Skip to content
logotrias
  • Tentang Kami
  • Layanan
  • Portofolio
  • Publikasi
  • Artikel
Contact Us
Kutipan, Media

Efek Jokowi dan Taruhan Besar PSI pada Pemilu 2029

June 3, 2026 admin
Efek Jokowi dan Taruhan Besar PSI pada Pemilu 2029
Joko Widodo saat pidato dalam rangkaian Rakernas PSI yang berlangsung di Hotel Claro, Kota Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel) pada Sabtu (31/1/2026). Foto: Tangkap layar YouTube PSI

Keraguan Bestari Barus lenyap, usai mendengar tuan rumah yang disambangi menunjukkan kesungguhannya. Si empunya rumah, adalah Joko Widodo alias Jokowi. Bestari bertamu ke Solo, tidak lama setelah menyatakan keluar dari Partai Nasdem dan mengumumkan dirinya bergabung ke kubu Partai Solidaritas Indonesia (PSI).

Pria kelahiran Sumatra Utara yang saat ini menjabat sebagai Ketua Bidang Politik di Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PSI tersebut, hakulyakin keputusannya bergabung ke PSI tidak salah langkah sebab Jokowi mendukung keputusannya. Di momen pertemuan itu, Jokowi disebut Bestari tidak main-main dalam mendukung langkah politik PSI menyongsong Pemilu 2029.

“Dalam satu kesempatan [Jokowi bilang] ‘Saya siap enggak pulang satu bulan, dua bulan’ [buat PSI]. Wah, itu luar biasa memicu saya sendiri yang lebih muda dari beliau. Kalau gitu, saya tiga bulan empat bulan deh Pak enggak pulang,” ucap Bestari kepada wartawan Tirto, Jumat (29/5/2026).

Bestari Barus
Bestari Barus. Antara foto/sigid kurniawan/ama/16.

Jokowi yang merupakan mantan presiden RI dua periode itu memang belakangan kerap tak bisa dilepaskan dengan PSI. Apalagi, pada dua kesempatan besar yang terbuka bagi publik, yakni Kongres PSI di Solo tahun lalu dan Rakernas PSI di Makassar Januari 2026, Jokowi terang-terangan menyatakan dukungan terhadap PSI.

Ia mengumumkan rela ‘mati-matian’ ikut bekerja serta ‘turun gunung’ untuk membantu partai berlogo gajah yang dipimpin putra bungsunya, Kaesang Pangarep itu, menjebol Senayan di Pemilu legislatif 2029.

Baru-baru ini, Jokowi mulai mengisyaratkan bahwa dukungannya untuk PSI itu bukan isapan jempol semata. Kepada awak media di kediamannya di Kecamatan Banjarsari, Solo, akhir Mei lalu, Jokowi mengungkapkan bahwa kondisinya saat ini sudah sehat dan siap menjalani kunjungan daerah untuk memenuhi undangan.

Joko Widodo
Joko Widodo (Jokowi) saat diwawancarai di Kediaman Sumber, Banjarsari, Solo, Jumat (3/4/2026). tirto.id/Romensy Augustino

Bestari Barus membenarkan bahwa Jokowi bakal melangsungkan ‘safari ke daerah’ dimulai pada Juli 2026 ini. Tak sekadar memenuhi undangan masyarakat yang ingin bertemu, Bestari mengklaim agenda Jokowi sekaligus ‘dikawal’ oleh kader PSI di daerah. Ini menjadi sinyalemen bahwa kunjungan Jokowi ke daerah, akan beririsan dengan agenda PSI.

“Bahkan mungkin PSI di wilayah nanti mengundang juga tokoh-tokoh masyarakat untuk bisa bertemu dengan Pak Jokowi melepas kerinduan. Saya kira itu hal positif dan tidak perlu dicederai dengan semacam kecurigaan-kecurigaan, kan baik kalau silaturahmi,” ujar dia.

Bestari menilai, kunjungan Jokowi sekaligus menjadi isyarat untuk PSI supaya memanaskan mesin politiknya hingga level terkecil di daerah. Meskipun Jokowi sudah disebut ‘patron PSI’, bagi Bestari mustahil parpol hanya mengandalkan satu orang tokoh saja untuk memenangi palagan pemilu.

Ia memahami bahwa Jokowi belum pernah diperkenalkan kepada publik secara resmi sudah bergabung sebagai kader PSI. Karenanya, Bestari berharap dalam kunjungan daerah yang dijadwalkan Jokowi mendatang, Bapak daripada Wapres Gibran Rakabuming Raka itu juga bersedia mengumumkan posisinya dalam keanggotaan PSI secara resmi.

