Dalam kesempatan tersebut, Jokowi menegaskan bahwa ia sebenarnya sudah bergabung dengan PSI sejak setahun yang lalu. Tepatnya, ia menyatakan telah terdaftar sebagai anggota resmi sejak 14 Oktober 2025.
Namun Jokowi pun akhirnya menyampaikan pernyataan secara terbuka untuk meyakinkan pengurus partai dari tingkat pusat hingga daerah.
“Bahwa saya sesungguhnya ini untuk diketahui oleh seluruh jajaran pengurus PSI dari DPP, DPW, DPD, DPC, DPRT supaya tahu semuanya. Bahwa saya itu sudah masuk menjadi keluarga besar PSI,” ucap Jokowi.
Menyadari banyaknya pihak yang mungkin masih meragukan status keanggotaannya, mantan Gubernur DKI Jakarta ini lantas memamerkan Kartu Tanda Anggota (KTA) miliknya ke publik.
“Itu sudah 14 Oktober 2025. Sudah setahun yang lalu. Banyak yang nggak percaya, sekarang saya buka saja kartu anggota saya ini,” tegasnya.
Jokowi pun mengangkat KTA tersebut tinggi-tinggi untuk memastikan seluruh hadirin melihat bukti fisiknya.
“Masih kurang jelas? Masih kurang jelas? Nih, saya tunjukkan,” tambahnya.
Lebih lanjut, ia membacakan identitas beserta nomor keanggotaan yang tertera pada kartu tersebut secara detail.
“Udah. Sekarang saya bacakan, di sini tertulis, nama Joko Widodo. Nomor keanggotaan saya baca ya. Nomor keanggotaan S337220257777777,” ucapnya.
Jokowi sempat berkelakar mempertanyakan deretan angka tujuh pada nomornya. Ia pun meminta semua kader untuk tidak meragukannya lagi sebagai bagian dari PSI.
“Saya nggak tahu kenapa nomor tujuhnya kok banyak sekali. Jadi udah jelas semuanya ya. Jangan sampai ada yang meragukan bahwa saya ini sudah menjadi keluarga besar PSI,” ujar Jokowi.
Sebagai informasi, posisi PSI yang saat ini dipimpin langsung oleh putra bungsunya, Kaesang Pangarep, sebagai Ketua Umum.
Terbit di Tribunnews


