Siapa Ketua Dewan Pembina PSI, Jokowi Atau Jeffrie Geovanie?

Hari ini, sosok Ketua Dewan Pembina Partai Solidaritas Indonesia (PSI) berinisial J akan diumumkan. Banyak pihak yang penasaran, siapa J tersebut. Apakah Jokowi atau Jeffrie Geovanie?
Jokowi berkali-kali hadir di acara PSI. Sedangkan Jeffrie termasuk salah satu pendiri PSI dan terlibat sejak awal pendirian partai ini di sekitar tahun 2014. Di kepengurusan sebelumnya, Jeffrie menjabat sebagai Ketua Dewan Pembina. Di kepengurusan saat ini, posisi Jeffrie belum ditentukan
Sosok J disebut Ketua Umum PSI Kaesang Pangarep pada pembukaan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) PSI, di Hotel Claro Makassar, Sulawesi Selatan, Kamis (29/1/2026). Kaesang mengatakan, sosok Bapak J akan hadir di hari kedua Rakernas PSI, Jumat (30/1/2026).
PSI menggelar Rakernas selama tiga hari, 29-31 Januari 2026. Acara sangat meriah dengan diikuti 3.000 peserta dari berbagai wilayah. Mereka kompak mengenakan pakaian berlogo gajah yang didominasi warna putih.
Pembukaan Rakernas ditandai dengan kehadiran Kaesang. Putra bungsu Presiden ke-7 RI Jokowi itu datang didampingi Ketua Harian PSI Ahmad Ali, Sekjen PSI Raja Juli Antoni, Ketua DPW PSI Sulsel Muammar Gandhi Rusdi, Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman, dan Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin.
Sesaat sebelum memasuki gedung utama, rombongan disambut prosesi adat Angngaru, tradisi khas Bugis-Makassar. Suasana pun seketika hening. Setelah ritual selesai, Kaesang bersama rombongan dipersilakan masuk.
Di dalam ruangan, atmosfer Rakernas terasa semarak. Deretan kursi terisi oleh pengurus partai dan anggota legislatif PSI dari berbagai daerah di Indonesia. Termasuk Rusdi Masse Mappasessu (RMS), Wakil Ketua Komisi III DPR Fraksi NasDem, yang kini merapat ke PSI.
Di awal pidatonya, Kaesang mengabsen jajaran Dewan Pembina. Termasuk sosok J. “Yang saya hormati Sekretaris Dewan Pembina PSI, Ibu Grace Natalie, beserta seluruh jajarannya. Ketuanya di mana? Belum datang?” selorohnya.
Kaesang lalu memastikan, sosok J akan datang di hari kedua. “Insya Allah besok (hari ini, red) datang,” ucapnya, disambut riuh tepuk tangan peserta. Kaesang lalu melanjutkan menyapa jajaran kepengurusan DPP PSI.
Dalam arahannya, Kaesang menyatakan, PSI adalah rumah bagi semua kalangan. “Bagi buruh, nelayan, petani, pekerja informal. Siapa pun kita terima,” ucapnya.
Kaesang percaya, sistem kepartaian PSI sangat ideal karena melibatkan seluruh level. Dia lalu membangkitkan semangat kader yang hadir dengan menyatakan PSI akan menjadi partai yang sangat besar. Syaratnya, seluruh kader konsisten.
“Kuncinya satu, konsisten. PSI akan tumbuh menjadi partai yang kokoh,” ucapnya, disambut teriakan semangat ribuan kader.
Dia juga meminta kader PSI tak cepat berpuas diri. Kaesang akan memantau seluruh level struktur PSI. Yang belum bekerja maksimal, bakal langsung dievaluasi. Kaesang akan mengevaluasi kinerja pengurus dari tingkat pusat hingga daerah dalam 3 bulan ke depan.
“Bukan hanya di tingkat nasional saja, tapi juga ke kabupaten kota. Saya bisa tunjuk mana yang belum dan sudah kerja. Hati-hati akan saya ganti,” tegas Kaesang.
Dia menekankan, evaluasi dan laporan harus berbasis kondisi nyata, bukan formalitas. “Saya tak butuh laporan asal bapak senang (ABS), yang isinya tipu-tipu saja,” sambung Kaesang
Di akhir pidatonya, Kaesang mengumumkan Rusdi Masse Mappasessu (RMS) resmi bergabung dengan PSI. Pengumuman disampaikan melalui pantun.
“Ke Makassar naik Air Asia, jangan lupa minum es. Mari keluarga Partai Solidaritas Indonesia, kita sambut Bang RMS,” ucap Kaesang, disambut tepuk tangan meriah.
RMS, yang mengenakan setelan kemeja putih dan celana hitam, lantas naik ke panggung. Kaesang dan RMS lalu salam komando. Setelahnya, Kaesang menyematkan jaket PSI kepada RMS.
RMS kemudian diberi waktu untuk berpidato. “Terima kasih Mas Ketum, terima kasih semua teman-teman DPP PSI. Mudah-mudahan dengan kehadiran saya di PSI, bisa berbuat banyak,” ucapnya.
Sekjen PSI Raja Juli Antoni amat senang dengan kehadiran RMS. Baginya, RMS sangat istimewa dan memiliki kemiripan dengan Jokowi.
“Kehadiran beliau (RMS) akan menyempurnakan PSI di (Pemilu) 2029. Pak RMS ini adalah tokoh yang luar biasa. Beliau ini saya kira Jokowi-nya Sulsel,” ucap Raja Juli.
Menteri Kehutanan ini menerangkan, tipikal RMS tidak banyak bicara, tetapi banyak bekerja. “Energi positif itulah yang insya Allah tidak hanya bermanfaat untuk Sulsel, tapi untuk Indonesia,” sambungnya.
PSI pun telah menyiapkan posisi penting bagi RMS. “Akan ditempatkan pada struktur yang paling baik, paling terhormat di DPP PSI,” ucapnya.
Lalu, siapakah sosok J? Direktur Eksekutif Trias Politika Agung Baskoro menyebut, kemungkinannya ada dua, yaitu Jokowi atau Jeffrie Geovanie. Namun, jika dilihat dari ambisi PSI menjadi partai besar, sosok J tersebut mengarah ke Jokowi.
“Kalau PSI bisa mengerjakan PR dari Jokowi dengan baik, yaitu mampu membentuk pengurus sampai level terbawah, maka Mr. J bertransformasi utuh menjadi Pak Jokowi,” ungkapnya.
Agung melihat, PSI punya potensi besar untuk masuk partai papan tengah. Indikatornya, banyak kader partai lain masuk PSI. Di 2029, suara PSI bisa meningkat signifikan. “Kemungkinannya PSI masuk parlemen,” kata Agung.
Jika momentum itu bisa dipertahankan, kata Agung, PSI juga berpeluang untuk menjadi partai besar. “Di tahun 2034, PSI bisa menatap untuk masuk posisi di tiga besar,” ucapnya.
Terbit di Rakyat Merdeka