Menurut Bestari, dengan begitu masyarakat memahami dengan utuh bahwa Jokowi saat ini bukan lagi bagian PDIP, parpol yang dipimpin Megawati Soekarnoputri sekaligus pengusung Jokowi sebagai presiden selama dua periode.

Bestari meyakini, kunjungan safari daerah Jokowi yang dimulai bulan ini akan mendongkrak elektabilitas PSI dalam Pemilu 2029 mendatang. Ia meyakini ‘efek Jokowi’ mampu memberi tuah terhadap perolehan suara PSI, khususnya daerah-daerah basis pendukung PDIP yang dipenuhi masyarakat loyalis Jokowi.

“Kami berharap betul itu supaya dalam pertemuan juga Pak Jokowi menyampaikan kepada masyarakat bahwa beliau sudah tidak lagi di partai yang lama yaitu PDIP, tapi udah bersama PSI, supaya ini menjadi permakluman publik,” tegas Bestari.

Dihubungi terpisah, Ajudan Jokowi, Syarif Muhammad Fitriansyah, membenarkan memang sudah terjadwal kunjungan daerah yang akan dilaksanakan Jokowi dalam waktu dekat. Tapi ia tak menyebutkan secara detail daerah mana yang akan dikunjungi Jokowi dan rincian dari agenda yang akan dihadiri.

“Betul, ada rencana Bapak [Jokowi] mulai menghadiri beberapa undangan masyarakat di daerah mulai bulan Juni. Banyak undangan yang masuk dari berbagai daerah, sehingga Bapak berencana meluangkan waktu bersilaturahmi dan memenuhi undangan tersebut. Untuk jadwal dan lokasi yang akan dikunjungi, masih dalam tahap pengaturan,” ungkap dia kepada wartawan Tirto, Jumat (29/5/2026).

Sekretaris Jenderal Projo, Freddy Alex Damanik, menyampaikan bahwa Lampung akan jadi lokasi pertama kunjungan daerah Jokowi di bulan ini. Bulan Juli, kata dia, sudah dijadwalkan kunjungan Jokowi ke sejumlah kabupaten/kota di Jawa Barat.

Ia juga mengungkap ada rencana Jokowi melawat ke Nusa Tenggara Timur dan provinsi lain meskipun belum ketemu waktu yang berjodoh.

“Ke NTT dan daerah lainnya sementara sedang disesuaikan jadwalnya,” ujar Freddy kepada wartawan Tirto, Jumat (29/5/2026).

Kendati begitu, Projo – organ sukarelawan pendukung Jokowi sejak Pilpres 2014 – menilai kunjungan ke daerah dimaksudkan untuk berdialog dan menyerap aspirasi rakyat. Menurut Freddy, safari daerah juga bakal diisi Jokowi untuk meminta relawan dan masyarakat untuk menjaga persatuan dan mengawal program era pemerintahannya yang dilanjutkan Presiden Prabowo dan Wapres Gibran saat ini.

“Pak Jokowi ingin menyapa rakyat dengan cara berdialog langsung dengan masyarakat dan melihat kondisi riil di akar rumput sambil menyerap aspirasi, dan tentunya memberikan semangat dan motivasi kepada para relawannya maupun masyarakat agar terus menjaga persatuan dan kesatuan,” kata Freddy.

Kendati demikian, Freddy tidak membantah bahwa safari daerah Jokowi nanti juga diisi oleh agenda PSI dan organ relawan lainnya. Ia menyatakan Projo akan terus mendampingi safari Jokowi ke daerah-daerah sambil terus berkoordinasi dengan PSI.

“Projo selalu berkoordinasi dengan siapa saja, termasuk dengan PSI, agar agenda pelaksanaan kunjungan Pak Jokowi bisa berjalan dengan baik dan efektif serta tujuan menyapa rakyat bisa maksimal tercapai,” ucap Freddy.

Jokowi Kembali ‘Blusukan’, Efek Elektoral Masih Mempan?

Kunjungan ke tengah-tengah masyarakat di berbagai daerah memang bukan hal baru bagi Jokowi. Selama menjadi presiden RI dua periode, ‘blusukan’ seolah-olah menjadi jurus sakti Jokowi untuk mengamankan pengaruh dan basis pendukungnya di berbagai daerah. Namun ketika saat ini Jokowi sudah tidak lagi berstatus sebagai pejabat publik, apakah kesaktian itu masih bisa direngkuhnya? Lebih jauh lagi, untuk apa Jokowi perlu repot-repot memanaskan mesin politik hingga ‘turun gunung’ berkeliling ke daerah?

