Skip to content
logotrias
  • Tentang Kami
  • Layanan
  • Portofolio
  • Publikasi
  • Artikel
Contact Us
Kutipan, Media

Saat Budi Arie Dikecam usai Singgung Pergantian Rezim Prabowo

August 26, 2026 admin
Saat Budi Arie Dikecam usai Singgung Pergantian Rezim Prabowo
Ketua Umum Projo Budi Arie Setiadi menghadiri perayaan HUT ke-12 Projo di Jakarta, Minggu (23/8/2026). Dalam perayaan tersebut, Projo menegaskan dukungannya terhadap program pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, termasuk pemberantasan korupsi. ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/kye

Ketua Umum Projo, Budi Arie Setiadi, menyampaikan permintaan maaf atas pernyataannya terkait perubahan politik pada rezim Presiden Prabowo Subianto yang disebut tidak mencapai Pilpres pada 2029 mendatang.

Menurut Budi Arie, pernyataannya itu merupakan analisis pribadinya terhadap dinamika politik di Indonesia. Ia menegaskan bahwa pernyataan itu tidak berkaitan dengan pandangan Presiden ke-7 RI, Joko Widodo (Jokowi).

“Saya, Budi Arie Setiadi, memohon maaf kepada pihak-pihak yang kurang berkenan dan nyaman dengan pernyataan saya tersebut,” kata Budi Arie dalam keterangan resminya yang diterima Tirto pada Rabu (26/8/2026).

“Pernyataan tersebut tidak ada hubungan dan kait-mengkaitnya dengan Bapak Joko Widodo. Saya siap bertanggung jawab dan menerima segala konsekuensi karena analisa dan pernyataan saya tersebut,” lanjutnya.

Di akhir pernyataannya, Budi Arie juga sempat menyampaikan pesan agar terus menjaga persatuan Indonesia.

“Terima kasih, jaga terus persatuan Indonesia,” ucapnya.

Dalam video yang beredar di media sosial, Budi Arie sempat mengatakan, berdasarkan instingnya, perubahan politik di rezim Prabowo bisa saja terjadi sebelum 2029.

Ia lantas menanyakan kesiapan apabila terjadi percepatan pergantian rezim sebelum 2029 kepada para peserta.

“Kalau terjadi percepatan gimana? Kita siap, nggak?” ujar Budi Arie dalam rekaman tersebut, yang kemudian disambut seruan “Siap!” oleh para peserta acara.

Pernyataan Budi Arie Sangat Fatal

Direktur Parameter Politik Indonesia (PPI), Adi Prayitno, menilai pernyataan Budi Arie sangat fatal dan bisa menimbulkan kegaduhan yang serius.

Menurut Adi, Budi Arie yang memiliki “wajah Jokowi” itu seakan menegaskan bahwa hubungan antara Prabowo dan Jokowi sudah merenggang.

“Yang jelas publik menilai pernyataan Budi Arie itu menegaskan sikap negatif ke pemerintahan Prabowo hari ini. Padahal di atas permukaan Jokowi terlihat merawat hubungan baik dengan Prabowo,” kata Adi kepada Tirto, Rabu (26/8/2026).

Adi menegaskan, pernyataan Budi Arie itu jangan sampai dianggap sebagai sikap politik resmi para loyalis Jokowi.

Sementara itu, Direktur Eksekutif Trias Politika, Agung Baskoro, menyebut permintaan maaf Budi Arie memang bisa saja meredam berbagai isu liar yang sedang berkembang di publik.

Namun, isu itu tidak akan mudah untuk diredam, mengingat isu soal suksesi kekuasaan adalah isu yang sensitif.

“Karena [isu ini] terkait relasi Pak Jokowi dengan Presiden Prabowo, karena Pak Budi Arie, suka atau tidak, walaupun statement pribadi, melekat atas dirinya sebagai Ketua Umum Projo yang menjadi tulang punggung politik dari Pak Jokowi,” ujar Agung saat dihubungi Tirto, Rabu (26/8/2026).

Pernyataan Budi Arie itu juga dinilai Agung dapat berpotensi merusak reputasi dan rekam jejak Jokowi dalam politik elektoral di Indonesia.

Ia menekankan bahwa polemik tersebut harus menjadi pelajaran bagi elite politik ke depan, agar lebih berhati-hati saat menyampaikan pernyataan publik.

“Ini bisa menjadi pelajaran bagi seluruh elit politik ya ke depan, agar lebih berhati-hati menyampaikan statement-nya ketika berada di ruang publik walaupun itu berada di acara internal dari Projo itu sendiri,” tegasnya.

PSI Bantah Budi Arie Jadi Bagian Mereka

Usai ramai polemik tersebut, Partai Solidaritas Indonesia (PSI) menegaskan bahwa Budi Arie Setiadi bukan anggota, pengurus, maupun Sekretaris Jenderal DPP PSI.

Wakil Ketua Umum DPP PSI, Andy Budiman, menegaskan bahwa Budi Arie tidak memiliki jabatan, posisi, maupun kewenangan apa pun di PSI.

“Kami tegaskan: Budi Arie bukan bagian dari PSI. Titik. Karena itu, berhenti menyeret-nyeret nama PSI dalam setiap tindakan, pernyataan, maupun urusan Budi Arie,” kata Andy dalam keterangan resminya pada Selasa (25/8/2026).

Menurut Andy, mengaitkan tindakan maupun pernyataan Budi Arie dengan PSI adalah tidak berdasar dan menyesatkan.

Andy pun meminta semua pihak untuk menghentikan spekulasi mengenai posisi Budi Arie di PSI.

“Posisi PSI terang dan tidak membutuhkan tafsir: Budi Arie bukan anggota, bukan pengurus, bukan Sekjen, dan bukan bagian dari PSI. Jangan seret PSI untuk urusan yang bukan urusan PSI,” kata Andy.

“Jangan karena di-reshuffle, kemudian sakit hati dan memainkan politik adu domba antara Pak Jokowi dengan Presiden Prabowo,” lanjutnya.

Di sisi lain, Ketua DPP PSI, Dedek Prayudi, juga menegaskan bahwa partainya tidak akan menerima jika Budi Arie Setiadi mendaftar sebagai anggota.

“Keanggotaan partai bukan sekadar persoalan administratif, melainkan menyangkut kesesuaian nilai dan rekam jejak. Mempertimbangkan dua hal tersebut, pasti tempat Budi Arie bukan di PSI,” kata Dedek dalam keterangan resminya pada Rabu.

Dedek pun memastikan bahwa PSI menolak tegas wacana pergantian pemerintahan di tengah masa jabatan seperti yang disinggung oleh Budi Arie.

“Presiden yang telah dipilih melalui proses demokratis harus diberikan kesempatan hingga akhir masa jabatan. Pernyataan Budi Arie soal kemungkinan pergantian pemerintahan di tengah jalan adalah buah pikiran orang kurang kerjaan dan tidak sesuai pendirian dasar PSI. Kalau ada perbedaan dalam hal mendasar, ya gak usah gabung,” kata Dedek.

Dedek Prayudi
Wakil Komandan Tim Kampanye Nasional ,(TKN) Fanta Prabowo-Gibran, Dedek Prayudi saat diwawancara awak media di Jalan Kertanegara, Jakarta Selatan, Senin (29/1/2024). (Tirto.id/Fransiskus Adryanto Pratama)

Terbit di Tirto

  • Tirto
admin

Trias Politika Strategis adalah lembaga riset, survei, dan strategi politik. Fokus mengawal demokrasi Indonesia melalui layanan akademis berkualitas, pemenangan politik, media monitoring, serta pendampingan politik, dengan pengalaman mendukung partai, perusahaan, dan kandidat strategis.