Pengamat komunikasi politik Universitas Padjadjaran, Kunto Adi Wibowo, mencium adanya aroma kebutuhan dukungan riil bagi Jokowi. Menurutnya, keretakan hubungan dengan PDIP membuat Jokowi harus mencari ‘sekoci politik’ baru lewat PSI. Jika sukses mengerek pamor PSI di tengah masyarakat, eksistensi karier politik trah Solo – sebutan keluarga Jokowi – di panggung politik nasional akan terus terjamin.

“Menurut saya ini jadi sebuah kebutuhan kalau dinastinya Pak Jokowi mau tetap bertahan di Indonesia,” kata Kunto kepada wartawan Tirto, Jumat (29/5/2026).

Safari ini menjadi ajang bagi Jokowi untuk melakukan aktivasi basis massa. Istilah “menagih budi” muncul dalam analisis Kunto. Lewat safari daerah, Jokowi mengingatkan rakyat akan bantuan-bantuan yang pernah ia kucurkan selama menjadi presiden.

“Menyapa rakyat yang dulu ia bantu itu kan aktivasi semacam mengingatkan, dulu kan saya pernah bantu sekarang pilih PSI dan segala macam. Jadi semacam menagih budi gitu,” tutur Kunto.

Kunto Adi Wibowo
Kunto Adi Wibowo. tirto.id/Andhika

Bagi PSI sendiri, kehadiran Jokowi di lapangan menjadi “oksigen” yang sangat dibutuhkan. Hingga Pemilu terakhir, PSI masih terjebak di bawah ambang batas parlemen (parliamentary threshold atau PT) 4 persen. Meskipun saat ini ada agenda perubahan ambang batas PT lewat RUU Pemilu di DPR RI, belum ada jaminan bahwa hal tersebut akan menguntungkan PSI.

Pada pemilu 2019, PSI hanya meraup suara 1,89 persen atau sekitar 2,6 juta suara. Setelah Kaesang – putra bungsu Jokowi – menjabat Ketum PSI pada 2023 usai resmi menjadi kader partai itu selama satu hari, capaian elektoral PSI pada Pemilu 2024 meningkat menjadi 2,81 persen atau setara 4,2 juta suara. Meski sudah dipimpin keluarga Jokowi, PSI masih belum mampu tembus ke Senayan walaupun mengalami peningkatan suara pemilih.

Karenanya, Analis politik sekaligus Direktur Eksekutif Trias Politika, Agung Baskoro, menilai Jokowi punya beban psikologis atas performa PSI yang dipimpin putra bungsunya itu. Hal ini menjadi salah satu dorongan dan pertimbangan Jokowi untuk ‘turun gunung’ membawa PSI ke tengah masyarakat dalam menyongsong Pemilu 2029.

“Saya kira pekerjaan rumah inilah yang masih menjadi, istilah saya, tanggung jawab moril secara politis bagi Jokowi yang kita tahu punya winning rate 100 persen ketika maju sebagai kandidat,” ujar Agung kepada wartawan Tirto, Jumat (29/5/2026).

Agung melihat, safari ini juga bertujuan menjaga agar “planet-planet” dalam orbit kekuasaan trah Jokowi tetap terjaga dalam lintasannya. Gibran Rakabuming Raka mengamankan kursi wakil presiden, serta Bobby Nasution dan Kaesang Pangarep yang membutuhkan sokongan elektoral organik untuk terus berkiprah di panggung politik nasional.

Blusukan, kata Agung, dipilih menjadi kartu truf Jokowi, ketika tokoh utama politik nasional saat ini seperti Presiden Prabowo, mulai jarang melakukannya. Namun, Agung memandang Jokowi dan PSI serta organ sukarelawannya, tidak akan terang-terangan mengambil posisi menantang Prabowo ataupun parpol yang dipimpinnya, Partai Gerindra.

Lebih memungkinkan, ungkap Agung, safari daerah Jokowi menyasar basis suara PDIP dan berupaya mengonversikannya menjadi ‘swing voters’ bagi PSI.

“Tugas baru beliau, dalam tanda petik, membesarkan PSI ataupun partai lain nanti itu harus diuji apakah memang Jokowi effect masih berefek sehingga membuat PSI lolos parlemen pada tahun 2029,” ujar Agung.