Post navigation

Previous
Next

Search

Categories

  • Kutipan (580)
  • Media (584)
  • Press Release (7)

Recent posts

  • OTT KPK di BNPB Dinilai Miliki Efek Terhadap Reputasi Pemerintah
    OTT KPK di BNPB Dinilai Miliki Efek Terhadap Reputasi Pemerintah
  • Makna Reshuffle Kali Ini, Pengamat- Aktivasi Hak Prerogatif Prabowo dan Respons atas OTT di BNPB
    Makna Reshuffle Kali Ini, Pengamat: Aktivasi Hak Prerogatif Prabowo dan Respons atas OTT di BNPB
  • Polemik PT Pemilu 2029 dan Ancaman Jutaan Suara Terbuang
    Polemik PT Pemilu 2029 dan Ancaman Jutaan Suara Terbuang

Tags

Alinea Antara Berita Satu Bisniscom Bloomberg CNA CNBC Indonesia CNN CNNIndonesia Detikcom Garuda TV IDN Times Inilahcom Jakarta Globe Jawa Pos Katadata Kompas Kumparan Liputan 6 Media Indonesia Merdeka Metro TV Metro TV News nusantaratv okezone Rakyat Merdeka Republika SINDONews Sin Po Suara Tempo The Jakarta Post The Star The Strait Times Tirto TribunNews tvonenews TVRI News Viva VOI Warta Kota

Lanjut membaca

Polemik PT Pemilu 2029 dan Ancaman Jutaan Suara Terbuang
Kutipan, Media

Polemik PT Pemilu 2029 dan Ancaman Jutaan Suara Terbuang

October 15, 2026 admin

Ilmuwan politik E. E. Schattschneider, dalam The Semisovereign People (1960), berpendapat bahwa kekuasaan terbesar berada di tangan pihak yang menentukan pilihan apa saja yang tersedia. Gagasan itu relevan untuk membaca polemik parliamentary threshold (PT) atau ambang batas parlemen yang menjadi salah satu isu krusial dalam pembahasan Rancangan Undang-Undang Pemilu (RUU Pemilu). Setelah Reformasi 1998, jumlah […]

Babak Baru Jokowi di PSI dan Beban Politik Kasus Ijazah Gibran
Kutipan, Media

Babak Baru Jokowi di PSI dan Beban Politik Kasus Ijazah Gibran

October 8, 2026 admin

Presiden ke-7 RI Joko Widodo secara resmi memamerkan Kartu Tanda Anggota (KTA) Partai Solidaritas Indonesia (PSI). Dalam Rakorda PSI di Bandung, Sabtu (26/9/2026), Jokowi mengklaim telah bergabung dengan partai berlambang gajah tersebut sejak 14 Oktober 2025. Jokowi menegaskan posisinya di partai yang dipimpin sang putra, Kaesang Pangarep, kini sudah final. Berbekal status barunya, ia menyuntikkan […]

Gonta-ganti Menko Polkam dan Taruhan Reformasi Keamanan
Kutipan, Media

Gonta-ganti Menko Polkam dan Taruhan Reformasi Keamanan

October 6, 2026 admin

Kursi Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam) kembali berganti tangan setelah Presiden Prabowo Subianto mencopot Djamari Chaniago dan menunjuk Jenderal TNI (Purn.) Dudung Abdurachman sebagai penggantinya dalam reshuffle Kabinet Merah Putih, Kamis (1/10/2026). Dudung sebelumnya dipercaya memimpin Kantor Staf Kepresidenan (KSP) sejak April 2026, sebelum kini dipindahkan ke salah satu pos strategis yang […]

logotrias

Lembaga penyelenggara jasa riset/survei, media monitoring, analisa strategi politik, pemenangan politik, dan pendampingan politik pasca memenangkan pemilihan.

About Us
  • About Us
  • What We Do
  • Our Work
  • Publications
  • News & Insight
  • Contact Us
Social
  • WhatsApp
  • X/Twitter
  • Instagram
  • Facebook
  • Youtube
  • Tiktok

© 2026 Trias Politika Strategis. All rights reserved.

  • Web Development by Metahuis