Jika menilik beberapa hasil survei elektoral terbaru, dukungan terbuka Jokowi terhadap PSI sejak Kongres PSI pada Juli 2025 lalu dilangsungkan, memang belum berdampak signifikan bagi raihan suara PSI. Apalagi, jika kita masih mengacu pada patokan PT sebesar 4 persen.

Survei nasional yang dijaring IndekStat periode Januari 2026 terhadap 1.200 responden dari WNI berusia minimal 17 tahun keatas serta memiliki hak pilih ketika Pemilu 2029, mendapati bahwa raihan elektoral PSI hanya sekitar 0,9 persen secara simulasi terbuka, dan 1 persen secara tertutup.

Namun, dari sisi popularitas, PSI dapat dibilang berpeluang besar di antara beberapa parpol non-parlemen dengan tingkat 64 persen atau berada di urutan kelima parpol non-Senayan. Tingkat kesukaan responden terhadap PSI dalam survei juga menunjukkan hasil 42 persen.

Sementara hasil survei Poltracking Indonesia periode Maret 2026 terhadap 1.220 responden yang punya hak pilih, menampilkan raihan elektoral PSI baru 1,2 persen. Dengan begitu, ini menjadikan PSI berada di urutan kesepuluh dari 18 parpol yang disimulasikan dalam survei. Gerindra (26,1%), PDIP (15,4%), dan Golkar (9%) menjadi tiga besar teratas simulasi pileg.

simulasi pemungutan suara
Seorang warga memasukkan surat suara ke dalam kotak suara pada simulasi pemungutan suara pilkada di Pontianak. ANTARA FOTO/Jessica Wuysang/tom.

Pengamat politik Adi Prayitno menilai saat ini, memang ada dua mazhab politik yang masih eksis berkaitan dengan eksistensi efek Jokowi terhadap peta elektoral. Aliran pertama, kata Adi, percaya betul bahwa Jokowi masih memiliki efek pikat yang besar di tengah rakyat.

Pandangan itu didasarkan atas approval rating Jokowi yang masih tinggi menjelang lengser.

“Tapi pandangan ini mengabaikan hukum alam bahwa siapapun kalau sudah tidak lagi jadi pejabat publik, kesaktiannya biasanya menurun juga,” ujar Adi kepada wartawan Tirto.

Mazhab kedua, kata Adi, pihak yang menilai Jokowi sudah tidak berpengaruh di panggung politik. Pandangan ini didasarkan atas hasil Pemilu 2024 saat nama dan foto Jokowi sudah diaplikasikan PSI lewat atribut kampanye, namun tidak menghasilkan raihan yang signifikan.

Karenanya, Adi menilai agenda safari daerah Jokowi tidak mungkin lepas dari agenda politik elektoral.

“Blusukan ini makin memberikan bobot dan sebagai upaya menaikkan bargaining position Gibran. Karena apapun, jika konsolidasi politik ini sukses dilakukan Jokowi maka yang dapat faedah salah satunya Gibran, selain PSI tentu saja,” jelas Adi.

Juru bicara PSI, Faldo Maldini, menegaskan agenda Jokowi turun ke daerah bukan agenda dadakan dan dibuat-buat. Menurutnya, ini menjadi eksekusi langsung dari komitmen Jokowi yang menyatakan dukungan penuh terhadap PSI.

Menurut Faldo, PSI bahkan menjadi pelaksana mandat agenda tersebut di lapangan.

“Jadi kalau ditanya keterlibatan PSI, kami adalah pelaksana mandat itu di lapangan. Kami yang mengundang, mempersiapkan dan memastikan kelancaran agar beliau menyapa masyarakat bersama kader PSI,” ucap Faldo kepada wartawan Tirto, Jumat (29/5/2026).

Jokowi, kata dia, memerintahkan PSI menebalkan struktur hingga ke akar rumput dan dapat dirampungkan hingga akhir 2026. Kehadiran Jokowi ke daerah, juga dinilai menjadi suntikan energi bagi mesin partai PSI untuk bergerak satu komando dan solid.

PSI juga menepis narasi pihak-pihak yang membenturkan agenda Jokowi dan PSI di daerah akan berseberangan atau mengganggu eksistensi pemerintahan Prabowo.

“Tidak usah ditarik-tarik atau adu domba di tingkat atas. Pak Jokowi menepati janjinya untuk turun gelanggang bersama PSI, dan tugas seluruh kader hari ini adalah menyambutnya dengan militansi setara di lapangan,” tegas Faldo.


Terbit di Tirto

  • Tirto
admin

Trias Politika Strategis adalah lembaga riset, survei, dan strategi politik. Fokus mengawal demokrasi Indonesia melalui layanan akademis berkualitas, pemenangan politik, media monitoring, serta pendampingan politik, dengan pengalaman mendukung partai, perusahaan, dan kandidat strategis.

Post navigation

Previous
Next

Search

Categories

  • Kutipan (470)
  • Media (474)
  • Press Release (7)

Recent posts

  • Penggunaan Dana Pribadi Prabowo untuk Lawatan Luar Negeri Tuai Sorotan
    Penggunaan Dana Pribadi Prabowo untuk Lawatan Luar Negeri Tuai Sorotan
  • Bisakah Safari Jokowi Mendongkrak Suara PSI di Pemilu 2029
    Bisakah Safari Jokowi Mendongkrak Suara PSI di Pemilu 2029
  • Efek Jokowi dan Taruhan Besar PSI pada Pemilu 2029
    Joko Widodo saat pidato dalam rangkaian Rakernas PSI yang berlangsung di Hotel Claro, Kota Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel) pada Sabtu (31/1/2026). Foto: Tangkap layar YouTube PSI
    Efek Jokowi dan Taruhan Besar PSI pada Pemilu 2029

Tags

Alinea Antara Berita Satu Bisniscom Bloomberg CNA CNBC Indonesia CNN CNNIndonesia Detikcom IDN Times Inilahcom Jakarta Globe Jawa Pos Katadata Kompas Kumparan Liputan 6 Media Indonesia Merdeka Metro TV Metro TV News nusantaratv okezone Rakyat Merdeka Republika SINDONews Sin Po Suara Tempo The Jakarta Post The Star The Strait Times Tirto TribunNews tvonenews TVRI News Viva VOI Warta Kota

Lanjut membaca

Menanti Keseriusan Parpol Penuhi Kuota Caleg Perempuan
Kutipan, Media

Menanti Keseriusan Parpol Penuhi Kuota Caleg Perempuan

May 29, 2026 admin

Mahkamah Konstitusi (MK) memutuskan partai politik (Parpol) dapat digugurkan dalam kepesertaan pemilu di daerah pemilihan (dapil) tertentu apabila tidak memenuhi kuota minimal 30 persen calon legislatif (caleg) perempuan. Putusan itu dibacakan Ketua MK, Suhartoyo, dalam sidang pengucapan putusan perkara uji materi Undang-Undang Pemilu. Dalam amar putusannya, MK mengabulkan sebagian permohonan para pemohon, yakni Maya Novita […]

Siasat Parpol Besar Jegal Lawan Pakai Ambang Batas Masuk Senayan
Kutipan, Media

Siasat Parpol Besar Jegal Lawan Pakai Ambang Batas Masuk Senayan

May 18, 2026 admin

Dorongan menaikkan angka parliamentary threshold lebih dari 4 persen memunculkan kesan adanya kartelisasi politik. Sebuah laga sunyi penuh siasat tengah dimainkan oleh para elite politik di balik dinding kokoh Gedung DPR RI. Proses penyusunan draf Rancangan Undang-Undang (RUU) Pemilu mendadak berjalan sangat lambat, tertahan oleh perdebatan angka parliamentary threshold(PT). Di satu sisi, partai-partai raksasa mulai memasang […]

Pro-Kontra KPK dan Parpol soal Pembatasan Jabatan Ketum Partai
Kutipan, Media

Pro-Kontra KPK dan Parpol soal Pembatasan Jabatan Ketum Partai

April 27, 2026 admin

Gagasan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk membatasi jabatan ketua umum partai politik (ketum parpol) maksimal dua periode dikritik. Sebelumnya, KPK mewacanakan pembatasan masa jabatan ketum parpol setelah melakukan kajian tata kelola parpol lewat Direktorat Monitoring. Temuan tersebut juga disebut berasal dari masukan partai politik (parpol). “Karena, tentunya kita semua seluruh entitas yang terlibat dalam proses-proses […]

logotrias

Lembaga penyelenggara jasa riset/survei, media monitoring, analisa strategi politik, pemenangan politik, dan pendampingan politik pasca memenangkan pemilihan.

About Us
  • About Us
  • What We Do
  • Our Work
  • Publications
  • News & Insight
  • Contact Us
Social
  • WhatsApp
  • X/Twitter
  • Instagram
  • Facebook
  • Youtube
  • Tiktok

© 2026 Trias Politika Strategis. All rights reserved.

  • Web Development by Metahuis